<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dolar AS Melemah Menanti Keputusan The Fed</title><description>Ketegangan perdagangan dan kekhawatiran tentang pertumbuhan global telah membebani aktivitas ekonomi Amerika</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/13/278/2078343/dolar-as-melemah-menanti-keputusan-the-fed</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/13/278/2078343/dolar-as-melemah-menanti-keputusan-the-fed"/><item><title>Dolar AS Melemah Menanti Keputusan The Fed</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/13/278/2078343/dolar-as-melemah-menanti-keputusan-the-fed</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/13/278/2078343/dolar-as-melemah-menanti-keputusan-the-fed</guid><pubDate>Sabtu 13 Juli 2019 08:44 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/13/278/2078343/dolar-as-melemah-menanti-keputusan-the-fed-EtvRERhzNK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Dolar AS (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/13/278/2078343/dolar-as-melemah-menanti-keputusan-the-fed-EtvRERhzNK.jpg</image><title>Ilustrasi: Dolar AS (Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Kurs dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena para pelaku pasar berspekulasi kemungkinan penurunan suku bunga segera oleh Federal Reserve.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan minggu ini bahwa arus lintas seperti ketegangan perdagangan dan kekhawatiran tentang pertumbuhan global telah membebani aktivitas ekonomi Amerika Serikat dan prospeknya. Demikian dikutip dari Antaranews, Sabtu (13/7/2019).
Baca Juga: Investor Pantau Ekonomi AS, Dolar Bergerak Landai
Dalam sambutannya yang disiapkan untuk anggota parlemen di Komite Jasa Keuangan, di mana ia bersaksi tentang Laporan Kebijakan Moneter Setengah Tahunan, Ketua Fed mengatakan banyak peserta pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) &quot;melihat bahwa kasus untuk kebijakan moneter yang agak lebih akomodatif telah menguat.&quot;
Powell mengatakan para pejabat Fed memperhatikan arus lintas yang sedang berlangsung dari pertumbuhan global hingga perdagangan pada pertemuan FOMC Mei, menambahkan bahwa sejak itu &quot;arus lintas telah muncul kembali, menciptakan ketidakpastian yang lebih besar.&quot;
Baca Juga: Dolar Melemah Imbas Pernyataan Negatif Ketua The Fed
Pernyataan tersebut mendukung ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga yang akan datang dari bank sentral AS. Namun, data inflasi AS yang lebih kuat dari perkiraan yang dirilis pada Kamis (11/7/2019) meredupkan kembali pandangan tersebut.Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang  utama lainnya, turun 0,24 persen menjadi 96,8179 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1271 dari  USD1,1258 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2571  dari USD1,2525 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi  USD0,7023 dari USD0,6975 AS.
Dolar AS dibeli 107,81 yen Jepang, lebih rendah dari 108,45 yen  Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9844 franc Swiss  dari 0,9900 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3032 dolar Kanada dari  1,3070 dolar Kanada.</description><content:encoded>NEW YORK - Kurs dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena para pelaku pasar berspekulasi kemungkinan penurunan suku bunga segera oleh Federal Reserve.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan minggu ini bahwa arus lintas seperti ketegangan perdagangan dan kekhawatiran tentang pertumbuhan global telah membebani aktivitas ekonomi Amerika Serikat dan prospeknya. Demikian dikutip dari Antaranews, Sabtu (13/7/2019).
Baca Juga: Investor Pantau Ekonomi AS, Dolar Bergerak Landai
Dalam sambutannya yang disiapkan untuk anggota parlemen di Komite Jasa Keuangan, di mana ia bersaksi tentang Laporan Kebijakan Moneter Setengah Tahunan, Ketua Fed mengatakan banyak peserta pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) &quot;melihat bahwa kasus untuk kebijakan moneter yang agak lebih akomodatif telah menguat.&quot;
Powell mengatakan para pejabat Fed memperhatikan arus lintas yang sedang berlangsung dari pertumbuhan global hingga perdagangan pada pertemuan FOMC Mei, menambahkan bahwa sejak itu &quot;arus lintas telah muncul kembali, menciptakan ketidakpastian yang lebih besar.&quot;
Baca Juga: Dolar Melemah Imbas Pernyataan Negatif Ketua The Fed
Pernyataan tersebut mendukung ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga yang akan datang dari bank sentral AS. Namun, data inflasi AS yang lebih kuat dari perkiraan yang dirilis pada Kamis (11/7/2019) meredupkan kembali pandangan tersebut.Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang  utama lainnya, turun 0,24 persen menjadi 96,8179 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1271 dari  USD1,1258 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2571  dari USD1,2525 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi  USD0,7023 dari USD0,6975 AS.
Dolar AS dibeli 107,81 yen Jepang, lebih rendah dari 108,45 yen  Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9844 franc Swiss  dari 0,9900 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3032 dolar Kanada dari  1,3070 dolar Kanada.</content:encoded></item></channel></rss>
