<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Naik Rp10 Juta, Menteri Basuki: Permintaan Rumah Subsidi Bertambah</title><description>Meski demikian kemarin BTN, REI dan Apersi saat datang ke kami justru meminta tambahan anggaran FLPP yang disediakan Kementerian Keuangan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/13/470/2078392/harga-naik-rp10-juta-menteri-basuki-permintaan-rumah-subsidi-bertambah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/13/470/2078392/harga-naik-rp10-juta-menteri-basuki-permintaan-rumah-subsidi-bertambah"/><item><title>Harga Naik Rp10 Juta, Menteri Basuki: Permintaan Rumah Subsidi Bertambah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/13/470/2078392/harga-naik-rp10-juta-menteri-basuki-permintaan-rumah-subsidi-bertambah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/13/470/2078392/harga-naik-rp10-juta-menteri-basuki-permintaan-rumah-subsidi-bertambah</guid><pubDate>Sabtu 13 Juli 2019 15:24 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/13/470/2078392/harga-naik-rp10-juta-menteri-basuki-permintaan-rumah-subsidi-bertambah-AtI2ADPJn4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Pembangunan Rumah (Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/13/470/2078392/harga-naik-rp10-juta-menteri-basuki-permintaan-rumah-subsidi-bertambah-AtI2ADPJn4.jpg</image><title>Foto: Pembangunan Rumah (Antara)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah telah menetapkan batasan harga jual rumah sejahtera tapak paling tinggi (maksimal) yang diperoleh melalui kredit/pembiayaan pemilikan rumah bersubsidi untuk tahun 2019 dan 2020 melalui Keputusan Menteri (Kepmen) PUPR Nomor 535/KPTS/M/2019. Penetapan harga jual rumah subsidi berdasarkan wilayah agar daya beli masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetap terjangkau.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan batas harga jual rumah subsidi yang telah ditetapkan tidak mempengaruhi permintaan akan rumah subsidi dari masyarakat maupun pengembang perumahan, bahkan permintaan pembangunan rumah subsidi melalui program KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) terus bertambah.
Baca Juga: Baru Ada 11.789 Pengembang Terdaftar di PUPR
&quot;Memang dari penetapan harga jual rumah subsidi terdapat kenaikan kira-kira Rp10 juta, namun harga rumah bersubsidi naik terakhir 5 tahun lalu, sehingga ini penyesuaian. Meski demikian kemarin BTN, REI dan Apersi saat datang ke kami justru meminta tambahan anggaran FLPP yang disediakan Kementerian Keuangan. Berarti permintaan untuk rumah subsidi bertambah, artinya positif, &quot; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam keterangannya, Sabtu (13/7/2019).
Hingga 11 Juli 2019, pemerintah melalui telah menyalurkan dana FLPP bagi sebanyak 47.077 unit dari target 68.858 unit dengan anggaran yang disediakan Rp4,52 triliun.
Baca Juga: Harga Baru Rumah Subsidi, Cek di Sini
Menurut Menteri Basuki, penetapan harga rumah subsidi menyesuaikan dengan kondisi terkini pada setiap wilayah, di antaranya disesuaikan dengan faktor harga tanah, kenaikan harga bahan bangunan, termasuk juga upah pekerja.
Kepmen PUPR tersebut dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo di Ungaran, Semarang pada 29 April 2015. Melalui program ini diharapkan dapat memperkecil backlog penghunian perumahan di Indonesia yang pada tahun 2015 mencapai 7,6 juta unit menjadi 5,4 juta unit pada tahun 2019.Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul  Hamid mengatakan, untuk mencapai target tersebut telah dilakukan  terobosan dengan menggandeng komunitas, salah satunya adalah perumahan  Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG) di Kampung Sampora, Desa  Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut yang pembangunannya  telah dimulai tahun 2018 dan perajin rokok di Kudus sebanyak 3.500 unit.
Hingga 1 Juli 2019 telah dibangun sebanyak 601.205 unit rumah dalam  Program Satu Juta Rumah. Jumlah tersebut terbagi dalam 456.974 unit  rumah MBR dan 144.231 unit rumah non MBR.
&quot;Dengan keterbatasan anggaran yang ada Program Sejuta rumah dilakukan  dengan berbagai penguatan seluruh stake holder. Sejauh ini masih  efektif bahu membahu membangun rumah untuk mengurangi Backlog,&quot; tutur  Khawali.
Program Satu Juta Rumah merupakan kolaborasi antara para pemangku  kepentingan di bidang perumahan mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah  Daerah, Asosiasi Pengembang Perumahan, Perbankan, Perusahaan Swasta  melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR) dan masyarakat.
Selain KPR FLPP, Kementerian PUPR dalam mempermudah kepemilikan rumah  subsidi bagi MBR juga menerapkan program Subsidi Selisih Bunga (SSB)  dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah telah menetapkan batasan harga jual rumah sejahtera tapak paling tinggi (maksimal) yang diperoleh melalui kredit/pembiayaan pemilikan rumah bersubsidi untuk tahun 2019 dan 2020 melalui Keputusan Menteri (Kepmen) PUPR Nomor 535/KPTS/M/2019. Penetapan harga jual rumah subsidi berdasarkan wilayah agar daya beli masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetap terjangkau.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan batas harga jual rumah subsidi yang telah ditetapkan tidak mempengaruhi permintaan akan rumah subsidi dari masyarakat maupun pengembang perumahan, bahkan permintaan pembangunan rumah subsidi melalui program KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) terus bertambah.
Baca Juga: Baru Ada 11.789 Pengembang Terdaftar di PUPR
&quot;Memang dari penetapan harga jual rumah subsidi terdapat kenaikan kira-kira Rp10 juta, namun harga rumah bersubsidi naik terakhir 5 tahun lalu, sehingga ini penyesuaian. Meski demikian kemarin BTN, REI dan Apersi saat datang ke kami justru meminta tambahan anggaran FLPP yang disediakan Kementerian Keuangan. Berarti permintaan untuk rumah subsidi bertambah, artinya positif, &quot; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam keterangannya, Sabtu (13/7/2019).
Hingga 11 Juli 2019, pemerintah melalui telah menyalurkan dana FLPP bagi sebanyak 47.077 unit dari target 68.858 unit dengan anggaran yang disediakan Rp4,52 triliun.
Baca Juga: Harga Baru Rumah Subsidi, Cek di Sini
Menurut Menteri Basuki, penetapan harga rumah subsidi menyesuaikan dengan kondisi terkini pada setiap wilayah, di antaranya disesuaikan dengan faktor harga tanah, kenaikan harga bahan bangunan, termasuk juga upah pekerja.
Kepmen PUPR tersebut dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo di Ungaran, Semarang pada 29 April 2015. Melalui program ini diharapkan dapat memperkecil backlog penghunian perumahan di Indonesia yang pada tahun 2015 mencapai 7,6 juta unit menjadi 5,4 juta unit pada tahun 2019.Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul  Hamid mengatakan, untuk mencapai target tersebut telah dilakukan  terobosan dengan menggandeng komunitas, salah satunya adalah perumahan  Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG) di Kampung Sampora, Desa  Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut yang pembangunannya  telah dimulai tahun 2018 dan perajin rokok di Kudus sebanyak 3.500 unit.
Hingga 1 Juli 2019 telah dibangun sebanyak 601.205 unit rumah dalam  Program Satu Juta Rumah. Jumlah tersebut terbagi dalam 456.974 unit  rumah MBR dan 144.231 unit rumah non MBR.
&quot;Dengan keterbatasan anggaran yang ada Program Sejuta rumah dilakukan  dengan berbagai penguatan seluruh stake holder. Sejauh ini masih  efektif bahu membahu membangun rumah untuk mengurangi Backlog,&quot; tutur  Khawali.
Program Satu Juta Rumah merupakan kolaborasi antara para pemangku  kepentingan di bidang perumahan mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah  Daerah, Asosiasi Pengembang Perumahan, Perbankan, Perusahaan Swasta  melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR) dan masyarakat.
Selain KPR FLPP, Kementerian PUPR dalam mempermudah kepemilikan rumah  subsidi bagi MBR juga menerapkan program Subsidi Selisih Bunga (SSB)  dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).</content:encoded></item></channel></rss>
