<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPS Catat Impor Juni 2019 USD11,58 Miliar, Turun 2,8%</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju impor bulan Juni 2019 mencapai USD11,58 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/15/320/2078976/bps-catat-impor-juni-2019-usd11-58-miliar-turun-2-8</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/15/320/2078976/bps-catat-impor-juni-2019-usd11-58-miliar-turun-2-8"/><item><title>BPS Catat Impor Juni 2019 USD11,58 Miliar, Turun 2,8%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/15/320/2078976/bps-catat-impor-juni-2019-usd11-58-miliar-turun-2-8</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/15/320/2078976/bps-catat-impor-juni-2019-usd11-58-miliar-turun-2-8</guid><pubDate>Senin 15 Juli 2019 11:51 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/15/320/2078976/bps-catat-impor-juni-2019-usd11-58-miliar-turun-2-8-vkwpUqfV20.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Yohana Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/15/320/2078976/bps-catat-impor-juni-2019-usd11-58-miliar-turun-2-8-vkwpUqfV20.jpg</image><title>Foto: Yohana Okezone</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju impor bulan Juni 2019 mencapai USD11,58 miliar. Laju impor ini mengalami penurunan signifikan 20,70% bila dibandingkan dengan Mei 2019 yang sebesar USD14,61 miliar.

Sementara bila dibandingkan dengan realisasi impor pada Juni 2018 yang sebesar USD11,27 miliar, maka terjadi penurunan sebesar 2,80%.
&amp;nbsp;Baca Juga: Lesu Lagi, Ekspor Juni 2019 Turun 8,98% Jadi USD11,78 Miliar
Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan,  penurunan dari laju impor ini didorong terjadinya penurunan impor pada migas maupun non migas. Di mana masa libur Lebaran pada 2019 juga turut menjadi penyebab, lantaran perdagangan pun libur.

&quot;Cuti panjang yang selama 9 hari di Juni 2019 itu sangat berpengaruh terhadap laju impor Indonesia,&quot; katanya dalam konferensi pers di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Senin (15/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Akankah Neraca Perdagangan Juni 2019 Kembali Surplus?
Di mana sektor migas turun sebesar 21,50%, yakni dari USD2,18 miliar pada Mei 2019 menjadi USD1,71 miliar pada Juni 2019. Lalu impor non migas turun 20,55% dari sebesar USD12,42 miliar menjadi USD9,87 miliar di Juni 2019.
Pria yang akrab disapa Kecuk tersebut  menyatakan, pada komoditas non  migas yang mengalami penurunan impor terendah adalah plastik dan barang  dari plastik USD131,8 juta, ampas/sisa industri makanan USD166,7 juta,  besi dan baja USD213 juta, mesin dan peralatan listrik USD376,8 juta,  mesin-mesin/pesawat mekanik USD399,6 juta.

Sedangkan komoditas yang mengalami peningkatan impor tertinggi yakni  alumunium USD143,2 juta, perhiasan/permata USD132,6 juta, gula dan  kembang gula USD16,7 juta, kain rajutan USD13,5 juta, serta kendaraan  bermotor/komponen, terbongkar USD10,3 juta.

Adapun secara sepanjang Januari-Juni 2019 kinerja ekspor Indonesia  tercatat mencapai USD82,25 miliar. Realisasi ini lebih rendah 7,73% dari  periode Januari-Juni 2018 yang sebesar USD89,95 miliar.
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju impor bulan Juni 2019 mencapai USD11,58 miliar. Laju impor ini mengalami penurunan signifikan 20,70% bila dibandingkan dengan Mei 2019 yang sebesar USD14,61 miliar.

Sementara bila dibandingkan dengan realisasi impor pada Juni 2018 yang sebesar USD11,27 miliar, maka terjadi penurunan sebesar 2,80%.
&amp;nbsp;Baca Juga: Lesu Lagi, Ekspor Juni 2019 Turun 8,98% Jadi USD11,78 Miliar
Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan,  penurunan dari laju impor ini didorong terjadinya penurunan impor pada migas maupun non migas. Di mana masa libur Lebaran pada 2019 juga turut menjadi penyebab, lantaran perdagangan pun libur.

&quot;Cuti panjang yang selama 9 hari di Juni 2019 itu sangat berpengaruh terhadap laju impor Indonesia,&quot; katanya dalam konferensi pers di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Senin (15/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Akankah Neraca Perdagangan Juni 2019 Kembali Surplus?
Di mana sektor migas turun sebesar 21,50%, yakni dari USD2,18 miliar pada Mei 2019 menjadi USD1,71 miliar pada Juni 2019. Lalu impor non migas turun 20,55% dari sebesar USD12,42 miliar menjadi USD9,87 miliar di Juni 2019.
Pria yang akrab disapa Kecuk tersebut  menyatakan, pada komoditas non  migas yang mengalami penurunan impor terendah adalah plastik dan barang  dari plastik USD131,8 juta, ampas/sisa industri makanan USD166,7 juta,  besi dan baja USD213 juta, mesin dan peralatan listrik USD376,8 juta,  mesin-mesin/pesawat mekanik USD399,6 juta.

Sedangkan komoditas yang mengalami peningkatan impor tertinggi yakni  alumunium USD143,2 juta, perhiasan/permata USD132,6 juta, gula dan  kembang gula USD16,7 juta, kain rajutan USD13,5 juta, serta kendaraan  bermotor/komponen, terbongkar USD10,3 juta.

Adapun secara sepanjang Januari-Juni 2019 kinerja ekspor Indonesia  tercatat mencapai USD82,25 miliar. Realisasi ini lebih rendah 7,73% dari  periode Januari-Juni 2018 yang sebesar USD89,95 miliar.
</content:encoded></item></channel></rss>
