<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Neraca Dagang Juni Surplus USD200 Juta, Sri Mulyani: Ekspor Harus Digenjot</title><description>Presiden Joko Widodo juga sudah meminta seluruh menteri Kabinet Kerja agar bersama-sama menurunkan defisit neraca dagang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/15/320/2079102/neraca-dagang-juni-surplus-usd200-juta-sri-mulyani-ekspor-harus-digenjot</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/15/320/2079102/neraca-dagang-juni-surplus-usd200-juta-sri-mulyani-ekspor-harus-digenjot"/><item><title>Neraca Dagang Juni Surplus USD200 Juta, Sri Mulyani: Ekspor Harus Digenjot</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/15/320/2079102/neraca-dagang-juni-surplus-usd200-juta-sri-mulyani-ekspor-harus-digenjot</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/15/320/2079102/neraca-dagang-juni-surplus-usd200-juta-sri-mulyani-ekspor-harus-digenjot</guid><pubDate>Senin 15 Juli 2019 15:18 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/15/320/2079102/neraca-dagang-juni-surplus-usd200-juta-sri-mulyani-ekspor-harus-digenjot-gwHSOJCPmR.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Peringatan Hari Pajak</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/15/320/2079102/neraca-dagang-juni-surplus-usd200-juta-sri-mulyani-ekspor-harus-digenjot-gwHSOJCPmR.jpeg</image><title>Foto: Peringatan Hari Pajak</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2019 mengalami surplus tipis sebesar USD200 juta. Realisasi surplus lebih rendah dibandingkan dengan posisi Mei 2019 yang tercatat sebesar USD0,21 miliar.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut positif surplusnya neraca dagang Juni 2019. Namun, pemerintah tetap memperhatikan seberapa besar dampak surplus neraca dagang secara keseluruhan.
Baca Juga: Neraca Perdagangan Juni Surlus, Menko Darmin Soroti Sektor Migas
Di sisi lain, pihaknya akan terus memperhatikan perkembangan ekspor impor yang memberi dampak pada neraca dagang. Selain itu, dirinya akan memperhatikan apa saja yang menjadi faktor dalam surplus dan defisitnya neraca perdagangan.
&quot;Kita lihat nanti keseluruhan tahun saja ya, tiap tahun kan kita lihat ada yang sifatnya berpengaruh dari musiman ada juga yang sifatnya adalah tren,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Senin (15/7/2019).
Baca Juga: Neraca Perdagangan Juni Surplus, IHSG Menguat ke 6.426 di Jeda Sesi I
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, Presiden Joko Widodo juga sudah meminta seluruh menteri Kabinet Kerja agar bersama-sama menurunkan defisit neraca dagang. Artinya, pemerintah menyadari masih ada pekerjaan besar dalam hal menggenjot kinerja ekspor.
&quot;Yang paling penting Presiden tetap meminta kepada setiap menteri bersungguh-sungguh dalam menangani masalah neraca perdagangan ini. Artinya ekspor harus terus digenjot, dan seluruh policy kita di kementerian lembaga, kebijakan-kebijakan di semua kementerian lembaga,&quot; katanya.Wanita yang kerap disapa Ani menambahkan, pihaknya sebagai bendahara  negara dan pembuat kebijakan fiskal akan terus berupaya menciptakan  iklim positif bagi industri dalam negeri. Seperti pemberian insentif di  perpajakan, ataupun insentif di bea cukai.
&quot;Bagi kami di Kementerian Keuangan berarti kita bicara tentang  perpajakan, pajak, bea cukai dan peraturan peraturan lain yang mungkin  mempengaruhi kinerja ekspor. Kita akan terus menerus bekerja sama dengan  instansi lain dalam mendukung ekspor dan menciptakan industri dalam  negeri yang lebih kuat,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2019 mengalami surplus tipis sebesar USD200 juta. Realisasi surplus lebih rendah dibandingkan dengan posisi Mei 2019 yang tercatat sebesar USD0,21 miliar.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut positif surplusnya neraca dagang Juni 2019. Namun, pemerintah tetap memperhatikan seberapa besar dampak surplus neraca dagang secara keseluruhan.
Baca Juga: Neraca Perdagangan Juni Surlus, Menko Darmin Soroti Sektor Migas
Di sisi lain, pihaknya akan terus memperhatikan perkembangan ekspor impor yang memberi dampak pada neraca dagang. Selain itu, dirinya akan memperhatikan apa saja yang menjadi faktor dalam surplus dan defisitnya neraca perdagangan.
&quot;Kita lihat nanti keseluruhan tahun saja ya, tiap tahun kan kita lihat ada yang sifatnya berpengaruh dari musiman ada juga yang sifatnya adalah tren,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Senin (15/7/2019).
Baca Juga: Neraca Perdagangan Juni Surplus, IHSG Menguat ke 6.426 di Jeda Sesi I
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, Presiden Joko Widodo juga sudah meminta seluruh menteri Kabinet Kerja agar bersama-sama menurunkan defisit neraca dagang. Artinya, pemerintah menyadari masih ada pekerjaan besar dalam hal menggenjot kinerja ekspor.
&quot;Yang paling penting Presiden tetap meminta kepada setiap menteri bersungguh-sungguh dalam menangani masalah neraca perdagangan ini. Artinya ekspor harus terus digenjot, dan seluruh policy kita di kementerian lembaga, kebijakan-kebijakan di semua kementerian lembaga,&quot; katanya.Wanita yang kerap disapa Ani menambahkan, pihaknya sebagai bendahara  negara dan pembuat kebijakan fiskal akan terus berupaya menciptakan  iklim positif bagi industri dalam negeri. Seperti pemberian insentif di  perpajakan, ataupun insentif di bea cukai.
&quot;Bagi kami di Kementerian Keuangan berarti kita bicara tentang  perpajakan, pajak, bea cukai dan peraturan peraturan lain yang mungkin  mempengaruhi kinerja ekspor. Kita akan terus menerus bekerja sama dengan  instansi lain dalam mendukung ekspor dan menciptakan industri dalam  negeri yang lebih kuat,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
