<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dikritik Terlalu Bergantung pada Negara Lain, Ini Pembelaan Sri Mulyani</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membantah ungkapan jika pemerintah terlalu bergantung pada negara lain.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/16/20/2079540/dikritik-terlalu-bergantung-pada-negara-lain-ini-pembelaan-sri-mulyani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/16/20/2079540/dikritik-terlalu-bergantung-pada-negara-lain-ini-pembelaan-sri-mulyani"/><item><title>Dikritik Terlalu Bergantung pada Negara Lain, Ini Pembelaan Sri Mulyani</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/16/20/2079540/dikritik-terlalu-bergantung-pada-negara-lain-ini-pembelaan-sri-mulyani</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/16/20/2079540/dikritik-terlalu-bergantung-pada-negara-lain-ini-pembelaan-sri-mulyani</guid><pubDate>Selasa 16 Juli 2019 12:57 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/16/20/2079540/dikritik-terlalu-bergantung-pada-negara-lain-ini-pembelaan-sri-mulyani-8lGpuyl4wi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/16/20/2079540/dikritik-terlalu-bergantung-pada-negara-lain-ini-pembelaan-sri-mulyani-8lGpuyl4wi.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membantah ungkapan jika pemerintah terlalu bergantung pada negara lain untuk mendonngkrak pertumbuhan ekonomi. Hal ini menjawab pernyataan Indef jika Indonesia terlalu bergantung pada negara lain.
&amp;nbsp;Baca Juga: Boediono Cermati Pidato Jokowi: Pahit tapi Hasilnya Luar Biasa
Mantan Direkutur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, bukan hanya Indonesia saja yang terlalu bergantung pada negara lain. Sebab seluruh negara di dunia saling ketergantungan baik dari sisi hubungan bilateral maupun hubungan dalam menciptakan perdamaian dunia.

&amp;ldquo;Kemudian catatan kedua dari pendapat Esther (Indef) ketidaktergantungan Indonesia dengan negara lain. Sharing satu dunia yang sama, bumi yang sama jadi globalisasi dan saling membutuhkan adalah suatu keniscayaan,&amp;rdquo; ujarnya dalam sebuah diskusi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (16/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Pidato Jokowi dan Indonesia Diharapkan seperti The Hobbit Ambil Peranan Penting
Lagipula lanjut Sri Mulyani, pada saat pendirian negara Indonesia ini memiliki misi untuk menciptakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi hingga kesejahteraan. Misi tersebut bahkan telah tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

&amp;ldquo;Waktu Indonesia didirikan pun kita punya ambisi untuk menciptakan perdamaian dunia berdasarkan kesejahteraan, kedamaian menciptakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi. itu saja sudah menggambarkan bahwa kita itu memiliki cita-cita yang mewakili Indonesia,&amp;rdquo; katanya.
Lalu Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga ingin membantah  jika Indonesia sebagai negara kecil sering diremehkan oleh negara  lainnya. Menurutnya, Indonesia mempunyai kapasitas untuk menjadi negara  besar dan terpandang karena saat ini Indonesia masuk kedalam anggota  G-20.

&quot;Tadi juga mengatakan seolah-olah Presiden Jokowi sebagai pemimpin  negara kecil yang diremehkan dunia. Itu juga perlu dikoreksi karena di  dalam banyak hal Indonesia sebagai negara G-20 kita bisa secara cukup  influential berperan mendukung pengambilan kebijakan,&amp;rdquo; katanya.

Meskipun begitu, wanita yang kerap disapa Ani itu mengapresiasi  kritikan yang dilayangkan kepada pemerintah. Dirinya berharap, bisa  berdiskusi lebih lanjut untuk mendapatkan masukan mengenai arah  kebijakan peerintah ke depan.

&amp;ldquo;Jadi mungkin saya nanti Indef kita boleh bertukar pikiran seperti  kata Pak Didik we are talking about policy and the nature of Indonesia.  Dan kita boleh bicara tentang banyak hal tapi tidak personalize dan  tidak boleh berdasarkan landasan pada kebencian atau hate,&quot; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membantah ungkapan jika pemerintah terlalu bergantung pada negara lain untuk mendonngkrak pertumbuhan ekonomi. Hal ini menjawab pernyataan Indef jika Indonesia terlalu bergantung pada negara lain.
&amp;nbsp;Baca Juga: Boediono Cermati Pidato Jokowi: Pahit tapi Hasilnya Luar Biasa
Mantan Direkutur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, bukan hanya Indonesia saja yang terlalu bergantung pada negara lain. Sebab seluruh negara di dunia saling ketergantungan baik dari sisi hubungan bilateral maupun hubungan dalam menciptakan perdamaian dunia.

&amp;ldquo;Kemudian catatan kedua dari pendapat Esther (Indef) ketidaktergantungan Indonesia dengan negara lain. Sharing satu dunia yang sama, bumi yang sama jadi globalisasi dan saling membutuhkan adalah suatu keniscayaan,&amp;rdquo; ujarnya dalam sebuah diskusi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (16/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Pidato Jokowi dan Indonesia Diharapkan seperti The Hobbit Ambil Peranan Penting
Lagipula lanjut Sri Mulyani, pada saat pendirian negara Indonesia ini memiliki misi untuk menciptakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi hingga kesejahteraan. Misi tersebut bahkan telah tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

&amp;ldquo;Waktu Indonesia didirikan pun kita punya ambisi untuk menciptakan perdamaian dunia berdasarkan kesejahteraan, kedamaian menciptakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi. itu saja sudah menggambarkan bahwa kita itu memiliki cita-cita yang mewakili Indonesia,&amp;rdquo; katanya.
Lalu Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga ingin membantah  jika Indonesia sebagai negara kecil sering diremehkan oleh negara  lainnya. Menurutnya, Indonesia mempunyai kapasitas untuk menjadi negara  besar dan terpandang karena saat ini Indonesia masuk kedalam anggota  G-20.

&quot;Tadi juga mengatakan seolah-olah Presiden Jokowi sebagai pemimpin  negara kecil yang diremehkan dunia. Itu juga perlu dikoreksi karena di  dalam banyak hal Indonesia sebagai negara G-20 kita bisa secara cukup  influential berperan mendukung pengambilan kebijakan,&amp;rdquo; katanya.

Meskipun begitu, wanita yang kerap disapa Ani itu mengapresiasi  kritikan yang dilayangkan kepada pemerintah. Dirinya berharap, bisa  berdiskusi lebih lanjut untuk mendapatkan masukan mengenai arah  kebijakan peerintah ke depan.

&amp;ldquo;Jadi mungkin saya nanti Indef kita boleh bertukar pikiran seperti  kata Pak Didik we are talking about policy and the nature of Indonesia.  Dan kita boleh bicara tentang banyak hal tapi tidak personalize dan  tidak boleh berdasarkan landasan pada kebencian atau hate,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
