<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkeu Masih Pikir-Pikir Lakukan Perubahan APBN 2019</title><description>Pemerintah masih menimbang-nimbang untuk melakukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN-P) 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/16/20/2079811/menkeu-masih-pikir-pikir-lakukan-perubahan-apbn-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/16/20/2079811/menkeu-masih-pikir-pikir-lakukan-perubahan-apbn-2019"/><item><title>Menkeu Masih Pikir-Pikir Lakukan Perubahan APBN 2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/16/20/2079811/menkeu-masih-pikir-pikir-lakukan-perubahan-apbn-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/16/20/2079811/menkeu-masih-pikir-pikir-lakukan-perubahan-apbn-2019</guid><pubDate>Selasa 16 Juli 2019 21:01 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/16/20/2079811/menkeu-masih-pikir-pikir-lakukan-perubahan-apbn-2019-8raJyX09Ar.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/16/20/2079811/menkeu-masih-pikir-pikir-lakukan-perubahan-apbn-2019-8raJyX09Ar.jpg</image><title>Sri Mulyani (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah masih menimbang-nimbang untuk melakukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN-P) 2019.  Di sisi lain, berdasarkan capaian kinerja APBN masih sesuai trek, namun dilain pihak ada beberapa pos yang perlu dilakukan penyesuaian.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, hingga akhir semester I tahun ini kondisi ekonomi makro masih dalam rentang proyeksi yang ditetapkan. Selain itu, kondisi pada tahun ini juga sesuai dengan apa yang diproyeksikan pada tahun 2018 lalu.
&amp;nbsp;Baca juga: Penerimaan Negara Capai Rp898,8 Triliun di Semester I, Sri Mulyani: Tumbuh Lemah
Dalam UU APBN 2019 pertumbuhan ekonomi tahun ini ditargetkan sebesar 5,3%. Sedangkan inflasi dipatok dengan angka sebesar 3,5% plus minus 1%.
&amp;nbsp;
Sementara untuk tingkat suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) tiga bulan sebesar 5,3%. Kemudian untuk harga minyak mentah Indonesia sebesar USD70 per barel, dan lifting gas 1,25 juta barel setara minyak per hari.
&amp;nbsp;Baca juga: Defisit APBN 2019 Melebar, Tembus Rp135,7 Triliun pada Semester I
Sementara penerimaan perpajakan ditargetkan sebesar Rp 1.786,4 triliun, lebih tinggi dari sebelumnya Rp 1.781 triliun dengan tax ratio sebesar 12,2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sedangkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) ditargetkan Rp 378,3 triliun dari sebelumnya Rp 361,1 triliun

&amp;ldquo;Kita lihat dari semester satu dan outlook masih di dalam range, jadi kita juga akan melihat sama seperti kondisi tahun 2018,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Gedung DPR-RI, Jakarta, Selasa (16/7/2019).
Di sisi lain, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu pun menyebut  ada beberapa perubahan yang akan dilakukan . Namun mengenai  mekanismenya, dirinya akan terus berkomunikasi dengan Badan Pengawasan  Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mencari mekanisme yang tepat untuk  perubahannya.

Asal tahu saja, nilai tukar rupiah mengalami perubahan menjadi  Rp15.000 per USD, dari sebelumnya dalam Nota Keuangan RAPBN 2019 sebesar  Rp 14.400 per USD.

Lifting minyak juga mengalami perubahan menjadi 775.000 barel per  hari dari sebelumnya 750.000 barel per hari. Dengan kurs Rp15.000 per  USD pendapatan negara sebesar Rp2.165,1 triliun, meningkat dari  sebelumnya dalam Nota Keuangan RAPBN 2019 sebesar Rp2.142,5 triliun.

&amp;ldquo;Kalau kemarin di dalam pembahasan kita dengan BPKP ada beberapa pos  yang perlu untuk kita koreksi nanti kita lihat mekanismenya,&amp;rdquo; ucapnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah masih menimbang-nimbang untuk melakukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN-P) 2019.  Di sisi lain, berdasarkan capaian kinerja APBN masih sesuai trek, namun dilain pihak ada beberapa pos yang perlu dilakukan penyesuaian.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, hingga akhir semester I tahun ini kondisi ekonomi makro masih dalam rentang proyeksi yang ditetapkan. Selain itu, kondisi pada tahun ini juga sesuai dengan apa yang diproyeksikan pada tahun 2018 lalu.
&amp;nbsp;Baca juga: Penerimaan Negara Capai Rp898,8 Triliun di Semester I, Sri Mulyani: Tumbuh Lemah
Dalam UU APBN 2019 pertumbuhan ekonomi tahun ini ditargetkan sebesar 5,3%. Sedangkan inflasi dipatok dengan angka sebesar 3,5% plus minus 1%.
&amp;nbsp;
Sementara untuk tingkat suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) tiga bulan sebesar 5,3%. Kemudian untuk harga minyak mentah Indonesia sebesar USD70 per barel, dan lifting gas 1,25 juta barel setara minyak per hari.
&amp;nbsp;Baca juga: Defisit APBN 2019 Melebar, Tembus Rp135,7 Triliun pada Semester I
Sementara penerimaan perpajakan ditargetkan sebesar Rp 1.786,4 triliun, lebih tinggi dari sebelumnya Rp 1.781 triliun dengan tax ratio sebesar 12,2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sedangkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) ditargetkan Rp 378,3 triliun dari sebelumnya Rp 361,1 triliun

&amp;ldquo;Kita lihat dari semester satu dan outlook masih di dalam range, jadi kita juga akan melihat sama seperti kondisi tahun 2018,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Gedung DPR-RI, Jakarta, Selasa (16/7/2019).
Di sisi lain, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu pun menyebut  ada beberapa perubahan yang akan dilakukan . Namun mengenai  mekanismenya, dirinya akan terus berkomunikasi dengan Badan Pengawasan  Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mencari mekanisme yang tepat untuk  perubahannya.

Asal tahu saja, nilai tukar rupiah mengalami perubahan menjadi  Rp15.000 per USD, dari sebelumnya dalam Nota Keuangan RAPBN 2019 sebesar  Rp 14.400 per USD.

Lifting minyak juga mengalami perubahan menjadi 775.000 barel per  hari dari sebelumnya 750.000 barel per hari. Dengan kurs Rp15.000 per  USD pendapatan negara sebesar Rp2.165,1 triliun, meningkat dari  sebelumnya dalam Nota Keuangan RAPBN 2019 sebesar Rp2.142,5 triliun.

&amp;ldquo;Kalau kemarin di dalam pembahasan kita dengan BPKP ada beberapa pos  yang perlu untuk kita koreksi nanti kita lihat mekanismenya,&amp;rdquo; ucapnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
