<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Defisit Anggaran 2019 Diproyeksi Melebar Jadi Rp310 Triliun, Sri Mulyani: Ini Tak Masalah</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan kondisi defisit anggaran melebar hingga akhir tahun 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/16/20/2079822/defisit-anggaran-2019-diproyeksi-melebar-jadi-rp310-triliun-sri-mulyani-ini-tak-masalah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/16/20/2079822/defisit-anggaran-2019-diproyeksi-melebar-jadi-rp310-triliun-sri-mulyani-ini-tak-masalah"/><item><title>Defisit Anggaran 2019 Diproyeksi Melebar Jadi Rp310 Triliun, Sri Mulyani: Ini Tak Masalah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/16/20/2079822/defisit-anggaran-2019-diproyeksi-melebar-jadi-rp310-triliun-sri-mulyani-ini-tak-masalah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/16/20/2079822/defisit-anggaran-2019-diproyeksi-melebar-jadi-rp310-triliun-sri-mulyani-ini-tak-masalah</guid><pubDate>Selasa 16 Juli 2019 21:25 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/16/20/2079822/defisit-anggaran-2019-diproyeksi-melebar-jadi-rp310-triliun-sri-mulyani-ini-tak-masalah-Q871OPP233.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/16/20/2079822/defisit-anggaran-2019-diproyeksi-melebar-jadi-rp310-triliun-sri-mulyani-ini-tak-masalah-Q871OPP233.jpg</image><title>Sri Mulyani (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan kondisi defisit anggaran melebar hingga akhir tahun 2019. Defisit tersebut diprediksi mencapai Rp310,8 triliun atau 1,93% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Padahal dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019 defisit anggaran diproyeksikan sebesar Rp296 triliun atau sekitar 1,84% dari PDB.
&amp;nbsp;Baca juga: Menkeu Masih Pikir-Pikir Lakukan Perubahan APBN 2019
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, kondisi pelebaran defisit tersebut akibat adanya tekanan yang kuat terhadap perekonomian domestik. Sehingga kondisi itu memicu terjadinya pelemahan pada penerimaan negara.
&amp;nbsp;
&quot;Defisit anggaran keseluruhan diprediksi sedikit lebih tinggi daripada defisit yang dianggarkan. Ini akibat tren pelemahan penerimaan dengan perekonomian yang mengalami tekanan,&quot; kata dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (16/7/2019).
&amp;nbsp;Baca juga: Penerimaan Negara Capai Rp898,8 Triliun di Semester I, Sri Mulyani: Tumbuh Lemah
Pemerintah memperkirakan hingga akhir tahun diprediksi pendapatan negara hanya mencapai 2.030,8 triliun atau 93,8% dari target awal sebesar Rp2.165,1 triliun. Sementara itu, belanja negara diproyeksikan mencapai Rp2.341,6 triliun atau 95,1% dari target awal Rp2.461,1 triliun.

Secara rinci, pendapatan negara tersebut bersumber dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1.643,1 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp386,3 triliun. Sedangkan belanja negara terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.527,2 triliun, serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp814,4 trilin
&amp;nbsp;Baca juga: Defisit APBN 2019 Melebar, Tembus Rp135,7 Triliun pada Semester I
Meski defisit anggaran mengalami pelebaran, namun Sri Mulyani mengklaim kondisi itu tidak akan menimbulkan persoalan secara signifikan. Termasuk, terhadap kondisi pembiayaan APBN hingga akhir tahun nanti.

&quot;Jadi, ini tidak masalah. Tidak terlalu terjadi deviasi dari sisi pembiayaan,&quot; kata dia.Adapun dengan tingkat defisit anggaran sebesar Rp310,8 triliun atau  1,93%, keseimbangan primer hingga akhir tahun diproyeksikan negatif  Rp34,7 triliun.

Sementara itu, defisit anggaran hingga semester I-2019 tercatat  sebesar Rp135,75 triliun atau setara dengan 0,84% PDB. Realisasi ini  saja sudah lebih tingga dari periode yang sama tahun 2018 sebesar  Rp110,56 triliun atau 0,75% terhadap PDB.

Realisasi defisit APBN hingga paruh pertama tahun 2019 itu  dikarenakan pendapatan negara hanya Rp898,8 triliun atau 41,5% dari  target, sedangkan realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp1.034,5  triliun atau sudah 42,03% dari pagu APBN 2019.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan kondisi defisit anggaran melebar hingga akhir tahun 2019. Defisit tersebut diprediksi mencapai Rp310,8 triliun atau 1,93% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Padahal dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019 defisit anggaran diproyeksikan sebesar Rp296 triliun atau sekitar 1,84% dari PDB.
&amp;nbsp;Baca juga: Menkeu Masih Pikir-Pikir Lakukan Perubahan APBN 2019
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, kondisi pelebaran defisit tersebut akibat adanya tekanan yang kuat terhadap perekonomian domestik. Sehingga kondisi itu memicu terjadinya pelemahan pada penerimaan negara.
&amp;nbsp;
&quot;Defisit anggaran keseluruhan diprediksi sedikit lebih tinggi daripada defisit yang dianggarkan. Ini akibat tren pelemahan penerimaan dengan perekonomian yang mengalami tekanan,&quot; kata dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (16/7/2019).
&amp;nbsp;Baca juga: Penerimaan Negara Capai Rp898,8 Triliun di Semester I, Sri Mulyani: Tumbuh Lemah
Pemerintah memperkirakan hingga akhir tahun diprediksi pendapatan negara hanya mencapai 2.030,8 triliun atau 93,8% dari target awal sebesar Rp2.165,1 triliun. Sementara itu, belanja negara diproyeksikan mencapai Rp2.341,6 triliun atau 95,1% dari target awal Rp2.461,1 triliun.

Secara rinci, pendapatan negara tersebut bersumber dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1.643,1 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp386,3 triliun. Sedangkan belanja negara terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.527,2 triliun, serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp814,4 trilin
&amp;nbsp;Baca juga: Defisit APBN 2019 Melebar, Tembus Rp135,7 Triliun pada Semester I
Meski defisit anggaran mengalami pelebaran, namun Sri Mulyani mengklaim kondisi itu tidak akan menimbulkan persoalan secara signifikan. Termasuk, terhadap kondisi pembiayaan APBN hingga akhir tahun nanti.

&quot;Jadi, ini tidak masalah. Tidak terlalu terjadi deviasi dari sisi pembiayaan,&quot; kata dia.Adapun dengan tingkat defisit anggaran sebesar Rp310,8 triliun atau  1,93%, keseimbangan primer hingga akhir tahun diproyeksikan negatif  Rp34,7 triliun.

Sementara itu, defisit anggaran hingga semester I-2019 tercatat  sebesar Rp135,75 triliun atau setara dengan 0,84% PDB. Realisasi ini  saja sudah lebih tingga dari periode yang sama tahun 2018 sebesar  Rp110,56 triliun atau 0,75% terhadap PDB.

Realisasi defisit APBN hingga paruh pertama tahun 2019 itu  dikarenakan pendapatan negara hanya Rp898,8 triliun atau 41,5% dari  target, sedangkan realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp1.034,5  triliun atau sudah 42,03% dari pagu APBN 2019.</content:encoded></item></channel></rss>
