<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Selama 6 Bulan Puradelta Lestari Jual Lahan Industri 25,3 Ha</title><description>Kejar target penjualan, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) masih fokus mengembangkan kawasan industri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/16/278/2079482/selama-6-bulan-puradelta-lestari-jual-lahan-industri-25-3-ha</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/16/278/2079482/selama-6-bulan-puradelta-lestari-jual-lahan-industri-25-3-ha"/><item><title>   Selama 6 Bulan Puradelta Lestari Jual Lahan Industri 25,3 Ha</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/16/278/2079482/selama-6-bulan-puradelta-lestari-jual-lahan-industri-25-3-ha</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/16/278/2079482/selama-6-bulan-puradelta-lestari-jual-lahan-industri-25-3-ha</guid><pubDate>Selasa 16 Juli 2019 11:14 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/16/278/2079482/selama-6-bulan-puradelta-lestari-jual-lahan-industri-25-3-ha-rzNkixdQ5k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Kawasan Industri (Kemenperin)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/16/278/2079482/selama-6-bulan-puradelta-lestari-jual-lahan-industri-25-3-ha-rzNkixdQ5k.jpg</image><title>Foto: Kawasan Industri (Kemenperin)</title></images><description>JAKARTA - Kejar target penjualan, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) masih fokus mengembangkan kawasan industri. Apalagi, perseroan menerima permintaan lahan industri seluas 150 hektare pada tahun ini.

&amp;ldquo;Prospek pengembangan kawasan industri pada tahun ini memang lebih baik dibandingkan tahun lalu,&amp;rdquo; kata Investor Relations Manager DMAS Ricardo Arif Dharmawan seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Selasa (16/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Permintaan Lahan di Kawasan Industri GIIC hingga 100 Hektare
Disampaikannya, pembangunan infrastruktur oleh pemerintah menjadi katalis positif bagi DMAS. Dirinya menuturkan, dibangunnya jalan tol layang Jakarta-Cikampek, jalan tol Cimanggis-Cibitung, jalan tol Cibitung-Tanjung Priok, jalan Tol Jakarta-Cikampek 2 Selatan, hingga jalan tol Becakayu bisa menunjang kegiatan industri di kawasan Kota Deltamas.

Selain itu, DMAS juga melihat beberapa insentif yang dikeluarkan oleh pemerintah bisa menjadi pendorong bisnis kawasan industri. &amp;ldquo;Pemerintah semakin memacu agar investasi di sektor riil juga bisa bertumbuh,&amp;rdquo; ujar Ricardo.
&amp;nbsp;Baca Juga: Laba Puradelta Lestari Turun 24,43%
Sepanjang semester I, DMAS berhasil mencatatkan marketing sales sebesar Rp1,22 triliun. Angka itu tinggal beberapa persen lagi dari target yang dicanangkan oleh perusahaan yakni sebesar Rp1,25 triliun.

Asal tahu, DMAS membanderol tanahnya dengan nilai Rp2,5 juta per meter persegi. Di paruh pertama tahun ini, DMAS berhasil menjual sekitar 25,3 hektare lahan industri.
Kata Ricardo, untuk pembelian untuk segmen industri didominasi oleh  permintaan lahan dari sektor otomotif. Sedangkan untuk segmen komersial  DMAS berhasil menjual sekitar 12 hektare lahan. Menurut  dia,beroperasinya Cikarang Japanese School di Kota Deltamas turut  mendorong permintaan lahan di sekitartempat itu.

Raihan itu lebih baik dari semester I tahun lalu. Ricardo mengatakan  sepanjang semester I tahun lalu, DMAS hanya mencatatkan marketing sales  sebesar Rp561 miliar. Bila dibandingkan dengan semester I tahun ini,  maka DMAS mengalami pertumbuhan marketing sales sebesar 46%.

Sedangkan total marketing sales DMAS tahun lalu hanya mencapai Rp 884  miliar. &amp;ldquo;Capaian tahun lalu memang sulit. Bahkan mungkin yang paling  sulit dalam kurun waktu 5 tahun ke belakang,&amp;rdquo; tandas Ricardo</description><content:encoded>JAKARTA - Kejar target penjualan, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) masih fokus mengembangkan kawasan industri. Apalagi, perseroan menerima permintaan lahan industri seluas 150 hektare pada tahun ini.

&amp;ldquo;Prospek pengembangan kawasan industri pada tahun ini memang lebih baik dibandingkan tahun lalu,&amp;rdquo; kata Investor Relations Manager DMAS Ricardo Arif Dharmawan seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Selasa (16/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Permintaan Lahan di Kawasan Industri GIIC hingga 100 Hektare
Disampaikannya, pembangunan infrastruktur oleh pemerintah menjadi katalis positif bagi DMAS. Dirinya menuturkan, dibangunnya jalan tol layang Jakarta-Cikampek, jalan tol Cimanggis-Cibitung, jalan tol Cibitung-Tanjung Priok, jalan Tol Jakarta-Cikampek 2 Selatan, hingga jalan tol Becakayu bisa menunjang kegiatan industri di kawasan Kota Deltamas.

Selain itu, DMAS juga melihat beberapa insentif yang dikeluarkan oleh pemerintah bisa menjadi pendorong bisnis kawasan industri. &amp;ldquo;Pemerintah semakin memacu agar investasi di sektor riil juga bisa bertumbuh,&amp;rdquo; ujar Ricardo.
&amp;nbsp;Baca Juga: Laba Puradelta Lestari Turun 24,43%
Sepanjang semester I, DMAS berhasil mencatatkan marketing sales sebesar Rp1,22 triliun. Angka itu tinggal beberapa persen lagi dari target yang dicanangkan oleh perusahaan yakni sebesar Rp1,25 triliun.

Asal tahu, DMAS membanderol tanahnya dengan nilai Rp2,5 juta per meter persegi. Di paruh pertama tahun ini, DMAS berhasil menjual sekitar 25,3 hektare lahan industri.
Kata Ricardo, untuk pembelian untuk segmen industri didominasi oleh  permintaan lahan dari sektor otomotif. Sedangkan untuk segmen komersial  DMAS berhasil menjual sekitar 12 hektare lahan. Menurut  dia,beroperasinya Cikarang Japanese School di Kota Deltamas turut  mendorong permintaan lahan di sekitartempat itu.

Raihan itu lebih baik dari semester I tahun lalu. Ricardo mengatakan  sepanjang semester I tahun lalu, DMAS hanya mencatatkan marketing sales  sebesar Rp561 miliar. Bila dibandingkan dengan semester I tahun ini,  maka DMAS mengalami pertumbuhan marketing sales sebesar 46%.

Sedangkan total marketing sales DMAS tahun lalu hanya mencapai Rp 884  miliar. &amp;ldquo;Capaian tahun lalu memang sulit. Bahkan mungkin yang paling  sulit dalam kurun waktu 5 tahun ke belakang,&amp;rdquo; tandas Ricardo</content:encoded></item></channel></rss>
