<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bisnis Lesu, Penjualan Semen Indonesia Turun 4,86%</title><description>Lesunya penjualan semen di semester pertama 2019, dirasakan betul bagi produsen semen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/16/278/2079567/bisnis-lesu-penjualan-semen-indonesia-turun-4-86</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/16/278/2079567/bisnis-lesu-penjualan-semen-indonesia-turun-4-86"/><item><title>Bisnis Lesu, Penjualan Semen Indonesia Turun 4,86%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/16/278/2079567/bisnis-lesu-penjualan-semen-indonesia-turun-4-86</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/16/278/2079567/bisnis-lesu-penjualan-semen-indonesia-turun-4-86</guid><pubDate>Selasa 16 Juli 2019 13:46 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/16/278/2079567/bisnis-lesu-penjualan-semen-indonesia-turun-4-86-gD1ENG7f7e.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/16/278/2079567/bisnis-lesu-penjualan-semen-indonesia-turun-4-86-gD1ENG7f7e.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Lesunya penjualan semen di semester pertama 2019, dirasakan betul bagi produsen semen. Salah satunya PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) yang mencatatkan penjualan sepanjang semester pertama tahun ini terkoreksi 4,86% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Sepanjang semester I/2019, SMGR itu mencatatkan penjualan semen sebanyak 12,74 juta ton, turun 4,86% dari 13,39 juta ton pada semester I/2018. Penjualan itu terdiri atas penjualan domestik sebanyak 11,21 juta ton lebih rendah 5,14% dibandingkan tahun sebelumnya 11,82 juta ton.
&amp;nbsp;Baca Juga: Semen Indonesia Bagi Dividen Rp1,23 Triliun
Sementara itu, untuk penjualan semen untuk pasar ekspor tercatat terkoreksi 2,79% menjadi 1,52 juta ton dibandingkan dengan realisasi pada tahun sebelumnya yang tercatat 1,57 juta ton.

Di sisi lain, penjualan semen SMGR pada Juni 2019 tercatat meningkat tipis 0,58% menjadi 1,58 juta ton dari catatan tahun sebelumnya 1,57 juta ton. Pada periode tersebut, penjualan semen domestik naik 11,53% secara tahunan menjadi 1,43 juta ton dan penjualan semen untuk pasar ekspor terkoreksi cukup dalam 48,28% year-on-year menjadi 148.857 ton.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pendapatan Naik, Laba Bersih Semen Indonesia Anjlok 42%
Realisasi penjualan semen pada Juni 2019 lebih rendah 31,89% dibandingkan dengan realisasi penjualan semen pada Mei 2019, dengan penjualan domestik yang terkoreksi 28,14% dan penjualan ekspor yang terkoreksi 54,55%. Pada 6 bulan pertama 2019, total volume penjualan industri semen mencapai 28,24 juta ton. Jumlah itu menyusut 1,91% dari 28,79 juta ton pada semester I/2018.

Sebaliknya, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) malah mengalami pertumbuhan, baik dari permintaan maupun produksi. Meski harus diakui pertumbuhannya berada dalam rentang mini. Produksi semen SMBR mengalami pertumbuhan yang stagnan. Sepanjang semester I-2019, SMBR memproduksi 897.893 ton. Jumlah itu lebih tinggi sekitar 1% dari tahun lalu.

&amp;ldquo;Semester satu 2018 kapasitas produksi kami sebesar 887.047 ton,&amp;rdquo; kata Direktur Keuangan Semen Baturaja Dede Parasede seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Selasa (16/7/2019).
Penjualan semen SMBR juga mengalami pertumbuhan. Dede mengatakan  realisasi penjualan semen semester I perusahaannya mencapai 880.000 ton.  Periode yang sama tahun lalu, SMBR mencatatkan sales sebesar 866.000  ton.

&amp;ldquo;Meski tipis hanya sekitar 2%, namun itu kondisi yang bagus di tengah kondisi konsumsi semen nasional yang lesu,&amp;rdquo;ujar Dede.

Kalau dihitung, realisasi penjualan semen SMBR mencapai sekitar 40%  dari total target tahun ini. Tahun ini,Dede berharap pihaknya  mencatatkan penjualan semen hingga mencapai 2,3 juta ton. Dede  optimistis perusahaannya bisa memacu bisnis di semester kedua. Dede  mengakui, tipisnya pertumbuhan produksi dan penjualan semen SMBR tak  dapat dilepaskan dari tertundanya beberapa proyek.

&amp;ldquo;Demand sepanjang semester I banyak tertahan karena sepertinya  pihak-pihak tertentu masih memantau kepastian politik,&amp;rdquo; kata Dede.

Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI), Widodo Santoso pernah  bilang, buruknya serapan semen pada paruh pertama tahun ini karena  proyek-proyek belum dimulai. Disampaikannya, konsumsi semen pada Juni  anjlok 27,4% secara bulanan menjadi 2,7 juta ton. Namun, konsumsi semen  pada Juni naik 12,8% secara tahunan. Widodo menduga hal tersebut  disebabkan oleh libur lebaran selama 10 hari.</description><content:encoded>JAKARTA - Lesunya penjualan semen di semester pertama 2019, dirasakan betul bagi produsen semen. Salah satunya PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) yang mencatatkan penjualan sepanjang semester pertama tahun ini terkoreksi 4,86% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Sepanjang semester I/2019, SMGR itu mencatatkan penjualan semen sebanyak 12,74 juta ton, turun 4,86% dari 13,39 juta ton pada semester I/2018. Penjualan itu terdiri atas penjualan domestik sebanyak 11,21 juta ton lebih rendah 5,14% dibandingkan tahun sebelumnya 11,82 juta ton.
&amp;nbsp;Baca Juga: Semen Indonesia Bagi Dividen Rp1,23 Triliun
Sementara itu, untuk penjualan semen untuk pasar ekspor tercatat terkoreksi 2,79% menjadi 1,52 juta ton dibandingkan dengan realisasi pada tahun sebelumnya yang tercatat 1,57 juta ton.

Di sisi lain, penjualan semen SMGR pada Juni 2019 tercatat meningkat tipis 0,58% menjadi 1,58 juta ton dari catatan tahun sebelumnya 1,57 juta ton. Pada periode tersebut, penjualan semen domestik naik 11,53% secara tahunan menjadi 1,43 juta ton dan penjualan semen untuk pasar ekspor terkoreksi cukup dalam 48,28% year-on-year menjadi 148.857 ton.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pendapatan Naik, Laba Bersih Semen Indonesia Anjlok 42%
Realisasi penjualan semen pada Juni 2019 lebih rendah 31,89% dibandingkan dengan realisasi penjualan semen pada Mei 2019, dengan penjualan domestik yang terkoreksi 28,14% dan penjualan ekspor yang terkoreksi 54,55%. Pada 6 bulan pertama 2019, total volume penjualan industri semen mencapai 28,24 juta ton. Jumlah itu menyusut 1,91% dari 28,79 juta ton pada semester I/2018.

Sebaliknya, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) malah mengalami pertumbuhan, baik dari permintaan maupun produksi. Meski harus diakui pertumbuhannya berada dalam rentang mini. Produksi semen SMBR mengalami pertumbuhan yang stagnan. Sepanjang semester I-2019, SMBR memproduksi 897.893 ton. Jumlah itu lebih tinggi sekitar 1% dari tahun lalu.

&amp;ldquo;Semester satu 2018 kapasitas produksi kami sebesar 887.047 ton,&amp;rdquo; kata Direktur Keuangan Semen Baturaja Dede Parasede seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Selasa (16/7/2019).
Penjualan semen SMBR juga mengalami pertumbuhan. Dede mengatakan  realisasi penjualan semen semester I perusahaannya mencapai 880.000 ton.  Periode yang sama tahun lalu, SMBR mencatatkan sales sebesar 866.000  ton.

&amp;ldquo;Meski tipis hanya sekitar 2%, namun itu kondisi yang bagus di tengah kondisi konsumsi semen nasional yang lesu,&amp;rdquo;ujar Dede.

Kalau dihitung, realisasi penjualan semen SMBR mencapai sekitar 40%  dari total target tahun ini. Tahun ini,Dede berharap pihaknya  mencatatkan penjualan semen hingga mencapai 2,3 juta ton. Dede  optimistis perusahaannya bisa memacu bisnis di semester kedua. Dede  mengakui, tipisnya pertumbuhan produksi dan penjualan semen SMBR tak  dapat dilepaskan dari tertundanya beberapa proyek.

&amp;ldquo;Demand sepanjang semester I banyak tertahan karena sepertinya  pihak-pihak tertentu masih memantau kepastian politik,&amp;rdquo; kata Dede.

Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI), Widodo Santoso pernah  bilang, buruknya serapan semen pada paruh pertama tahun ini karena  proyek-proyek belum dimulai. Disampaikannya, konsumsi semen pada Juni  anjlok 27,4% secara bulanan menjadi 2,7 juta ton. Namun, konsumsi semen  pada Juni naik 12,8% secara tahunan. Widodo menduga hal tersebut  disebabkan oleh libur lebaran selama 10 hari.</content:encoded></item></channel></rss>
