<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos OJK: Rentenir Sulit Diberantas</title><description>Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebut alasan rentenir sulit diberantas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/16/320/2079606/bos-ojk-rentenir-sulit-diberantas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/16/320/2079606/bos-ojk-rentenir-sulit-diberantas"/><item><title>Bos OJK: Rentenir Sulit Diberantas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/16/320/2079606/bos-ojk-rentenir-sulit-diberantas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/16/320/2079606/bos-ojk-rentenir-sulit-diberantas</guid><pubDate>Selasa 16 Juli 2019 14:50 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/16/320/2079606/bos-ojk-rentenir-sulit-diberantas-1dQxMoLI1k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/16/320/2079606/bos-ojk-rentenir-sulit-diberantas-1dQxMoLI1k.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebut alasan rentenir sulit diberantas karena antara pihak peminjam dan memberikan pinjaman saling merasakan manfaat meski harus terbebani dengan bunga yang besar.
&quot;Gimana melarangnya? Itu sudah bertahun-tahun ekosistem itu terjadi dan saling menguntungkan, yang pinjam untung karena ke bank enggak boleh masuk,&quot; ujar Wimboh seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Selasa (16/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: JK Serukan agar Masyarakat Jauhi Rentenir
Dia menceritakan ketika datang ke suatu pasar, hampir seluruh pedagang meminjam uang ke rentenir. Kondisi itu didasari atas keperluan yang mendesak sementara akses untuk bank sangat sulit.
Berhubung hanya rentenir saja yang menyediakan uang dengan cepat tanpa syarat-syarat yang rumit, maka pedagang lebih memilih meminjam uang secara mudah meski bunga yang harus dibayarkan hampir setengahnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Fintech, Bunga Tinggi dan Rentenir Digital
&quot;Saya pernah datang ke pasar di Boyolali, pedagangnya semuanya pinjamnya ke rentenir. Jadi siapa yang perlu di sana boleh pinjam, tidak pake jaminan, tidak pake KTP karena mereka sudah saling mengenal,&quot; kata dia.Di sisi lain, menurut Wimboh, alasan para rentenir sulit diberantas  karena mereka mampu mengambil pasar yang tidak bisa diakses oleh  perbankan.
&quot;Itu mau ditangkep lebih banyak dari yang mau nangkepnya. Mereka ga nyalahi aturan tapi etika,&quot; katanya.
Menurut Wimboh, kondisi serupa terjadi pula pada aplikasi teknologi  finansial (Tekfin). Saat ditemukan adanya kejanggalan kemudian OJK  memblokirnya, Tekfin ilegal tinggal kembali membuat aplikasi baru.
Ia juga menyoroti adanya pelanggaran etika baik dari aplikasi maupun  peminjam. Tekfin ilegal bisa memberikan pinjaman tanpa ada batas  nominal, sementara si peminjam bisa mengajukan pinjaman hingga beberapa  kali dalam satu periode tertentu.
&quot;Yang pinjem enggak punya etika, ditagih ribut mengadu ke mana-mana.  Apalagi teknologi, kita larang dia bisa sembunyi di mana saja,&quot; kata  dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebut alasan rentenir sulit diberantas karena antara pihak peminjam dan memberikan pinjaman saling merasakan manfaat meski harus terbebani dengan bunga yang besar.
&quot;Gimana melarangnya? Itu sudah bertahun-tahun ekosistem itu terjadi dan saling menguntungkan, yang pinjam untung karena ke bank enggak boleh masuk,&quot; ujar Wimboh seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Selasa (16/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: JK Serukan agar Masyarakat Jauhi Rentenir
Dia menceritakan ketika datang ke suatu pasar, hampir seluruh pedagang meminjam uang ke rentenir. Kondisi itu didasari atas keperluan yang mendesak sementara akses untuk bank sangat sulit.
Berhubung hanya rentenir saja yang menyediakan uang dengan cepat tanpa syarat-syarat yang rumit, maka pedagang lebih memilih meminjam uang secara mudah meski bunga yang harus dibayarkan hampir setengahnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Fintech, Bunga Tinggi dan Rentenir Digital
&quot;Saya pernah datang ke pasar di Boyolali, pedagangnya semuanya pinjamnya ke rentenir. Jadi siapa yang perlu di sana boleh pinjam, tidak pake jaminan, tidak pake KTP karena mereka sudah saling mengenal,&quot; kata dia.Di sisi lain, menurut Wimboh, alasan para rentenir sulit diberantas  karena mereka mampu mengambil pasar yang tidak bisa diakses oleh  perbankan.
&quot;Itu mau ditangkep lebih banyak dari yang mau nangkepnya. Mereka ga nyalahi aturan tapi etika,&quot; katanya.
Menurut Wimboh, kondisi serupa terjadi pula pada aplikasi teknologi  finansial (Tekfin). Saat ditemukan adanya kejanggalan kemudian OJK  memblokirnya, Tekfin ilegal tinggal kembali membuat aplikasi baru.
Ia juga menyoroti adanya pelanggaran etika baik dari aplikasi maupun  peminjam. Tekfin ilegal bisa memberikan pinjaman tanpa ada batas  nominal, sementara si peminjam bisa mengajukan pinjaman hingga beberapa  kali dalam satu periode tertentu.
&quot;Yang pinjem enggak punya etika, ditagih ribut mengadu ke mana-mana.  Apalagi teknologi, kita larang dia bisa sembunyi di mana saja,&quot; kata  dia.</content:encoded></item></channel></rss>
