<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Volume Penjualan Semen SMCB Turun 3,3% Jadi 4,69 Juta Ton</title><description>Melorotnya penjualan PT Semen Indonesia juga dirasakan oleh anak usahanya PT Solusi Bangun Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/17/278/2080015/volume-penjualan-semen-smcb-turun-3-3-jadi-4-69-juta-ton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/17/278/2080015/volume-penjualan-semen-smcb-turun-3-3-jadi-4-69-juta-ton"/><item><title>Volume Penjualan Semen SMCB Turun 3,3% Jadi 4,69 Juta Ton</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/17/278/2080015/volume-penjualan-semen-smcb-turun-3-3-jadi-4-69-juta-ton</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/17/278/2080015/volume-penjualan-semen-smcb-turun-3-3-jadi-4-69-juta-ton</guid><pubDate>Rabu 17 Juli 2019 12:29 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/17/278/2080015/volume-penjualan-semen-smcb-turun-3-3-jadi-4-69-juta-ton-IEOI8GielF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/17/278/2080015/volume-penjualan-semen-smcb-turun-3-3-jadi-4-69-juta-ton-IEOI8GielF.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description> 
JAKARTA - Melorotnya penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di semester pertama tahun ini, juga dirasakan oleh anak usahanya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB).

Perseroan mengungkapkan, volume penjualan semen di semester pertama terkoreksi 3,30% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan yang tercatat berjumlah 4,69 juta ton dari 4,85 juta ton.
&amp;nbsp;Baca Juga: Volume Penjualan Semen Holcim Merosot 14,56%
Perusahaan yang dulunya bernama PT Holcim Indonesia Tbk. tersebut menjual sebanyak 4,45 juta ton semen di dalam negeri sepanjang semester I/2019, jumlah tersebut terkoreksi 2,13% dari realisasi 2018.

Sementara itu, volume penjualan ekspor jumlahnya turun 20,87% menjadi 240.060 ton dari realisasi tahun sebelumnya yang tercatat 303.373 ton. Demikian seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Pada Juni 2019, volume penjualan semen domestik Solusi Bangun Indonesia tercatat meningkat 3,49% menjadi 534.402 ton dibandingkan dengan Juni 2018 yang tercatat 516.362 ton.
&amp;nbsp;Baca Juga: Holcim Ganti Nama Jadi Solusi Bangun Indonesia
Untuk penjualan ke pasar ekspor tercatat meningkat 92,26% menjadi 31.613 ton dari tahun sebelumnya 16.443 ton. Realisasi volume penjualan pada Juni 2019 tercatat lebih lemah 29,55% dibandingkan dengan Mei 2019 yang sebelumnya tercatat 3,35 juta ton. Penjualan semen domestik pada Juni 2019 terkoreksi 29,77%, sedangkan penjualan semen ekspor terkoreksi 53,53%.

Menjadi bagian dari Semen Indonesia, perseroan akan memperlebar sayap grup Semen Indonesia khususnya di daerah seperti Sumatera dan Jawa Barat.
SMCB selama ini selain menjual semen curah dan kantung, perseroan  diketahui juga menyediakan solusi agregat dan beton inovatif mulai dari  ready mix hingga mortar. Perseroan sendiri akan dikelola oleh PT Semen  Indonesia Industri Bangunan (SIIB) sebagai bagian dari SMGR.

Saat ini setidaknya SMCB memiliki sekitar 30 ready mix plant. Soal  bisnis produk turunan semen, bagi SMCB rata-rata porsinya masih sekitar  30% dari bisnis perseroan sedangkan sebagian besarnya 70% dari semen  curah dan kantung. Tahun ini, perseroan tidak mematok target yang  terlalu tinggi. Perseroan hanya akan fokus menjaga pangsa pasar  penjualan semen hingga akhir tahun stabil pada 15%.

Direktur Solusi Bangun Indonesia, Agung Wiharto pernah bilang bahwa  pada awal tahun, pasar penjualan semen dalam negeri masih mengalami  tekanan-tekanan yang disebabkan berbagai faktor. Kondisi tersebut terus  berlanjut hingga periode kuartal II/2019 yang akan habis. Selain itu,  kondisi keuangan perseroan yang belum stabil, membuat perseroan tidak  mematok target yang terlalu besar pada tahun ini.

Adapun, hingga Mei 2019, SMCB tersebut menguasai 15,3% pangsa pasar  semen dalam negeri.&amp;ldquo;Kami perkirakan pada semester II bisa tumbuh di atas  3% (industri) dan harapannya bisa tumbuh, paling tidak kami bisa  menjaga market share kami seperti tahun lalu,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Melorotnya penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di semester pertama tahun ini, juga dirasakan oleh anak usahanya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB).

Perseroan mengungkapkan, volume penjualan semen di semester pertama terkoreksi 3,30% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan yang tercatat berjumlah 4,69 juta ton dari 4,85 juta ton.
&amp;nbsp;Baca Juga: Volume Penjualan Semen Holcim Merosot 14,56%
Perusahaan yang dulunya bernama PT Holcim Indonesia Tbk. tersebut menjual sebanyak 4,45 juta ton semen di dalam negeri sepanjang semester I/2019, jumlah tersebut terkoreksi 2,13% dari realisasi 2018.

Sementara itu, volume penjualan ekspor jumlahnya turun 20,87% menjadi 240.060 ton dari realisasi tahun sebelumnya yang tercatat 303.373 ton. Demikian seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Pada Juni 2019, volume penjualan semen domestik Solusi Bangun Indonesia tercatat meningkat 3,49% menjadi 534.402 ton dibandingkan dengan Juni 2018 yang tercatat 516.362 ton.
&amp;nbsp;Baca Juga: Holcim Ganti Nama Jadi Solusi Bangun Indonesia
Untuk penjualan ke pasar ekspor tercatat meningkat 92,26% menjadi 31.613 ton dari tahun sebelumnya 16.443 ton. Realisasi volume penjualan pada Juni 2019 tercatat lebih lemah 29,55% dibandingkan dengan Mei 2019 yang sebelumnya tercatat 3,35 juta ton. Penjualan semen domestik pada Juni 2019 terkoreksi 29,77%, sedangkan penjualan semen ekspor terkoreksi 53,53%.

Menjadi bagian dari Semen Indonesia, perseroan akan memperlebar sayap grup Semen Indonesia khususnya di daerah seperti Sumatera dan Jawa Barat.
SMCB selama ini selain menjual semen curah dan kantung, perseroan  diketahui juga menyediakan solusi agregat dan beton inovatif mulai dari  ready mix hingga mortar. Perseroan sendiri akan dikelola oleh PT Semen  Indonesia Industri Bangunan (SIIB) sebagai bagian dari SMGR.

Saat ini setidaknya SMCB memiliki sekitar 30 ready mix plant. Soal  bisnis produk turunan semen, bagi SMCB rata-rata porsinya masih sekitar  30% dari bisnis perseroan sedangkan sebagian besarnya 70% dari semen  curah dan kantung. Tahun ini, perseroan tidak mematok target yang  terlalu tinggi. Perseroan hanya akan fokus menjaga pangsa pasar  penjualan semen hingga akhir tahun stabil pada 15%.

Direktur Solusi Bangun Indonesia, Agung Wiharto pernah bilang bahwa  pada awal tahun, pasar penjualan semen dalam negeri masih mengalami  tekanan-tekanan yang disebabkan berbagai faktor. Kondisi tersebut terus  berlanjut hingga periode kuartal II/2019 yang akan habis. Selain itu,  kondisi keuangan perseroan yang belum stabil, membuat perseroan tidak  mematok target yang terlalu besar pada tahun ini.

Adapun, hingga Mei 2019, SMCB tersebut menguasai 15,3% pangsa pasar  semen dalam negeri.&amp;ldquo;Kami perkirakan pada semester II bisa tumbuh di atas  3% (industri) dan harapannya bisa tumbuh, paling tidak kami bisa  menjaga market share kami seperti tahun lalu,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
