<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sempat Ambruk, Ditjen Bina Marga Akan Sidak ke Proyek Tol BORR</title><description>Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan mengecek secara  berkala pembangunan jalan tol lingkar luar alias BORR.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/17/320/2080071/sempat-ambruk-ditjen-bina-marga-akan-sidak-ke-proyek-tol-borr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/17/320/2080071/sempat-ambruk-ditjen-bina-marga-akan-sidak-ke-proyek-tol-borr"/><item><title>Sempat Ambruk, Ditjen Bina Marga Akan Sidak ke Proyek Tol BORR</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/17/320/2080071/sempat-ambruk-ditjen-bina-marga-akan-sidak-ke-proyek-tol-borr</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/17/320/2080071/sempat-ambruk-ditjen-bina-marga-akan-sidak-ke-proyek-tol-borr</guid><pubDate>Rabu 17 Juli 2019 14:02 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/17/320/2080071/sempat-ambruk-ditjen-bina-marga-akan-diam-diam-sidak-ke-proyek-tol-borr-uUY9fjKlLj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Sugiyartanto (Foto: Giri Hartomo/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/17/320/2080071/sempat-ambruk-ditjen-bina-marga-akan-diam-diam-sidak-ke-proyek-tol-borr-uUY9fjKlLj.jpg</image><title>Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Sugiyartanto (Foto: Giri Hartomo/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan mengecek secara berkala pembangunan jalan tol lingkar luar alias Bogor Outer Ring Road (BORR). Hal tersebut menyusul ambruknya jalan tol BORR beberapa waktu lali.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mengatakan, sidak dilakukan untuk memastikan agar pembangunan dijalankan sesuai prosedur. Dirinya tidak menyebutkan kapan waktu sidak yang akan dilakukan.
&amp;nbsp;Baca juga: Kerugian Beton Proyek Tol BORR Ambruk Capai Rp1 Miliar
&amp;ldquo;Sidak. Jadi enggak perlu saya mau sidak, nah itu namanya bukan sidak. Itu kunjungan itu,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/7/2019).
Menurut Sugi, pengecekan akan dilakukan kapan pun pada waktu yang tak terduga. Bahkan dirinya bisa melakukan sidak pada malam hari ketika orang-orang tidak ada yang mengira.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Diam-diam malam, sore, kadang-kadang saya keluyuran ke mana, nah ke sana,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Beton Ambruk, Proyek Tol BORR Bakal Molor?
Menurut Sugi, metode sidak ini sebagai upaya dalam meningkatkan pengawasan terhadap pengerjaan proyek. Apalagi proyek BORR sendiri baru baru ini mendapatkan banyak sorotan karena terjadi kecelakaan konstruksi.
&amp;ldquo;Fungsi pengawasan ini yang harus ketat diperbaiki. Makannya tadi itu fungsi saya dengan implementasi pelaksanaan makannya saya akan mengubah atau menambah,&amp;rdquo; kata Sugi.
&amp;nbsp;Baca juga: Jika Tol BORR Mangkrak, Kontraktor Tak Diberi Dispensasi Waktu
Sugi menjelaskan, jatuhnya tiang pancang pada jalan tol BORR dikarenakan kurang bagusnya pluring yang dilakukan. Sehingga berat total volumenya ada di tiang pancang.Karena terlalu berat, lanjutnya, semenan atau plur-an itu tidak mampu  menahan tiang pancang itu. &amp;ldquo;Mungkin belom sempat pluringnya bagus,  sehingga berat jenis sama berat volume jadi berat total di pierhead  menjadikan angkatannya berkurang sehingga itu rubuh,&amp;rdquo; jelasnya.
Dari hasil analisa Kementerian PUPR dan Komite Keselamatan  Konstruksi, ditemukan kelalaian pada tenaga  di lapangan. Ada beberapa  hal yang dilupakan oleh tenaga yang ada dilapangan sehingga membuat  tiang pancang itu roboh.
&amp;ldquo;Dari analisa yang kita lakukan bersama tim KKK yang dari Bina  Konstruksi, rekomendasi yang kita tampilkan adalah betul betul  kedisiplinan,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan mengecek secara berkala pembangunan jalan tol lingkar luar alias Bogor Outer Ring Road (BORR). Hal tersebut menyusul ambruknya jalan tol BORR beberapa waktu lali.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mengatakan, sidak dilakukan untuk memastikan agar pembangunan dijalankan sesuai prosedur. Dirinya tidak menyebutkan kapan waktu sidak yang akan dilakukan.
&amp;nbsp;Baca juga: Kerugian Beton Proyek Tol BORR Ambruk Capai Rp1 Miliar
&amp;ldquo;Sidak. Jadi enggak perlu saya mau sidak, nah itu namanya bukan sidak. Itu kunjungan itu,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/7/2019).
Menurut Sugi, pengecekan akan dilakukan kapan pun pada waktu yang tak terduga. Bahkan dirinya bisa melakukan sidak pada malam hari ketika orang-orang tidak ada yang mengira.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Diam-diam malam, sore, kadang-kadang saya keluyuran ke mana, nah ke sana,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Beton Ambruk, Proyek Tol BORR Bakal Molor?
Menurut Sugi, metode sidak ini sebagai upaya dalam meningkatkan pengawasan terhadap pengerjaan proyek. Apalagi proyek BORR sendiri baru baru ini mendapatkan banyak sorotan karena terjadi kecelakaan konstruksi.
&amp;ldquo;Fungsi pengawasan ini yang harus ketat diperbaiki. Makannya tadi itu fungsi saya dengan implementasi pelaksanaan makannya saya akan mengubah atau menambah,&amp;rdquo; kata Sugi.
&amp;nbsp;Baca juga: Jika Tol BORR Mangkrak, Kontraktor Tak Diberi Dispensasi Waktu
Sugi menjelaskan, jatuhnya tiang pancang pada jalan tol BORR dikarenakan kurang bagusnya pluring yang dilakukan. Sehingga berat total volumenya ada di tiang pancang.Karena terlalu berat, lanjutnya, semenan atau plur-an itu tidak mampu  menahan tiang pancang itu. &amp;ldquo;Mungkin belom sempat pluringnya bagus,  sehingga berat jenis sama berat volume jadi berat total di pierhead  menjadikan angkatannya berkurang sehingga itu rubuh,&amp;rdquo; jelasnya.
Dari hasil analisa Kementerian PUPR dan Komite Keselamatan  Konstruksi, ditemukan kelalaian pada tenaga  di lapangan. Ada beberapa  hal yang dilupakan oleh tenaga yang ada dilapangan sehingga membuat  tiang pancang itu roboh.
&amp;ldquo;Dari analisa yang kita lakukan bersama tim KKK yang dari Bina  Konstruksi, rekomendasi yang kita tampilkan adalah betul betul  kedisiplinan,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
