<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor Automotif Indonesia Kalah dari Thailand, Wapres JK: Kita Terlambat</title><description>Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyebut ekspor industri automotif Indonesia masih kalah dengan Thailand</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/18/320/2080519/ekspor-automotif-indonesia-kalah-dari-thailand-wapres-jk-kita-terlambat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/18/320/2080519/ekspor-automotif-indonesia-kalah-dari-thailand-wapres-jk-kita-terlambat"/><item><title>Ekspor Automotif Indonesia Kalah dari Thailand, Wapres JK: Kita Terlambat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/18/320/2080519/ekspor-automotif-indonesia-kalah-dari-thailand-wapres-jk-kita-terlambat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/18/320/2080519/ekspor-automotif-indonesia-kalah-dari-thailand-wapres-jk-kita-terlambat</guid><pubDate>Kamis 18 Juli 2019 13:34 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/18/320/2080519/ekspor-automotif-indonesia-kalah-dari-thailand-wapres-jk-kita-terlambat-JjorNb86H5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Wapres JK Buka Pameran Automotif GIIAS 2019</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/18/320/2080519/ekspor-automotif-indonesia-kalah-dari-thailand-wapres-jk-kita-terlambat-JjorNb86H5.jpg</image><title>Foto: Wapres JK Buka Pameran Automotif GIIAS 2019</title></images><description>TANGERANG - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyebut ekspor industri automotif Indonesia masih kalah dengan Thailand. Meskipun diakui, jika industri automotif Indonesia pertumbuhannya begitu cepat dan memiliki potensi besar.
Menurut JK, untuk mengejar ketertinggalan tersebut pemerintah melakukan kerja sama dengan industri mobil Asia Tenggara.
Baca Juga: Wapres JK: Mana Ada Negara Miskin Macet
&quot;Seperti yang tadi disampaikan (ekspor automotif) kita masih ketinggalan dengan Thailand. Artinya adalah kita terlambat walaupun kita punya kerja sama dengan industri mobil Asia Tenggara,&quot; ujarnya pada acara GIIAS di ICE BSD, Tangerang, Kamis (17/7/2019).
Baca Juga: Buka GIIAS 2019, Wapres JK: Automotif Dunia Saya Sejak 20 Tahun Lalu
Dia menyatakan, pemerintah berupaya untuk mendorong pertumbuhan industri automotif dengan meningkatkan kapasitas industri manufaktur dalam negeri. Terutama manufaktur yang menyediakan bahan baku automotif seperti baja dan plat baja.
Di samping itu pemerintah juga mempersiapkan infrastruktur pendukung misalnya terminal kendaraan di pelabuhan. Karena keberadaan pelabuhan ini dinilai sangat penting sebagai pintu gerbang ekspor impor.Selain itu,  pemerintah memberikan insentif fiskal kepada para pelaku  industri automotif. Tentunya dengan syarat bahwa pelaku industri  melaksanakan pendidikan vokasi.
&quot;Pemerintah akan berupaya sebaik-baiknya, karena kami sadari industri  mobil punya multiplier efek (efek ganda). Industri ini punya ratusan  ribu vendor, ratusan mungkin jutaan pekerjaan yang mendukung, pekerja  yang punya skill (ketrampilan), sehingga upahnya di atas Upah Minimim  Regional (UMR),&quot; jelasnya
Asal tahu saja, berdasarkan data Kementerian Perindustrian menyebut  ekspor kendaraan mencapai di tahun 2018 mencapai 250 ribu unit. Pangsa  pasar Indonesia tersebar di 80 negara, dengan 5 negara tujuan utama  ekspor yaitu Filipina, Saudi Arabia, Jepang, Mexico dan Vietnam.  Sementara itu, data Gaikindo memaparkan Thailand mencapai 1,2 juta unit  per tahun.</description><content:encoded>TANGERANG - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyebut ekspor industri automotif Indonesia masih kalah dengan Thailand. Meskipun diakui, jika industri automotif Indonesia pertumbuhannya begitu cepat dan memiliki potensi besar.
Menurut JK, untuk mengejar ketertinggalan tersebut pemerintah melakukan kerja sama dengan industri mobil Asia Tenggara.
Baca Juga: Wapres JK: Mana Ada Negara Miskin Macet
&quot;Seperti yang tadi disampaikan (ekspor automotif) kita masih ketinggalan dengan Thailand. Artinya adalah kita terlambat walaupun kita punya kerja sama dengan industri mobil Asia Tenggara,&quot; ujarnya pada acara GIIAS di ICE BSD, Tangerang, Kamis (17/7/2019).
Baca Juga: Buka GIIAS 2019, Wapres JK: Automotif Dunia Saya Sejak 20 Tahun Lalu
Dia menyatakan, pemerintah berupaya untuk mendorong pertumbuhan industri automotif dengan meningkatkan kapasitas industri manufaktur dalam negeri. Terutama manufaktur yang menyediakan bahan baku automotif seperti baja dan plat baja.
Di samping itu pemerintah juga mempersiapkan infrastruktur pendukung misalnya terminal kendaraan di pelabuhan. Karena keberadaan pelabuhan ini dinilai sangat penting sebagai pintu gerbang ekspor impor.Selain itu,  pemerintah memberikan insentif fiskal kepada para pelaku  industri automotif. Tentunya dengan syarat bahwa pelaku industri  melaksanakan pendidikan vokasi.
&quot;Pemerintah akan berupaya sebaik-baiknya, karena kami sadari industri  mobil punya multiplier efek (efek ganda). Industri ini punya ratusan  ribu vendor, ratusan mungkin jutaan pekerjaan yang mendukung, pekerja  yang punya skill (ketrampilan), sehingga upahnya di atas Upah Minimim  Regional (UMR),&quot; jelasnya
Asal tahu saja, berdasarkan data Kementerian Perindustrian menyebut  ekspor kendaraan mencapai di tahun 2018 mencapai 250 ribu unit. Pangsa  pasar Indonesia tersebar di 80 negara, dengan 5 negara tujuan utama  ekspor yaitu Filipina, Saudi Arabia, Jepang, Mexico dan Vietnam.  Sementara itu, data Gaikindo memaparkan Thailand mencapai 1,2 juta unit  per tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
