<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menperin Sebut Pemilu Jadi Biang Kerok Penjualan Mobil Merosot</title><description>Penjualan di semester I-2019 baru mencapai 481.577 unit atau melemah 13%  dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/18/320/2080742/menperin-sebut-pemilu-jadi-biang-kerok-penjualan-mobil-merosot</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/18/320/2080742/menperin-sebut-pemilu-jadi-biang-kerok-penjualan-mobil-merosot"/><item><title>Menperin Sebut Pemilu Jadi Biang Kerok Penjualan Mobil Merosot</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/18/320/2080742/menperin-sebut-pemilu-jadi-biang-kerok-penjualan-mobil-merosot</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/18/320/2080742/menperin-sebut-pemilu-jadi-biang-kerok-penjualan-mobil-merosot</guid><pubDate>Kamis 18 Juli 2019 20:28 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/18/320/2080742/menperin-sebut-pemilu-jadi-biang-kerok-penjualan-mobil-merosot-LnvfYeamYJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">GIIAS 2019 (Foto: Giri Hartomo/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/18/320/2080742/menperin-sebut-pemilu-jadi-biang-kerok-penjualan-mobil-merosot-LnvfYeamYJ.jpg</image><title>GIIAS 2019 (Foto: Giri Hartomo/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Industri automotif selama semester pertama 2019 masih lesu. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan di semester I-2019 baru mencapai 481.577 unit atau melemah 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar 553.773 unit kendaraan.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, melemahnya penjualan mobil di semester I-2019 dikarenakan adanya pesta demokrasi Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden. Sebab pada masa itu, konsumen justru menahan belanjanya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Impor Turun, Gaikindo Sebut Industri Automotif RI Sudah Mandiri
Meskipun begitu lanjut Airlangga, penjualan mobil mendadak tinggi setelah event demokrasi ini berakhir.  Selain usainya gelaran Pemilu, penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-27 juga ikut berperan dalam mendongkrak penjualan lantaran produsen mobil memanfaatkan ajang ini untuk meluncurkan mobil baru.
&amp;nbsp;
&quot;Ada apa coba, (ada Pemilu) ya sudah,&quot; ujarnya saat ditemui di ICE BSD, Tangerang, Kamis (18/7/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menperin Targetkan Ekspor Mobil 1 Juta Unit di 2025
Sementara itu, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongki Sugiarto mengamini jika penyelenggaraan Pemilu pada April 2019 silam, membuat penjulan lesu. Gaikindo mencatat penjualan mobil turun 14,72% dari 494.931 unit menjadi 422.038 pada Mei 2019.Selain itu, pelemahan tingkat penjualan mobil dipicu target  pertumbuhan ekonomi yang tidak sesuai dengan ekspektasi pasar. Badan  Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang kuartal I 2019 pertumbuhan  ekonomi hanya mencapai  5,07%.
&quot;Hampir semua merek turun. Faktornya karena Pemilu dan pertumbuhan  ekonomi. Sekarang sudah lewat, kami konsentrasi genjot kembali,&quot;  ucapnya.
Meskipun sedang lesu, dirinya meyakini target penjualan Gaikindo  sebesar 1,1 juta unit di tahun ini bakal tercapai. Sebab ada beberapa  faktor yang memberikan dorongan pada penjualan di paruh kedua adalah  selesainya Pemilu 2019 secara damai, peluncuran mobil baru di GIIAS,  serta fasilitas uang muka (down payment/DP) nol persen untuk pembiayaan  motor dan mobil dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
&quot;Target kami tidak berubah, masih ada 6 bulan ke depan. Mudah-mudahan kami bisa,&amp;rdquo; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Industri automotif selama semester pertama 2019 masih lesu. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan di semester I-2019 baru mencapai 481.577 unit atau melemah 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar 553.773 unit kendaraan.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, melemahnya penjualan mobil di semester I-2019 dikarenakan adanya pesta demokrasi Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden. Sebab pada masa itu, konsumen justru menahan belanjanya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Impor Turun, Gaikindo Sebut Industri Automotif RI Sudah Mandiri
Meskipun begitu lanjut Airlangga, penjualan mobil mendadak tinggi setelah event demokrasi ini berakhir.  Selain usainya gelaran Pemilu, penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-27 juga ikut berperan dalam mendongkrak penjualan lantaran produsen mobil memanfaatkan ajang ini untuk meluncurkan mobil baru.
&amp;nbsp;
&quot;Ada apa coba, (ada Pemilu) ya sudah,&quot; ujarnya saat ditemui di ICE BSD, Tangerang, Kamis (18/7/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menperin Targetkan Ekspor Mobil 1 Juta Unit di 2025
Sementara itu, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongki Sugiarto mengamini jika penyelenggaraan Pemilu pada April 2019 silam, membuat penjulan lesu. Gaikindo mencatat penjualan mobil turun 14,72% dari 494.931 unit menjadi 422.038 pada Mei 2019.Selain itu, pelemahan tingkat penjualan mobil dipicu target  pertumbuhan ekonomi yang tidak sesuai dengan ekspektasi pasar. Badan  Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang kuartal I 2019 pertumbuhan  ekonomi hanya mencapai  5,07%.
&quot;Hampir semua merek turun. Faktornya karena Pemilu dan pertumbuhan  ekonomi. Sekarang sudah lewat, kami konsentrasi genjot kembali,&quot;  ucapnya.
Meskipun sedang lesu, dirinya meyakini target penjualan Gaikindo  sebesar 1,1 juta unit di tahun ini bakal tercapai. Sebab ada beberapa  faktor yang memberikan dorongan pada penjualan di paruh kedua adalah  selesainya Pemilu 2019 secara damai, peluncuran mobil baru di GIIAS,  serta fasilitas uang muka (down payment/DP) nol persen untuk pembiayaan  motor dan mobil dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
&quot;Target kami tidak berubah, masih ada 6 bulan ke depan. Mudah-mudahan kami bisa,&amp;rdquo; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
