<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjualan Komoditas Rempah Terhajar Bumbu Kemasan</title><description>Kehadiran bumbu kemasan yang diproduksi industri makanan skala besar  berdampak terhadap melesunya angka penjualan komoditas rempah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/18/320/2080753/penjualan-komoditas-rempah-terhajar-bumbu-kemasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/18/320/2080753/penjualan-komoditas-rempah-terhajar-bumbu-kemasan"/><item><title>Penjualan Komoditas Rempah Terhajar Bumbu Kemasan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/18/320/2080753/penjualan-komoditas-rempah-terhajar-bumbu-kemasan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/18/320/2080753/penjualan-komoditas-rempah-terhajar-bumbu-kemasan</guid><pubDate>Kamis 18 Juli 2019 22:03 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/18/320/2080753/penjualan-komoditas-rempah-terhajar-bumbu-kemasan-zA4yMKqwdB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rempah (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/18/320/2080753/penjualan-komoditas-rempah-terhajar-bumbu-kemasan-zA4yMKqwdB.jpg</image><title>Rempah (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kehadiran bumbu kemasan yang diproduksi industri makanan skala besar berdampak terhadap melesunya angka penjualan komoditas rempah dan bumbu dapur di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

&quot;Orang-orang cenderung memilih yang praktis dan instan, yaitu bumbu kemasan,&quot; kata Mursito, pedagang rempah di Pasar Induk Kramat Jati, melansir laman antaranews, Jakarta, Kamis (18/7/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Emak-Emak Serbu Operasi Pasar Murah Kementan
Dengan membanjirnya iklan bumbu kemasan di berbagai stasiun televisi maupun baliho sejak 2000-an hingga sekarang, ucap dia, angka penjualan terus merosot hingga 50 persen. &quot;Dulu biasanya beli banyak untuk dijual lagi di pasar-pasar tradisional, sekarang kurang,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;
Hal senada juga disampaikan Berlin, salah seorang pedagang rempah lainnya di Pasar Induk Kramat Jati bahwa bumbu kemasan saat ini menjadi saingan mereka dalam berdagang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mendag dan Mentan Jamin Harga Bahan Pokok Terkendali
&quot;Saingan kami sekarang bumbu kemasan dari pabrik. Ini yang membuat pembeli rempah yang datang ke pasar sepi,&quot; ujarnya.

Di Pasar Induk Kramat Jati, rempah-rempah itu datang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk impor luar negeri. Pembeli didominasi pedagang kecil yang akan membantu menjual kembali rempah-rempah tersebut ke seluruh wilayah DKI Jakarta.</description><content:encoded>JAKARTA - Kehadiran bumbu kemasan yang diproduksi industri makanan skala besar berdampak terhadap melesunya angka penjualan komoditas rempah dan bumbu dapur di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

&quot;Orang-orang cenderung memilih yang praktis dan instan, yaitu bumbu kemasan,&quot; kata Mursito, pedagang rempah di Pasar Induk Kramat Jati, melansir laman antaranews, Jakarta, Kamis (18/7/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Emak-Emak Serbu Operasi Pasar Murah Kementan
Dengan membanjirnya iklan bumbu kemasan di berbagai stasiun televisi maupun baliho sejak 2000-an hingga sekarang, ucap dia, angka penjualan terus merosot hingga 50 persen. &quot;Dulu biasanya beli banyak untuk dijual lagi di pasar-pasar tradisional, sekarang kurang,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;
Hal senada juga disampaikan Berlin, salah seorang pedagang rempah lainnya di Pasar Induk Kramat Jati bahwa bumbu kemasan saat ini menjadi saingan mereka dalam berdagang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mendag dan Mentan Jamin Harga Bahan Pokok Terkendali
&quot;Saingan kami sekarang bumbu kemasan dari pabrik. Ini yang membuat pembeli rempah yang datang ke pasar sepi,&quot; ujarnya.

Di Pasar Induk Kramat Jati, rempah-rempah itu datang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk impor luar negeri. Pembeli didominasi pedagang kecil yang akan membantu menjual kembali rempah-rempah tersebut ke seluruh wilayah DKI Jakarta.</content:encoded></item></channel></rss>
