<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Tak Mungkin Capai 5,2% hingga Akhir Tahun Ini</title><description>Pertumbuhan ekonomi diprediksi hanya mampu tumbuh 5,1% hingga akhir 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/19/20/2081156/ekonomi-ri-tak-mungkin-capai-5-2-hingga-akhir-tahun-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/19/20/2081156/ekonomi-ri-tak-mungkin-capai-5-2-hingga-akhir-tahun-ini"/><item><title>Ekonomi RI Tak Mungkin Capai 5,2% hingga Akhir Tahun Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/19/20/2081156/ekonomi-ri-tak-mungkin-capai-5-2-hingga-akhir-tahun-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/19/20/2081156/ekonomi-ri-tak-mungkin-capai-5-2-hingga-akhir-tahun-ini</guid><pubDate>Jum'at 19 Juli 2019 20:03 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/19/20/2081156/ekonomi-ri-tak-mungkin-capai-5-2-hingga-akhir-tahun-ini-iJcAkVF9W9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi RI (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/19/20/2081156/ekonomi-ri-tak-mungkin-capai-5-2-hingga-akhir-tahun-ini-iJcAkVF9W9.jpg</image><title>Ekonomi RI (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi diprediksi hanya mampu tumbuh 5,1% hingga akhir 2019. Itupun harus dengan upaya maksimal di tengah melambatnya perekonomian dunia akibat perang dagang.

Pengamat Ekonomi Hendri Saparini mengatakan, melihat apa yang dikatakan Bank Indonesia (BI), bahwa ekonomi global pada semester II akan melambat. Maka bisa diprediksi laju pertumbuhan ekonomi RI berada di 5,1%.
 
Baca juga:&amp;nbsp; Minta Regulasi Penghambat Perdagangan  Dihapus, Jokowi Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,4%
&quot;Itu juga tidak mudah. Kalau 5,2% tidak mungkin. 5,1% juga butuh upaya, tapi yang jelas kualitas pertumbuhan saat ini,&quot; ujarnya, dalam acara Pelatihan Wartawan Ekonomi, di Medan, Jumat (19/7/2019).

Dirinya menilai, sulitnya pertumbuhan ekonomi capai 5,2% pada semester II karena sekarang terjadi pergeseran. Pemilihan Umum (Pemilu) yang diprediksi mendorong konsumsi sekarang berubah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi RI Dipengaruhi Perang Dagang, Bukan Putusan MK
&quot;Belanja Pemilu bukan lagi makan, tempat dan tekstil. Semua pada pemilu sudah beralih ke digital. Itu jadi paket untuk kampanye,&quot; tuturnya.
Kemudian dari sisi Lebaran yang juga bisa mendorong ekonomi, ternyata  dampaknya tidak besar. Masyarakat banyak yang mempersiapkan selain  Lebaran untuk sekolah di tahun ajaran baru.

&quot;Jadi potensi-potensi besar itu sekarang berubah. Dengan kondisi itu  kenapa kita kurang percaya ekonomi bisa tumbuh 5,2%,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi diprediksi hanya mampu tumbuh 5,1% hingga akhir 2019. Itupun harus dengan upaya maksimal di tengah melambatnya perekonomian dunia akibat perang dagang.

Pengamat Ekonomi Hendri Saparini mengatakan, melihat apa yang dikatakan Bank Indonesia (BI), bahwa ekonomi global pada semester II akan melambat. Maka bisa diprediksi laju pertumbuhan ekonomi RI berada di 5,1%.
 
Baca juga:&amp;nbsp; Minta Regulasi Penghambat Perdagangan  Dihapus, Jokowi Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,4%
&quot;Itu juga tidak mudah. Kalau 5,2% tidak mungkin. 5,1% juga butuh upaya, tapi yang jelas kualitas pertumbuhan saat ini,&quot; ujarnya, dalam acara Pelatihan Wartawan Ekonomi, di Medan, Jumat (19/7/2019).

Dirinya menilai, sulitnya pertumbuhan ekonomi capai 5,2% pada semester II karena sekarang terjadi pergeseran. Pemilihan Umum (Pemilu) yang diprediksi mendorong konsumsi sekarang berubah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi RI Dipengaruhi Perang Dagang, Bukan Putusan MK
&quot;Belanja Pemilu bukan lagi makan, tempat dan tekstil. Semua pada pemilu sudah beralih ke digital. Itu jadi paket untuk kampanye,&quot; tuturnya.
Kemudian dari sisi Lebaran yang juga bisa mendorong ekonomi, ternyata  dampaknya tidak besar. Masyarakat banyak yang mempersiapkan selain  Lebaran untuk sekolah di tahun ajaran baru.

&quot;Jadi potensi-potensi besar itu sekarang berubah. Dengan kondisi itu  kenapa kita kurang percaya ekonomi bisa tumbuh 5,2%,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
