<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BTN Sesuaikan Rencana Bisnis Bank 2019, Apa Alasannya?</title><description>BTN mengumumkan penyesuaian Rencana Bisnis Bank (RBB) untuk mengatasi perlambatan pertumbuhan ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/19/278/2081067/btn-sesuaikan-rencana-bisnis-bank-2019-apa-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/19/278/2081067/btn-sesuaikan-rencana-bisnis-bank-2019-apa-alasannya"/><item><title>BTN Sesuaikan Rencana Bisnis Bank 2019, Apa Alasannya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/19/278/2081067/btn-sesuaikan-rencana-bisnis-bank-2019-apa-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/19/278/2081067/btn-sesuaikan-rencana-bisnis-bank-2019-apa-alasannya</guid><pubDate>Jum'at 19 Juli 2019 17:17 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/19/278/2081067/btn-sesuaikan-rencana-bisnis-bank-2019-apa-alasannya-DRkj1UKzBr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Dirut BTN (Dok BTN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/19/278/2081067/btn-sesuaikan-rencana-bisnis-bank-2019-apa-alasannya-DRkj1UKzBr.jpg</image><title>Foto: Dirut BTN (Dok BTN)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengumumkan penyesuaian Rencana Bisnis Bank (RBB) untuk mengatasi perlambatan pertumbuhan ekonomi baik yang disebabkan oleh faktor domestik maupun internasional.

&quot;Penyesuaian Rencana Bisnis Bank (RBB) perlu dilakukan karena mempertimbangkan kondisi makro ekonomi yang ada dan melihat perkembangan industri perbankan dalam negeri yang cenderung mengalami pengetatan likuiditas,&quot; ujar Direktur Utama Bank BTN Maryono seperti dikutip Antaranews, di Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Maryono menjelaskan ada sejumlah penyesuaian RBB dengan mempertimbangkan kinerja bisnis perseroan. Adapun perubahan RBB meliputi pertumbuhan kredit hingga akhir tahun yang diprediksi akan berkisar 10% hingga 12%.
&amp;nbsp;Baca Juga: Obligasi BTN Kelebihan Permintaan, Nilainya Rp4,11 Triliun
Kemudian Dana Pihak Ketiga (DPK) diprediksi juga tumbuh di level yang sama yaitu 10% hingga 12% dan aset ditargetkan bisa tumbuh di kisaran 8% hingga 10%

&quot;Target pertumbuhan DPK dan kredit kami masih di atas RBB industri perbankan yang berada di angka 9% hingga 11% untuk kredit dan DPK yang hanya tumbuh 7% hingga 9%, kami optimistis kinerja Bank BTN tetap dalam jalurnya,&quot; kata dia.

Menurut dia, tahun 2019 menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan domestik diperkirakan melambat akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan China serta turunnya harga komoditas.
&amp;nbsp;Baca Juga: Bos BTN Bicara soal World Bank Turunkan Target Pertumbuhan Ekonomi
Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi di 2019 hanya sebesar 2,6% lebih rendah dibandingkan prediksi awal sebesar 2,9%. Perlambatan tersebut direspon sejumlah negara dengan kebijakan moneter yang berdampak pada industri perbankan.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bank BTN telah melakukan kajian ekonomi makro dengan mengubah asumsi makro di mana pertumbuhan ekonomi diperkirakan lebih rendah dari asumsi awal.

BI 7days reverse repo rate diperkirakan terus turun seiring dengan inflasi yang relatif stabil. Kajian internal tersebut mendasari perubahan bisnis Bank BTN.
Ia optimistis Bank BTN dapat mengejar pertumbuhan kredit pada paruh  kedua tahun ini karena penyaluran kredit per Juni 2019 sudah sejalan  dengan rencana perseroan.

Sejumlah strategi dijalankan Bank BTN untuk meraup pendanaan dan  meningkatkan pertumbuhan kredit. Untuk Pendanaan, Bank BTN melakukan  kombinasi antara dana dari wholesale funding seperti penerbitan obligasi  berkelanjutan tahap II dan mengejar dana murah dari produk tabungan dan  deposito.

&quot;Adapun segmen kredit yang digenjot adalah KPR non subsidi, kredit komersil dan kredit konstruksi,&quot; katanya.

Sementara terkait dengan aksi korporasi, Bank BTN akan menjalankan  rencana yang sudah ditetapkan diantaranya mengakuisisi Perusahaan Modal  Ventura untuk menjadi vehicle untuk memiliki saham di LinkAja, dan akan  menuntaskan akuisisi PT PNM Investment Management.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengumumkan penyesuaian Rencana Bisnis Bank (RBB) untuk mengatasi perlambatan pertumbuhan ekonomi baik yang disebabkan oleh faktor domestik maupun internasional.

&quot;Penyesuaian Rencana Bisnis Bank (RBB) perlu dilakukan karena mempertimbangkan kondisi makro ekonomi yang ada dan melihat perkembangan industri perbankan dalam negeri yang cenderung mengalami pengetatan likuiditas,&quot; ujar Direktur Utama Bank BTN Maryono seperti dikutip Antaranews, di Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Maryono menjelaskan ada sejumlah penyesuaian RBB dengan mempertimbangkan kinerja bisnis perseroan. Adapun perubahan RBB meliputi pertumbuhan kredit hingga akhir tahun yang diprediksi akan berkisar 10% hingga 12%.
&amp;nbsp;Baca Juga: Obligasi BTN Kelebihan Permintaan, Nilainya Rp4,11 Triliun
Kemudian Dana Pihak Ketiga (DPK) diprediksi juga tumbuh di level yang sama yaitu 10% hingga 12% dan aset ditargetkan bisa tumbuh di kisaran 8% hingga 10%

&quot;Target pertumbuhan DPK dan kredit kami masih di atas RBB industri perbankan yang berada di angka 9% hingga 11% untuk kredit dan DPK yang hanya tumbuh 7% hingga 9%, kami optimistis kinerja Bank BTN tetap dalam jalurnya,&quot; kata dia.

Menurut dia, tahun 2019 menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan domestik diperkirakan melambat akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan China serta turunnya harga komoditas.
&amp;nbsp;Baca Juga: Bos BTN Bicara soal World Bank Turunkan Target Pertumbuhan Ekonomi
Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi di 2019 hanya sebesar 2,6% lebih rendah dibandingkan prediksi awal sebesar 2,9%. Perlambatan tersebut direspon sejumlah negara dengan kebijakan moneter yang berdampak pada industri perbankan.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bank BTN telah melakukan kajian ekonomi makro dengan mengubah asumsi makro di mana pertumbuhan ekonomi diperkirakan lebih rendah dari asumsi awal.

BI 7days reverse repo rate diperkirakan terus turun seiring dengan inflasi yang relatif stabil. Kajian internal tersebut mendasari perubahan bisnis Bank BTN.
Ia optimistis Bank BTN dapat mengejar pertumbuhan kredit pada paruh  kedua tahun ini karena penyaluran kredit per Juni 2019 sudah sejalan  dengan rencana perseroan.

Sejumlah strategi dijalankan Bank BTN untuk meraup pendanaan dan  meningkatkan pertumbuhan kredit. Untuk Pendanaan, Bank BTN melakukan  kombinasi antara dana dari wholesale funding seperti penerbitan obligasi  berkelanjutan tahap II dan mengejar dana murah dari produk tabungan dan  deposito.

&quot;Adapun segmen kredit yang digenjot adalah KPR non subsidi, kredit komersil dan kredit konstruksi,&quot; katanya.

Sementara terkait dengan aksi korporasi, Bank BTN akan menjalankan  rencana yang sudah ditetapkan diantaranya mengakuisisi Perusahaan Modal  Ventura untuk menjadi vehicle untuk memiliki saham di LinkAja, dan akan  menuntaskan akuisisi PT PNM Investment Management.</content:encoded></item></channel></rss>
