<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Merosot di Tengah Laporan Laba Emiten</title><description>Saham-saham di Wall Street lebih rendah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/20/278/2081332/wall-street-merosot-di-tengah-laporan-laba-emiten</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/20/278/2081332/wall-street-merosot-di-tengah-laporan-laba-emiten"/><item><title>Wall Street Merosot di Tengah Laporan Laba Emiten</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/20/278/2081332/wall-street-merosot-di-tengah-laporan-laba-emiten</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/20/278/2081332/wall-street-merosot-di-tengah-laporan-laba-emiten</guid><pubDate>Sabtu 20 Juli 2019 09:03 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/20/278/2081332/wall-street-merosot-di-tengah-laporan-laba-emiten-ER7ZDQJhHt.png" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/20/278/2081332/wall-street-merosot-di-tengah-laporan-laba-emiten-ER7ZDQJhHt.png</image><title>Foto: Reuters</title></images><description>NEW YORK - Saham-saham di Wall Street lebih rendah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena investor mencerna sejumlah laporan laba perusahaan dan mencari petunjuk untuk langkah kebijakan moneter bank sentral berikutnya.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 68,77 poin atau 0,25% menjadi ditutup di 27.154,20. Indeks S&amp;amp;P 500 berkurang 18,50 poin atau 0,62% menjadi berakhir di 2.976,61 dan indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 60,75 poin atau 0,74% menjadi 8.146,49. Demikian dikutip Antaranews, Jakarta, Sabtu (20/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Microsoft Buat Wall Street Dibuka Menanjak
Microsoft melaporkan laba sebesar USD33,7 miliar, mengalahkan perkiraan Wall Street. Hasil perusahaan didorong oleh lonjakan pendapatan dari bisinis cloud atau awan sebesar 39% dari tahun ke tahun. Laba per saham dilusian perusahaan mencapai USD1,71.

Penerbit kartu kredit, American Express, melaporkan total pendapatan terkonsolidasi sebesar USD10,8 miliar, setelah dikurangi biaya bunga. Laba per saham dilusian kuartalannya adalah USD2,07 naik 13% dari setahun lalu.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pernyataan Pejabat The Fed Bikin Wall Street Menguat
Perolehan laba kuartal kedua diperkirakan meningkat 1,0% dari periode yang sama tahun lalu. Tidak termasuk sektor energi, perkiraan pertumbuhan laba mencapai 1,6%, menurut Refinitiv.

Dari 79 perusahaan di S&amp;amp;P 500 yang telah melaporkan laba hingga saat ini, 77,2% telah melaporkan laba di atas ekspektasi para analis, kata Refinitiv dalam analisis mingguannya tentang laba perusahaan.
Namun, para analis berhati-hati pada prospek pendapatan kuartal  ketiga. Perkiraan tingkat penurunan laba untuk S&amp;amp;P 500 pada kuartal  ketiga tahun ini adalah 0,1%. Jika sektor energi dikecualikan, tingkat  pertumbuhan laba akan menjadi 1,0%.

Sebelumnya, indeks-indeks utama berbalik ke wilayah hijau pada Kamis  sore (18/7/2019) setelah Presiden Federal Reserve New York, John  Williams mengatakan &quot;pihaknya membayar untuk bertindak cepat menurunkan  suku bunga pada tanda pertama dari tekanan ekonomi.&quot;

Ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga pada Juli berada pada 100  persen, dengan 43,1% memperkirakan potongan 50 basis poin, menurut alat  FedWatch CME Group.

Namun, Fed New York kemudian mengklarifikasi pidato Williams,  mengatakan itu &quot;adalah pidato akademis tentang 20 tahun penelitian. Ini  bukan tentang tindakan kebijakan potensial pada pertemuan FOMC  mendatang,&quot; menurut CNBC.</description><content:encoded>NEW YORK - Saham-saham di Wall Street lebih rendah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena investor mencerna sejumlah laporan laba perusahaan dan mencari petunjuk untuk langkah kebijakan moneter bank sentral berikutnya.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 68,77 poin atau 0,25% menjadi ditutup di 27.154,20. Indeks S&amp;amp;P 500 berkurang 18,50 poin atau 0,62% menjadi berakhir di 2.976,61 dan indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 60,75 poin atau 0,74% menjadi 8.146,49. Demikian dikutip Antaranews, Jakarta, Sabtu (20/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Microsoft Buat Wall Street Dibuka Menanjak
Microsoft melaporkan laba sebesar USD33,7 miliar, mengalahkan perkiraan Wall Street. Hasil perusahaan didorong oleh lonjakan pendapatan dari bisinis cloud atau awan sebesar 39% dari tahun ke tahun. Laba per saham dilusian perusahaan mencapai USD1,71.

Penerbit kartu kredit, American Express, melaporkan total pendapatan terkonsolidasi sebesar USD10,8 miliar, setelah dikurangi biaya bunga. Laba per saham dilusian kuartalannya adalah USD2,07 naik 13% dari setahun lalu.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pernyataan Pejabat The Fed Bikin Wall Street Menguat
Perolehan laba kuartal kedua diperkirakan meningkat 1,0% dari periode yang sama tahun lalu. Tidak termasuk sektor energi, perkiraan pertumbuhan laba mencapai 1,6%, menurut Refinitiv.

Dari 79 perusahaan di S&amp;amp;P 500 yang telah melaporkan laba hingga saat ini, 77,2% telah melaporkan laba di atas ekspektasi para analis, kata Refinitiv dalam analisis mingguannya tentang laba perusahaan.
Namun, para analis berhati-hati pada prospek pendapatan kuartal  ketiga. Perkiraan tingkat penurunan laba untuk S&amp;amp;P 500 pada kuartal  ketiga tahun ini adalah 0,1%. Jika sektor energi dikecualikan, tingkat  pertumbuhan laba akan menjadi 1,0%.

Sebelumnya, indeks-indeks utama berbalik ke wilayah hijau pada Kamis  sore (18/7/2019) setelah Presiden Federal Reserve New York, John  Williams mengatakan &quot;pihaknya membayar untuk bertindak cepat menurunkan  suku bunga pada tanda pertama dari tekanan ekonomi.&quot;

Ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga pada Juli berada pada 100  persen, dengan 43,1% memperkirakan potongan 50 basis poin, menurut alat  FedWatch CME Group.

Namun, Fed New York kemudian mengklarifikasi pidato Williams,  mengatakan itu &quot;adalah pidato akademis tentang 20 tahun penelitian. Ini  bukan tentang tindakan kebijakan potensial pada pertemuan FOMC  mendatang,&quot; menurut CNBC.</content:encoded></item></channel></rss>
