<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dolar AS Menguat Ditopang Data Ekonomi Terbaru </title><description>Kurs dolar Amerika Serikat (AS) berbalik menguat atau rebound terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/20/278/2081337/dolar-as-menguat-ditopang-data-ekonomi-terbaru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/20/278/2081337/dolar-as-menguat-ditopang-data-ekonomi-terbaru"/><item><title>Dolar AS Menguat Ditopang Data Ekonomi Terbaru </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/20/278/2081337/dolar-as-menguat-ditopang-data-ekonomi-terbaru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/20/278/2081337/dolar-as-menguat-ditopang-data-ekonomi-terbaru</guid><pubDate>Sabtu 20 Juli 2019 09:40 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/20/278/2081337/dolar-as-menguat-ditopang-data-ekonomi-terbaru-AHVSJrwN5r.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/20/278/2081337/dolar-as-menguat-ditopang-data-ekonomi-terbaru-AHVSJrwN5r.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description> 
NEW YORK - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) berbalik menguat atau rebound terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), didukung sejumlah data ekonomi terbaru.

Indeks sentimen konsumen AS naik menjadi 98,4 pada Juli dari 98,2 pada Juni, menurut pembacaan awal dari University of Michigan. Sementara para ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan angka 99,0. Demikian dikutip Antaranews, Jakarta, Sabtu (20/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Trump Ingin Dolar AS Lebih Melemah, Apa Alasannya?
Data itu datang ketika pasar menetapkan harga tinggi pada penurunan suku bunga Federal Reserve AS akhir bulan ini.

Ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga Juli adalah 100%, menurut alat FedWatch CME Group Jumat malam (19/7/2019), dengan investor memperhitungkan peluang sekitar 22,5% untuk penurunan yang lebih agresif.
&amp;nbsp;Baca Juga: Dolar AS Melemah Tertekan Data PHK
Sementara itu, menurut data dari Eikon dari Refinitiv, pasar uang menilai peluang sekitar 55% penurunan suku bunga 10 basis poin pada minggu depan, terhadap peluang 40% di awal minggu ini.

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama  saingannya, naik 0,36% menjadi 97,1493 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,1219 dolar AS  dari 1,1266 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun  menjadi 1,2499 dolar AS dari 1,2538 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar  Australia turun menjadi 0,7043 dolar AS dari 0,7066 dolar AS.

Dolar AS dibeli 107,77 yen Jepang, lebih tinggi dari 107,51 yen  Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9825 franc Swiss  dari 0,9832 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3062 dolar Kanada dari  1,3045 dolar Kanada.</description><content:encoded> 
NEW YORK - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) berbalik menguat atau rebound terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), didukung sejumlah data ekonomi terbaru.

Indeks sentimen konsumen AS naik menjadi 98,4 pada Juli dari 98,2 pada Juni, menurut pembacaan awal dari University of Michigan. Sementara para ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan angka 99,0. Demikian dikutip Antaranews, Jakarta, Sabtu (20/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Trump Ingin Dolar AS Lebih Melemah, Apa Alasannya?
Data itu datang ketika pasar menetapkan harga tinggi pada penurunan suku bunga Federal Reserve AS akhir bulan ini.

Ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga Juli adalah 100%, menurut alat FedWatch CME Group Jumat malam (19/7/2019), dengan investor memperhitungkan peluang sekitar 22,5% untuk penurunan yang lebih agresif.
&amp;nbsp;Baca Juga: Dolar AS Melemah Tertekan Data PHK
Sementara itu, menurut data dari Eikon dari Refinitiv, pasar uang menilai peluang sekitar 55% penurunan suku bunga 10 basis poin pada minggu depan, terhadap peluang 40% di awal minggu ini.

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama  saingannya, naik 0,36% menjadi 97,1493 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,1219 dolar AS  dari 1,1266 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun  menjadi 1,2499 dolar AS dari 1,2538 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar  Australia turun menjadi 0,7043 dolar AS dari 0,7066 dolar AS.

Dolar AS dibeli 107,77 yen Jepang, lebih tinggi dari 107,51 yen  Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9825 franc Swiss  dari 0,9832 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3062 dolar Kanada dari  1,3045 dolar Kanada.</content:encoded></item></channel></rss>
