<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Isi Ulang e-Money Tak Bisa Imbas Sistem Bank Mandiri Eror</title><description>PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyebut gangguan yang dialami 10% nasabah itu berimbas pada pengguna layanan uang elektronik e-money.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/20/320/2081417/isi-ulang-e-money-tak-bisa-imbas-sistem-bank-mandiri-eror</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/20/320/2081417/isi-ulang-e-money-tak-bisa-imbas-sistem-bank-mandiri-eror"/><item><title>   Isi Ulang e-Money Tak Bisa Imbas Sistem Bank Mandiri Eror</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/20/320/2081417/isi-ulang-e-money-tak-bisa-imbas-sistem-bank-mandiri-eror</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/20/320/2081417/isi-ulang-e-money-tak-bisa-imbas-sistem-bank-mandiri-eror</guid><pubDate>Sabtu 20 Juli 2019 14:01 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/20/320/2081417/isi-ulang-e-money-tak-bisa-imbas-sistem-bank-mandiri-eror-bnXdEIteVK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/20/320/2081417/isi-ulang-e-money-tak-bisa-imbas-sistem-bank-mandiri-eror-bnXdEIteVK.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Okezone</title></images><description> 
JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyebut gangguan yang dialami 10% nasabah itu berimbas pada pengguna layanan uang elektronik e-money. Di mana nasabah tetap bisa digunakan untuk bertransaksi. Tapi pengguna tidak bisa mengisi ulang saldo e-money.
Corporate secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan bahwa top up e-money berdampak dari layanan yang sempat terganggu. Ada saldo bertambah, tapi ada yang kurang.
&quot;Jadi ini membuktikan bukan bentuk penipuan (fraud),&quot; ujar dia di Gedung Plaza Mandiri Jakarta, Sabtu (20/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Bank Mandiri: Tidak Ada Penipuan, Ini Murni Kesalahan Sistem
Dia menuturkan 10% nasabah Bank Mandiri yang mengalami perubahan saldo itu secara acak (random). &quot;Dan tidak ada kriteria khusus nasabah yang terkena imbas,&quot; ungkap dia.
Rohan Hafas mengatakan bahwa nasabah yang kehilangan saldo dan dalam waktu 2-3 jam belum kembali seperti semula, bisa mengurusnya ke kantor cabang terdekat yang buka pada akhir pekan.
&quot;Di kantor cabang akan ditampung keluhan, memastikan uang aman dan dicek kembali,&quot; ujar Rohan.
Baca Juga: Bank Mandiri Hubungi Nasabah yang Saldonya Bertambah Drastis</description><content:encoded> 
JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyebut gangguan yang dialami 10% nasabah itu berimbas pada pengguna layanan uang elektronik e-money. Di mana nasabah tetap bisa digunakan untuk bertransaksi. Tapi pengguna tidak bisa mengisi ulang saldo e-money.
Corporate secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan bahwa top up e-money berdampak dari layanan yang sempat terganggu. Ada saldo bertambah, tapi ada yang kurang.
&quot;Jadi ini membuktikan bukan bentuk penipuan (fraud),&quot; ujar dia di Gedung Plaza Mandiri Jakarta, Sabtu (20/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Bank Mandiri: Tidak Ada Penipuan, Ini Murni Kesalahan Sistem
Dia menuturkan 10% nasabah Bank Mandiri yang mengalami perubahan saldo itu secara acak (random). &quot;Dan tidak ada kriteria khusus nasabah yang terkena imbas,&quot; ungkap dia.
Rohan Hafas mengatakan bahwa nasabah yang kehilangan saldo dan dalam waktu 2-3 jam belum kembali seperti semula, bisa mengurusnya ke kantor cabang terdekat yang buka pada akhir pekan.
&quot;Di kantor cabang akan ditampung keluhan, memastikan uang aman dan dicek kembali,&quot; ujar Rohan.
Baca Juga: Bank Mandiri Hubungi Nasabah yang Saldonya Bertambah Drastis</content:encoded></item></channel></rss>
