<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Ekspor Ikan 8.900 Ton ke 21 Negara</title><description>Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan pelepasan ekspor 8.900 ton hasil perikanan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/20/320/2081449/indonesia-ekspor-ikan-8-900-ton-ke-21-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/20/320/2081449/indonesia-ekspor-ikan-8-900-ton-ke-21-negara"/><item><title>Indonesia Ekspor Ikan 8.900 Ton ke 21 Negara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/20/320/2081449/indonesia-ekspor-ikan-8-900-ton-ke-21-negara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/20/320/2081449/indonesia-ekspor-ikan-8-900-ton-ke-21-negara</guid><pubDate>Sabtu 20 Juli 2019 15:20 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/20/320/2081449/indonesia-ekspor-ikan-8-900-ton-ke-21-negara-X8nOBAyQhn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/20/320/2081449/indonesia-ekspor-ikan-8-900-ton-ke-21-negara-X8nOBAyQhn.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Okezone</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan pelepasan ekspor 8.900 ton hasil perikanan dengan nilai total ekspor mencapai Rp588,79 miliar.

Pelepasan ekspor dilakukan secara serentak di lima pelabuhan utama, yaitu Tanjung Priok, Jakarta; Tanjung Perak, Surabaya; Tanjung Emas, Semarang; Belawan, Medan; dan Soekarno Hatta, Makassar.

Adapun sebanyak 394 kontainer produk perikanan akan dikirim ke 21 negara,, yaitu Amerika Serikat, Uni Eropa, Tiongkok, Spanyol, Singapura, Sri Lanka, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, Austria, Malaysia, Prancis, Puerto Riko, Italia, Belanda, Australia, Inggris, Denmark, dan Yunani.
&amp;nbsp;Baca Juga: Indonesia Ekspor Perdana Ikan Patin ke Arab Saudi
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, tumbuhnya usaha perikanan di Indonesia ini merupakan dampak positif dari upaya pemberantasan illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing yang digalakkan pe merintah beberapa tahun belakangan.

Tercatat, sejak 2014, KKP telah menenggelamkan 516 kapal pencuri ikan. Bahkan, pada semester I tahun ini saja, KKP telah berhasil menangkap 67 kapal pencuri ikan. &amp;ldquo;Pemberantasan IUU fishing inilah yang telah memberikan dampak positif terhadap stok ikan nasional,&amp;rdquo; ujarnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, kemarin.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ekspor Perikanan Indonesia Melonjak 24% di Semester I-2019
Berdasarkan hasil kajian Komisi Nasional Pengkajian Stok Ikan (Kajiskan), Maximum Sustainable Yield (MSY) per ikanan Indonesia menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, yaitu dari 7,3 juta ton pada 2015 menjadi 12,54 juta ton pada 2017 atau meningkat sebesar 71,78%.

Susi melanjutkan, peningkatan stok ikan ini juga dibarengi dengan kenaikan jumlah dan nilai produksi perikanan tangkap. Produksi perikanan tang kap meningkat dari 6,67 juta ton senilai Rp120,6 triliun pada 2015 menjadi 7,3 juta ton dengan nilai Rp210,7 triliun pada 2018.


Dengan kata lain, terjadi peningkatan nilai produksi perikanan  sebesar 74,7%. &amp;ldquo;Kenaikan produksi perikanan tangkap ini, berdampak  terhadap produksi Unit Pengolahan Ikan (UPI) binaan KKP dan akhirnya  mendorong peningkatan ekspor komoditas perikanan,&amp;rdquo; tuturnya.

Tren ekspor produk perikanan Indonesia meningkat 45,9%, yaitu dari  654.950 ton senilai USD3,87 miliar pada 2015 menjadi 955.880 ton senilai  USD5,17 miliar pada 2018. Susi menambahkan, hingga saat ini produk  perikanan Indonesia telah diekspor ke lebih dari 157 negara di dunia  dengan negara tujuan utama Amerika Serikat.

Selain Amerika Serikat, negara lain yang masuk dalam 10 besar negara  tujuan ekspor utama Indonesia, yaitu Tiongkok, Jepang, Australia,  Singapura, Thailand, Malaysia, Taiwan, Italia, dan Vietnam.

&amp;ldquo;Saya berharap produkti-vitas kapal lokal terus meningkat,  pembangunan berbasis perikanan kian merata ke seluruh wilayah sehingga  kesejah teraan nelayan tradisional juga meng alami perbaikan,&amp;rdquo; tandas  nya.

Pada kesempatan sama, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti  meminta agar pelaku usaha di sektor perikanan semakin sadar untuk  melaporkan hal-hal yang sesuai regulasi. Menurut dia, selama ini banyak  data ekspor yang tidak dilaporkan atau dilaporkan tapi nilainya tidak  sesuai.

&amp;ldquo;Saya mohon dengan segala kemudahan yang kita buat, para pengusaha  semakin sadar untuk melaporkan hal-hal yang sesuai regulasi, di mana  kalau sudah sesuai, pemerintah tentu akan lebih mudah dalam memberikan  kemudahan lainnya,&amp;rdquo; ujarnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan pelepasan ekspor 8.900 ton hasil perikanan dengan nilai total ekspor mencapai Rp588,79 miliar.

Pelepasan ekspor dilakukan secara serentak di lima pelabuhan utama, yaitu Tanjung Priok, Jakarta; Tanjung Perak, Surabaya; Tanjung Emas, Semarang; Belawan, Medan; dan Soekarno Hatta, Makassar.

Adapun sebanyak 394 kontainer produk perikanan akan dikirim ke 21 negara,, yaitu Amerika Serikat, Uni Eropa, Tiongkok, Spanyol, Singapura, Sri Lanka, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, Austria, Malaysia, Prancis, Puerto Riko, Italia, Belanda, Australia, Inggris, Denmark, dan Yunani.
&amp;nbsp;Baca Juga: Indonesia Ekspor Perdana Ikan Patin ke Arab Saudi
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, tumbuhnya usaha perikanan di Indonesia ini merupakan dampak positif dari upaya pemberantasan illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing yang digalakkan pe merintah beberapa tahun belakangan.

Tercatat, sejak 2014, KKP telah menenggelamkan 516 kapal pencuri ikan. Bahkan, pada semester I tahun ini saja, KKP telah berhasil menangkap 67 kapal pencuri ikan. &amp;ldquo;Pemberantasan IUU fishing inilah yang telah memberikan dampak positif terhadap stok ikan nasional,&amp;rdquo; ujarnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, kemarin.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ekspor Perikanan Indonesia Melonjak 24% di Semester I-2019
Berdasarkan hasil kajian Komisi Nasional Pengkajian Stok Ikan (Kajiskan), Maximum Sustainable Yield (MSY) per ikanan Indonesia menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, yaitu dari 7,3 juta ton pada 2015 menjadi 12,54 juta ton pada 2017 atau meningkat sebesar 71,78%.

Susi melanjutkan, peningkatan stok ikan ini juga dibarengi dengan kenaikan jumlah dan nilai produksi perikanan tangkap. Produksi perikanan tang kap meningkat dari 6,67 juta ton senilai Rp120,6 triliun pada 2015 menjadi 7,3 juta ton dengan nilai Rp210,7 triliun pada 2018.


Dengan kata lain, terjadi peningkatan nilai produksi perikanan  sebesar 74,7%. &amp;ldquo;Kenaikan produksi perikanan tangkap ini, berdampak  terhadap produksi Unit Pengolahan Ikan (UPI) binaan KKP dan akhirnya  mendorong peningkatan ekspor komoditas perikanan,&amp;rdquo; tuturnya.

Tren ekspor produk perikanan Indonesia meningkat 45,9%, yaitu dari  654.950 ton senilai USD3,87 miliar pada 2015 menjadi 955.880 ton senilai  USD5,17 miliar pada 2018. Susi menambahkan, hingga saat ini produk  perikanan Indonesia telah diekspor ke lebih dari 157 negara di dunia  dengan negara tujuan utama Amerika Serikat.

Selain Amerika Serikat, negara lain yang masuk dalam 10 besar negara  tujuan ekspor utama Indonesia, yaitu Tiongkok, Jepang, Australia,  Singapura, Thailand, Malaysia, Taiwan, Italia, dan Vietnam.

&amp;ldquo;Saya berharap produkti-vitas kapal lokal terus meningkat,  pembangunan berbasis perikanan kian merata ke seluruh wilayah sehingga  kesejah teraan nelayan tradisional juga meng alami perbaikan,&amp;rdquo; tandas  nya.

Pada kesempatan sama, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti  meminta agar pelaku usaha di sektor perikanan semakin sadar untuk  melaporkan hal-hal yang sesuai regulasi. Menurut dia, selama ini banyak  data ekspor yang tidak dilaporkan atau dilaporkan tapi nilainya tidak  sesuai.

&amp;ldquo;Saya mohon dengan segala kemudahan yang kita buat, para pengusaha  semakin sadar untuk melaporkan hal-hal yang sesuai regulasi, di mana  kalau sudah sesuai, pemerintah tentu akan lebih mudah dalam memberikan  kemudahan lainnya,&amp;rdquo; ujarnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
