<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjelasan Sri Mulyani Ekonomi RI 2019 Hanya 5,2%, Tak Capai Target APBN</title><description>Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama pemerintah telah sahkan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini 5,2%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/22/20/2082101/penjelasan-sri-mulyani-ekonomi-ri-2019-hanya-5-2-tak-capai-target-apbn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/22/20/2082101/penjelasan-sri-mulyani-ekonomi-ri-2019-hanya-5-2-tak-capai-target-apbn"/><item><title>Penjelasan Sri Mulyani Ekonomi RI 2019 Hanya 5,2%, Tak Capai Target APBN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/22/20/2082101/penjelasan-sri-mulyani-ekonomi-ri-2019-hanya-5-2-tak-capai-target-apbn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/22/20/2082101/penjelasan-sri-mulyani-ekonomi-ri-2019-hanya-5-2-tak-capai-target-apbn</guid><pubDate>Senin 22 Juli 2019 16:34 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/22/20/2082101/penjelasan-sri-mulyani-ekonomi-ri-2019-hanya-5-2-tak-capai-target-apbn-rwG8ACdGN7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/22/20/2082101/penjelasan-sri-mulyani-ekonomi-ri-2019-hanya-5-2-tak-capai-target-apbn-rwG8ACdGN7.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama pemerintah telah sahkan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini 5,2% yang sesuai dengan laporan prognosis semester II APBN 2019. Di mana pertumbuhan ekonomi tersebut meleset dari target awal sebesar 5,3%.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan terkait proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini 5,2%. Menurutnya, penentuan proyeksi pertumbuhan ekonomi dilihat dari sisi permintaan dan produksi secara luas.
&quot;Seperti dari sisi permintaan, konsumsi dan investasi menjadi penopang. Sementara itu untuk ekspor selain dorong competitiveness, suasana lingkungan global pasti akan terpengaruh,&quot; ujar dia di Gedung DPR Jakarta, Senin (22/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Target Pertumbuhan Ekonomi 2019 Setuju Diturunkan Jadi 5,2%
Dia menuturkan gejolak ekonomi global merupakan salah satu tantangan pada pertumbuhan ekonomi. Seperti dari sisi permintaan, sedangkan dari sisi produksi dalam laporan semesteran dan sampaikan awal-awal kebijakan fiskal. Sektor produksi sudah capai output.
&quot;Jadi, semua berujung pada persoalan bagaimana meningkatkan investasi di Indonesia,&quot; tutur dia.
Maka itu, lanjut dia, pemerintah akan terus bekerja memperbaiki iklim investasi. Hal tersebut diyakini akan menjaga kualitas pertumbuhan ekonomi. Seperti Pertumbuhan akan menciptakan lapangan pekerjaan.
&quot;Sehingga tingkat pengangguran akan turun dan kemiskinan menurun,&quot; pungkas dia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani Harap Investasi Meningkat 6% pada Semester II</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama pemerintah telah sahkan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini 5,2% yang sesuai dengan laporan prognosis semester II APBN 2019. Di mana pertumbuhan ekonomi tersebut meleset dari target awal sebesar 5,3%.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan terkait proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini 5,2%. Menurutnya, penentuan proyeksi pertumbuhan ekonomi dilihat dari sisi permintaan dan produksi secara luas.
&quot;Seperti dari sisi permintaan, konsumsi dan investasi menjadi penopang. Sementara itu untuk ekspor selain dorong competitiveness, suasana lingkungan global pasti akan terpengaruh,&quot; ujar dia di Gedung DPR Jakarta, Senin (22/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Target Pertumbuhan Ekonomi 2019 Setuju Diturunkan Jadi 5,2%
Dia menuturkan gejolak ekonomi global merupakan salah satu tantangan pada pertumbuhan ekonomi. Seperti dari sisi permintaan, sedangkan dari sisi produksi dalam laporan semesteran dan sampaikan awal-awal kebijakan fiskal. Sektor produksi sudah capai output.
&quot;Jadi, semua berujung pada persoalan bagaimana meningkatkan investasi di Indonesia,&quot; tutur dia.
Maka itu, lanjut dia, pemerintah akan terus bekerja memperbaiki iklim investasi. Hal tersebut diyakini akan menjaga kualitas pertumbuhan ekonomi. Seperti Pertumbuhan akan menciptakan lapangan pekerjaan.
&quot;Sehingga tingkat pengangguran akan turun dan kemiskinan menurun,&quot; pungkas dia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani Harap Investasi Meningkat 6% pada Semester II</content:encoded></item></channel></rss>
