<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Barito Pacific Raih Izin Stock Split Saham 1:5</title><description>Perkuat likuiditas saham di pasar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) bakal menggelar stock split saham 1:5.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/22/278/2081981/barito-pacific-raih-izin-stock-split-saham-1-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/22/278/2081981/barito-pacific-raih-izin-stock-split-saham-1-5"/><item><title>Barito Pacific Raih Izin Stock Split Saham 1:5</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/22/278/2081981/barito-pacific-raih-izin-stock-split-saham-1-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/22/278/2081981/barito-pacific-raih-izin-stock-split-saham-1-5</guid><pubDate>Senin 22 Juli 2019 13:15 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/22/278/2081981/barito-pacific-raih-izin-stock-split-saham-1-5-XBUczuh9s8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/22/278/2081981/barito-pacific-raih-izin-stock-split-saham-1-5-XBUczuh9s8.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Perkuat likuiditas saham di pasar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) bakal menggelar stock split saham 1:5. Pada aksi korporasi ini, perseroan telah mendapatkan restu pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Perdagangan saham dengan nilai nominal baru diperkirakan pada pertengahan Agustus 2019.

Direktur Utama Barito Pacific, Agus Salim Pangestu menuturkan, faktor likuiditas menjadi pertimbangan perseroan dalam aksi korporasi ini.

&amp;ldquo;Setelah stock split diharapkan akan membuka kesempatan yang lebih besar bagi pemegang saham publik untuk memiliki saham BRPT dengan tingkat harga yang lebih terjangkau,&amp;rdquo; ujarnya seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta (22/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: RUPSLB, Barito Pacific Akan Stock Split
Perseroan memberikan perhatian terhadap investor ritel. Dia berharap harga saham setelah stock split dapat kembali menarik minat investor ritel. Disampaikannya, pemegang saham perseroan lebih banyak institusi, seperti ETF, index fund, fund management. Namun yang diperhatikan, bagian ritel menciut. Oleh karena itu, dengan aksi korporasi stock split diharapkan investor ritel bisa kembali berminat berinvestasi.

Disampaikanya, untuk refinancing, BRPT optimistis bisa mengandalkan hasil kinerja perusahaan untuk menutup lubang utang. Kata Agus, BRPT memiliki utang yang akan jatuh tempo paling dekat pada tahun 2021. &amp;ldquo;Itupun kami masih optimistis bisa tutup dengan kinerja kami,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Barito Pacific Tebar Dividen Rp432 MiliarSelain kondisi keuangan internal yang dinilai masih kuat, Agus juga  menilai beberapa proyek BRPT tahun ini sudah bisa dibilang aman secara  pembiayaan. Sebagai informasi, tahun ini BRPT fokus menggarap beberapa  proyek baru. Misalnya untuk proyek PLTU Jawa unit 9 dan 10. Agus  mengatakan proyek tersebut sudah fully funded. Asal tahu, BRPT bersama  PLN menjadi pihak inisiator pembangunan PLTU tersebut. Sebagai pihak  swasta, BRPT menggenggam sekitar 41% dari kepemilikan PLTU itu.  Sedangkan sisanya dikempit oleh PLN.

Proyek pembangkit listrik berkapasitas 2x1000 megawatt (mw) itu  memiliki nilai investasi sebesar USD3,1 miliar. Perusahaan memperkirakan  penyelesaian pendanaan akan rampung di akhir tahun. Begitu juga dengan  proyek anak perusahaan BRPT, PT Chandra Asri Pethrocemichal Tbk (TPIA).  Tahun ini TPIA sedang membangun dua pabrik baru untuk polietilena dan  polipropilena.

Agus mengatakan, tak ada masalah untuk pendanaan pembangunan  tersebut. &amp;ldquo;Minat partner kami tinggi untuk proyek tersebut. Apalagi  untuk TPIA baru saja mendapat pemeringkatan yang baik dari Standard and  Poor&amp;rsquo;s,&amp;rdquo; kata Agus.</description><content:encoded>JAKARTA - Perkuat likuiditas saham di pasar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) bakal menggelar stock split saham 1:5. Pada aksi korporasi ini, perseroan telah mendapatkan restu pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Perdagangan saham dengan nilai nominal baru diperkirakan pada pertengahan Agustus 2019.

Direktur Utama Barito Pacific, Agus Salim Pangestu menuturkan, faktor likuiditas menjadi pertimbangan perseroan dalam aksi korporasi ini.

&amp;ldquo;Setelah stock split diharapkan akan membuka kesempatan yang lebih besar bagi pemegang saham publik untuk memiliki saham BRPT dengan tingkat harga yang lebih terjangkau,&amp;rdquo; ujarnya seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta (22/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: RUPSLB, Barito Pacific Akan Stock Split
Perseroan memberikan perhatian terhadap investor ritel. Dia berharap harga saham setelah stock split dapat kembali menarik minat investor ritel. Disampaikannya, pemegang saham perseroan lebih banyak institusi, seperti ETF, index fund, fund management. Namun yang diperhatikan, bagian ritel menciut. Oleh karena itu, dengan aksi korporasi stock split diharapkan investor ritel bisa kembali berminat berinvestasi.

Disampaikanya, untuk refinancing, BRPT optimistis bisa mengandalkan hasil kinerja perusahaan untuk menutup lubang utang. Kata Agus, BRPT memiliki utang yang akan jatuh tempo paling dekat pada tahun 2021. &amp;ldquo;Itupun kami masih optimistis bisa tutup dengan kinerja kami,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Barito Pacific Tebar Dividen Rp432 MiliarSelain kondisi keuangan internal yang dinilai masih kuat, Agus juga  menilai beberapa proyek BRPT tahun ini sudah bisa dibilang aman secara  pembiayaan. Sebagai informasi, tahun ini BRPT fokus menggarap beberapa  proyek baru. Misalnya untuk proyek PLTU Jawa unit 9 dan 10. Agus  mengatakan proyek tersebut sudah fully funded. Asal tahu, BRPT bersama  PLN menjadi pihak inisiator pembangunan PLTU tersebut. Sebagai pihak  swasta, BRPT menggenggam sekitar 41% dari kepemilikan PLTU itu.  Sedangkan sisanya dikempit oleh PLN.

Proyek pembangkit listrik berkapasitas 2x1000 megawatt (mw) itu  memiliki nilai investasi sebesar USD3,1 miliar. Perusahaan memperkirakan  penyelesaian pendanaan akan rampung di akhir tahun. Begitu juga dengan  proyek anak perusahaan BRPT, PT Chandra Asri Pethrocemichal Tbk (TPIA).  Tahun ini TPIA sedang membangun dua pabrik baru untuk polietilena dan  polipropilena.

Agus mengatakan, tak ada masalah untuk pendanaan pembangunan  tersebut. &amp;ldquo;Minat partner kami tinggi untuk proyek tersebut. Apalagi  untuk TPIA baru saja mendapat pemeringkatan yang baik dari Standard and  Poor&amp;rsquo;s,&amp;rdquo; kata Agus.</content:encoded></item></channel></rss>
