<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>7 Ruas Tol Senilai Rp151 Triliun Bakal Dilelang, Ini Daftarnya</title><description>BPJT pada tahun 2019 ini akan melelang tujuh ruas jalan tol dengan nilai investasi keseluruhannya sebesar 151,13 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/22/320/2081886/7-ruas-tol-senilai-rp151-triliun-bakal-dilelang-ini-daftarnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/22/320/2081886/7-ruas-tol-senilai-rp151-triliun-bakal-dilelang-ini-daftarnya"/><item><title>7 Ruas Tol Senilai Rp151 Triliun Bakal Dilelang, Ini Daftarnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/22/320/2081886/7-ruas-tol-senilai-rp151-triliun-bakal-dilelang-ini-daftarnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/22/320/2081886/7-ruas-tol-senilai-rp151-triliun-bakal-dilelang-ini-daftarnya</guid><pubDate>Senin 22 Juli 2019 10:49 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/22/320/2081886/7-ruas-tol-senilai-rp151-triliun-bakal-dilelang-ini-daftarnya-TPnoctTmgA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Dok. Jasa Marga</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/22/320/2081886/7-ruas-tol-senilai-rp151-triliun-bakal-dilelang-ini-daftarnya-TPnoctTmgA.jpg</image><title>Foto: Dok. Jasa Marga</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) pada tahun 2019 ini akan melelang tujuh ruas jalan tol dengan nilai investasi keseluruhannya sebesar 151,13 triliun.
&amp;nbsp;Baca Juga: Tahun Ini PUPR Lelang Enam Jalan Tol Senilai Rp135,6 Triliun
Kepala BPJT Danang Parikesit menyebutkan, ketujuh ruas tol yang akan dilelang adalah Jalan Tol Semanan &amp;ndash; Balaraja sepanjang 31,9 Km, Kamal &amp;ndash; Teluknaga &amp;ndash; Rajeg sepanjang 38,6 Km, Akses Menuju Pelabuhan Patimban sepanjang 37,7 Km, Gedebage &amp;ndash; Tasikmalaya &amp;ndash; Cilacap sepanjang 184 Km, Yogyakarta &amp;ndash; Bawen sepanjang 77 Km, Solo &amp;ndash; Yogyakarta &amp;ndash; New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulon Progo sepanjang 91,93 Km dan Balikpapan &amp;ndash; Penajam Paser Utara sepanjang 7,35 Km.

&amp;ldquo;Dari tujuh ruas tol, Jalan Tol Balikpapan &amp;ndash; Penajam Paser Utara sudah dilakukan pelelangan dengan metode lelang hak menyamakan penawaran (right to match) pada PT. Tol Teluk Balikpapan. Ruas tol lainnya masih dalam tahap finalisasi desain,&amp;rdquo; kata Danang seperti dikutip laman setkab, Jakarta, Senin (22/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Hampir 5 Tahun Menjabat, Jokowi Sudah Operasikan 985 Km Jalan Tol
Menurut Kepala BPJT itu, keterlibatan swasta  melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) membawa dampak daya ungkit/leverage dari hasil investasinya, sehingga keuntungan dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur lainnya.

Investasi swasta dibutuhkan kerena pendanaan Pemerintah dalam penyediaan infrastruktur terbatas. Kemampuan APBN tahun 2020 &amp;ndash; 2024 diproyeksikan hanya mampu memenuhi 30 persen atau sekitar Rp 623 triliun dari total kebutuhan anggaran untuk penyediaan infrastruktur sebesar Rp 2.058 triliun.
Selama ini pemerintah juga telah memberikan dukungan viability gap  fund (VGF) berupa jaminan maupun dukungan pendanaan APBN untuk  pembangunan sebagian konstruksi jalan tol sehingga meningkatkan  kelayakan finansial suatu ruas tol.

Sebelum ini Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan, pembangunan  jalan tol diperlukan untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah dan  efisiensi biaya logistik.

&amp;ldquo;Melalui skema KPBU, pemerintah bertujuan mengatasi ketimpangan  pendanaan (financial gap) infrastruktur, terutama jalan tol demi  ketepatan waktu penyelesaiannya, sehingga dapat memberikan manfaat nyata  bagi negara dan masyarakat&amp;rdquo; ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono  beberapa waktu lalu</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) pada tahun 2019 ini akan melelang tujuh ruas jalan tol dengan nilai investasi keseluruhannya sebesar 151,13 triliun.
&amp;nbsp;Baca Juga: Tahun Ini PUPR Lelang Enam Jalan Tol Senilai Rp135,6 Triliun
Kepala BPJT Danang Parikesit menyebutkan, ketujuh ruas tol yang akan dilelang adalah Jalan Tol Semanan &amp;ndash; Balaraja sepanjang 31,9 Km, Kamal &amp;ndash; Teluknaga &amp;ndash; Rajeg sepanjang 38,6 Km, Akses Menuju Pelabuhan Patimban sepanjang 37,7 Km, Gedebage &amp;ndash; Tasikmalaya &amp;ndash; Cilacap sepanjang 184 Km, Yogyakarta &amp;ndash; Bawen sepanjang 77 Km, Solo &amp;ndash; Yogyakarta &amp;ndash; New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulon Progo sepanjang 91,93 Km dan Balikpapan &amp;ndash; Penajam Paser Utara sepanjang 7,35 Km.

&amp;ldquo;Dari tujuh ruas tol, Jalan Tol Balikpapan &amp;ndash; Penajam Paser Utara sudah dilakukan pelelangan dengan metode lelang hak menyamakan penawaran (right to match) pada PT. Tol Teluk Balikpapan. Ruas tol lainnya masih dalam tahap finalisasi desain,&amp;rdquo; kata Danang seperti dikutip laman setkab, Jakarta, Senin (22/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Hampir 5 Tahun Menjabat, Jokowi Sudah Operasikan 985 Km Jalan Tol
Menurut Kepala BPJT itu, keterlibatan swasta  melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) membawa dampak daya ungkit/leverage dari hasil investasinya, sehingga keuntungan dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur lainnya.

Investasi swasta dibutuhkan kerena pendanaan Pemerintah dalam penyediaan infrastruktur terbatas. Kemampuan APBN tahun 2020 &amp;ndash; 2024 diproyeksikan hanya mampu memenuhi 30 persen atau sekitar Rp 623 triliun dari total kebutuhan anggaran untuk penyediaan infrastruktur sebesar Rp 2.058 triliun.
Selama ini pemerintah juga telah memberikan dukungan viability gap  fund (VGF) berupa jaminan maupun dukungan pendanaan APBN untuk  pembangunan sebagian konstruksi jalan tol sehingga meningkatkan  kelayakan finansial suatu ruas tol.

Sebelum ini Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan, pembangunan  jalan tol diperlukan untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah dan  efisiensi biaya logistik.

&amp;ldquo;Melalui skema KPBU, pemerintah bertujuan mengatasi ketimpangan  pendanaan (financial gap) infrastruktur, terutama jalan tol demi  ketepatan waktu penyelesaiannya, sehingga dapat memberikan manfaat nyata  bagi negara dan masyarakat&amp;rdquo; ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono  beberapa waktu lalu</content:encoded></item></channel></rss>
