<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos Lion Minta Pemerintah Bangun Bengkel Pesawat</title><description>Bengkel perawatan dan onderdil pesawat penting, supaya maskapai tidak perlu lagi untuk mengimpor onderdil dari luar negeri</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/22/320/2082126/bos-lion-minta-pemerintah-bangun-bengkel-pesawat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/22/320/2082126/bos-lion-minta-pemerintah-bangun-bengkel-pesawat"/><item><title>Bos Lion Minta Pemerintah Bangun Bengkel Pesawat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/22/320/2082126/bos-lion-minta-pemerintah-bangun-bengkel-pesawat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/22/320/2082126/bos-lion-minta-pemerintah-bangun-bengkel-pesawat</guid><pubDate>Senin 22 Juli 2019 17:07 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/22/320/2082126/bos-lion-minta-pemerintah-bangun-bengkel-pesawat-rwjfFKbSGL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat Lion Air. Foto: Lion Air</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/22/320/2082126/bos-lion-minta-pemerintah-bangun-bengkel-pesawat-rwjfFKbSGL.jpg</image><title>Pesawat Lion Air. Foto: Lion Air</title></images><description>JAKARTA - Maskapai penerbangan meminta pemerintah memberikan tambahan insentif berupa pembangunan bengkel perawatan khusus pesawat.
Hal tersebut guna mendukung akan adanya tarif murah tiket pesawat dengan penerbangan murah (Low Cost Carrier/LCC) yang berlaku setiap hari dan setiap waktu.
Baca Juga: Maskapai Usulkan Diskon Tiket Pesawat Berlaku Setiap Hari, Ini Alasannya
Pemilik Lion Air Rusdi Kirana mengatakan, pihaknya menginginkan agar insentif diberikan pemerintah bersifat jangka panjang. Khususnya insentif dalam hal perbaikan dan perawatan pesawat.
Bengkel perawatan dan onderdil pesawat penting, supaya maskapai tidak perlu lagi untuk mengimpor onderdil dari luar negeri.
Baca Juga: Bos Lion Air Akui Belum Terapkan Diskon 50%
&quot;Nah salah satunya adalah ban. bagaimana membangun assembly ban di Indonesia dengan begitu tidak perlu kirim ke luar negeri itu kan mengurangi cost (biaya),&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/7/2019).
Dengan adanya bengkel pesawat, Rusdi menilai, beban maskapai untuk menurunkan tiket pesawat bisa berkurang. Lion Air akan semakin leluasa untuk memberikan tarif tiket yang terjangkau.Dia mengatakan, pemerintah dengan maskapai sedang memikirkan untuk  berikan tarif terjangkau mulai dari Senin hingga Minggu. Untuk saat ini,  masyarakat hanya menikmati tarif terjangkau dengan potongan harga  sebesar 50% selama tiga hari yaitu, Selasa, Kamis dan Sabtu, pada pukul  10.00 WIB hingga 14.00 waktu setempat.
&quot;Karena enggak mungkinkan selamanya hanya seminggu tiga kali,  masyarakat juga mintanya kalau bisa kalau bisa saya jangan dipaksa jam  10.00 mau berangkat,&quot; katanya.
Sebagai informasi, pemerintah dengan pemangku kepentingan lainnya  kembali melakukan rapat koordinasi terkait penurunan tarif tiket  pesawat.
Adapun hadir dalam rakor tersebut Menteri Perhubungan Budi Karya  Sumadi, Pendiri Lion Group Rusdi Kirana, Direktur Utama PT Angkasa Pura  II Muhammad Awaluddin, dan Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi.

</description><content:encoded>JAKARTA - Maskapai penerbangan meminta pemerintah memberikan tambahan insentif berupa pembangunan bengkel perawatan khusus pesawat.
Hal tersebut guna mendukung akan adanya tarif murah tiket pesawat dengan penerbangan murah (Low Cost Carrier/LCC) yang berlaku setiap hari dan setiap waktu.
Baca Juga: Maskapai Usulkan Diskon Tiket Pesawat Berlaku Setiap Hari, Ini Alasannya
Pemilik Lion Air Rusdi Kirana mengatakan, pihaknya menginginkan agar insentif diberikan pemerintah bersifat jangka panjang. Khususnya insentif dalam hal perbaikan dan perawatan pesawat.
Bengkel perawatan dan onderdil pesawat penting, supaya maskapai tidak perlu lagi untuk mengimpor onderdil dari luar negeri.
Baca Juga: Bos Lion Air Akui Belum Terapkan Diskon 50%
&quot;Nah salah satunya adalah ban. bagaimana membangun assembly ban di Indonesia dengan begitu tidak perlu kirim ke luar negeri itu kan mengurangi cost (biaya),&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/7/2019).
Dengan adanya bengkel pesawat, Rusdi menilai, beban maskapai untuk menurunkan tiket pesawat bisa berkurang. Lion Air akan semakin leluasa untuk memberikan tarif tiket yang terjangkau.Dia mengatakan, pemerintah dengan maskapai sedang memikirkan untuk  berikan tarif terjangkau mulai dari Senin hingga Minggu. Untuk saat ini,  masyarakat hanya menikmati tarif terjangkau dengan potongan harga  sebesar 50% selama tiga hari yaitu, Selasa, Kamis dan Sabtu, pada pukul  10.00 WIB hingga 14.00 waktu setempat.
&quot;Karena enggak mungkinkan selamanya hanya seminggu tiga kali,  masyarakat juga mintanya kalau bisa kalau bisa saya jangan dipaksa jam  10.00 mau berangkat,&quot; katanya.
Sebagai informasi, pemerintah dengan pemangku kepentingan lainnya  kembali melakukan rapat koordinasi terkait penurunan tarif tiket  pesawat.
Adapun hadir dalam rakor tersebut Menteri Perhubungan Budi Karya  Sumadi, Pendiri Lion Group Rusdi Kirana, Direktur Utama PT Angkasa Pura  II Muhammad Awaluddin, dan Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi.

</content:encoded></item></channel></rss>
