<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Krakatau Steel Siap Lepas 3 Anak Usaha untuk IPO</title><description>PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) berencana melepas tiga anak perusahaannya untuk melantai di bursa.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/23/278/2082423/krakatau-steel-siap-lepas-3-anak-usaha-untuk-ipo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/23/278/2082423/krakatau-steel-siap-lepas-3-anak-usaha-untuk-ipo"/><item><title>   Krakatau Steel Siap Lepas 3 Anak Usaha untuk IPO</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/23/278/2082423/krakatau-steel-siap-lepas-3-anak-usaha-untuk-ipo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/23/278/2082423/krakatau-steel-siap-lepas-3-anak-usaha-untuk-ipo</guid><pubDate>Selasa 23 Juli 2019 11:32 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/23/278/2082423/krakatau-steel-siap-lepas-3-anak-usaha-untuk-ipo-NjzE3YYnip.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/23/278/2082423/krakatau-steel-siap-lepas-3-anak-usaha-untuk-ipo-NjzE3YYnip.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal atau go public cukup besar, namun sayangnya dari sekian banyaknya perusahaan yang sudah listing atau IPO sejak awal tahun masih didominasi perusahaan swasta dan belum ada perusahaan BUMN ataupun anak usahanya.

Maka menjawab kekosongan tersebut, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) berencana melepas tiga anak perusahaannya untuk melantai di bursa. Aksi korporasi ini masuk dalam opsi pembenahan fundamental KRAS sampai tiga tahun mendatang.
&amp;nbsp;Baca Juga: JK Soroti Kekalahan Krakatau Steel dari Baja Impor China
Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk (KS) Silmy Karim menjelaskan, tiga anak perusahaan yang dicalonkan adalah PT Krakatau Tirta Industri, PT Krakatau Bandar Samudera, dan PT Industrial Estate.

&amp;rdquo;Tentunya di sini KRAS harus berkonsultasi dengan Kementerian BUMN. Masih mengkaji bagaimana jalan yang terbaik. Apakah optimalisasi sinergi dulu baru IPO atau mungkin sebaliknya,&amp;rdquo; katanya seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Selasa (23/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Bisnis Krakatau Steel Tak Sekuat Baja, Restrukturisasi Jadi Pilihan
Silmy tidak melihat spektrum waktu yang jauh untuk rencana melepas tiga anak usahanya tersebut. Dia bilang, kemungkinan akan IPO paling lambat tiga tahun mendatang. Sebab pada tahun ini KRAS sedang membenahifundamental dan menyusun inisiatif-inisiatif perencanaan. Jadi tahun berikutnya KRAS tinggal mengeksekusi rencana.


Silmy menjelaskan, tahun ini KRAS akan lebih fokus bagaimana mendapat  USD1 miliar. Bukan berarti KRAS hanya berfokus pada tiga unit usahanya  saja, tapi juga melihat aset-aset lain yakni aset industri baja. Menurut  Silmy saat ini KRAS membutuhkan mitra strategis untuk mengoptimalkan  lini produksi, efisiensi, maupun ekspansi lainnya.

Disampaikannya, saat ini ada beberapa hal penting yang akan dilakukan  KRAS yaitu optimalisasi aset, divestasi anak perusahaan, sekuritisasi,  dan IPO anak usah afiliasi. Keempat hal ini menurut Silmy akan menjadi  jurus jitu KRAS memperbaiki kinerja fundamentalnya. Asal tahu saja  selama enamtahun berturut-turut KRAS terus membukukan kerugian. Hingga  kuartal I 2019, KRAS merugi USD62,3 juta.

KRAS tengah merestrukturisasi komprehensif dari segala masalah baik  itu utang yang menggunung hingga rugi bersih yang tidak kunjung untung.  Silmy mengakui keempat solusi itu akan berjalan paralel.&amp;rdquo;Restrukturisasi  perbankan dimulai Oktober 2018, kemudian restrukturisasi bisnis sudah  mengundang mitra strategis yakni McKinsey &amp;amp; Company dalam melihat  bagaimana struktur bisnis yang ideal dan strategis untuk KRAS,&amp;rdquo; ujarnya.

Adapun business controllerjuga melibatkan nama besar yakni KPMG yang  menurut Silmy dapat menyelamatkan KRAS ke depan. Menurut Silmy  restrukturisasi dilakukan untuk kebaikan KRAS dan kepentingan industri  baja nasional. Baginya jika ada pihak yang kecewa atau tidak senang  adalah satu bagian konsekuensi yang diambil.</description><content:encoded>JAKARTA - Minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal atau go public cukup besar, namun sayangnya dari sekian banyaknya perusahaan yang sudah listing atau IPO sejak awal tahun masih didominasi perusahaan swasta dan belum ada perusahaan BUMN ataupun anak usahanya.

Maka menjawab kekosongan tersebut, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) berencana melepas tiga anak perusahaannya untuk melantai di bursa. Aksi korporasi ini masuk dalam opsi pembenahan fundamental KRAS sampai tiga tahun mendatang.
&amp;nbsp;Baca Juga: JK Soroti Kekalahan Krakatau Steel dari Baja Impor China
Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk (KS) Silmy Karim menjelaskan, tiga anak perusahaan yang dicalonkan adalah PT Krakatau Tirta Industri, PT Krakatau Bandar Samudera, dan PT Industrial Estate.

&amp;rdquo;Tentunya di sini KRAS harus berkonsultasi dengan Kementerian BUMN. Masih mengkaji bagaimana jalan yang terbaik. Apakah optimalisasi sinergi dulu baru IPO atau mungkin sebaliknya,&amp;rdquo; katanya seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Selasa (23/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Bisnis Krakatau Steel Tak Sekuat Baja, Restrukturisasi Jadi Pilihan
Silmy tidak melihat spektrum waktu yang jauh untuk rencana melepas tiga anak usahanya tersebut. Dia bilang, kemungkinan akan IPO paling lambat tiga tahun mendatang. Sebab pada tahun ini KRAS sedang membenahifundamental dan menyusun inisiatif-inisiatif perencanaan. Jadi tahun berikutnya KRAS tinggal mengeksekusi rencana.


Silmy menjelaskan, tahun ini KRAS akan lebih fokus bagaimana mendapat  USD1 miliar. Bukan berarti KRAS hanya berfokus pada tiga unit usahanya  saja, tapi juga melihat aset-aset lain yakni aset industri baja. Menurut  Silmy saat ini KRAS membutuhkan mitra strategis untuk mengoptimalkan  lini produksi, efisiensi, maupun ekspansi lainnya.

Disampaikannya, saat ini ada beberapa hal penting yang akan dilakukan  KRAS yaitu optimalisasi aset, divestasi anak perusahaan, sekuritisasi,  dan IPO anak usah afiliasi. Keempat hal ini menurut Silmy akan menjadi  jurus jitu KRAS memperbaiki kinerja fundamentalnya. Asal tahu saja  selama enamtahun berturut-turut KRAS terus membukukan kerugian. Hingga  kuartal I 2019, KRAS merugi USD62,3 juta.

KRAS tengah merestrukturisasi komprehensif dari segala masalah baik  itu utang yang menggunung hingga rugi bersih yang tidak kunjung untung.  Silmy mengakui keempat solusi itu akan berjalan paralel.&amp;rdquo;Restrukturisasi  perbankan dimulai Oktober 2018, kemudian restrukturisasi bisnis sudah  mengundang mitra strategis yakni McKinsey &amp;amp; Company dalam melihat  bagaimana struktur bisnis yang ideal dan strategis untuk KRAS,&amp;rdquo; ujarnya.

Adapun business controllerjuga melibatkan nama besar yakni KPMG yang  menurut Silmy dapat menyelamatkan KRAS ke depan. Menurut Silmy  restrukturisasi dilakukan untuk kebaikan KRAS dan kepentingan industri  baja nasional. Baginya jika ada pihak yang kecewa atau tidak senang  adalah satu bagian konsekuensi yang diambil.</content:encoded></item></channel></rss>
