<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Naik 20%, BNI Salurkan Kredit Rp549 Triliun pada Semester I</title><description>BNI mencatatkan, penyaluran kredit sebesar Rp549,23 triliun sepanjang semester I-2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/23/278/2082612/naik-20-bni-salurkan-kredit-rp549-triliun-pada-semester-i</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/23/278/2082612/naik-20-bni-salurkan-kredit-rp549-triliun-pada-semester-i"/><item><title>Naik 20%, BNI Salurkan Kredit Rp549 Triliun pada Semester I</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/23/278/2082612/naik-20-bni-salurkan-kredit-rp549-triliun-pada-semester-i</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/23/278/2082612/naik-20-bni-salurkan-kredit-rp549-triliun-pada-semester-i</guid><pubDate>Selasa 23 Juli 2019 17:10 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/23/278/2082612/naik-20-bni-salurkan-kredit-rp549-triliun-pada-semester-i-pKz23Swi4N.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Yohana Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/23/278/2082612/naik-20-bni-salurkan-kredit-rp549-triliun-pada-semester-i-pKz23Swi4N.jpg</image><title>Foto: Yohana Okezone</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatatkan, penyaluran kredit sebesar Rp549,23 triliun sepanjang semester I-2019. Realisasi itu tumbuh 20% dari posisi di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp457,81 triliun.

Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo menyatakan, pertumbuhan kredit di dorong pembiayaan pada korporasi yang mencapai 51,9% dari total portfolio kredit BNI. Fokusnya pembiayaan pada sektor-sektor unggulan yang memiliki risiko relatif rendah, terutama ke sektor manufaktur, perdagangan, restoran dan hotel, serta jasa dunia usaha.

&quot;Ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk menjaga komposisi kredit korporasi dalam kisaran 50% hingga 55% dari total kredit,&quot; katanya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Selasa (23/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Laba Bersih BNI Tumbuh 2,7% Jadi Rp7,63 Triliun di Semester I-2019
Sepanjang paruh pertama 2019 , BNI saluran kredit korporasi pada swasta tumbuh 27,8% yoy dan pada BUMN tumbuh 24,9% yoy. Kemudian, kredit yang dialirkan pada segmen usaha kecil mencatatkan pertumbuhan 21,5% yoy. Termasuk di dalamnya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menjadi program pemerintah.

&quot;Sementara untuk kredit segmen menengah tetap dijaga pertumbuhannya yang moderat sebesar 7,6% yoy,&quot; ungkap dia.

Adapun pada segmen konsumer, Kredit Tanpa Agunan (KTA) berbasis payroll masih menjadi kontributor utama pertumbuhan yaitu sebesar 12,8% yoy. Sementara untuk mortgage dan credit card masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,9% yoy dan 4% yoy.
&amp;nbsp;Baca Juga: BNI Beri Fasilitas Kredit ke Perusahaan AS

Seiring dengan pertumbuhan kredit, BNI mencatatkan rasio kredit  bermasalah (non performing loan/NPL) membaik menjadi 1,8% pada semester  I-2019, dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 2,1 %. Credit  cost juga menunjukkan perbaikan dengan turun dari 1,7% pada semester  I-2018 menjadi 1,4% pada semester I-2019.

&quot;Sementara coverage ratio terus meningkat dari 150,2 % di semester I-2018 menjadi 156,5% pada akhir semester I-2019,&quot; katanya.
Anggoro menambahkan, pertumbuhan penyaluran kredit itu sejalan dengan  kemampuan perseroan menjaga likuiditas. Di mana Dana Pihak Ketiga (DPK)  tercatat tumbuh 13% yoy sepanjang semester I-2019 menjadi Rp595,07  triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp526,48  triliun.

&quot;BNI juga menjaga rasio dana murah yang ditunjukkan dari komposisi  CASA (dana murah) yang mencapai 64,6% dari total DPK,&quot; kata dia.

BNI juga mencatatkan penambahan jumlah rekening sekitar 7,5 juta  sepanjang paruh pertama 2019, menjadi 46,5 juta dari semester I-2018  sebesar 39 juta rekening. Jumlah branchless banking juga meningkat dari  94 ribu menjadi 124 ribu.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatatkan, penyaluran kredit sebesar Rp549,23 triliun sepanjang semester I-2019. Realisasi itu tumbuh 20% dari posisi di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp457,81 triliun.

Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo menyatakan, pertumbuhan kredit di dorong pembiayaan pada korporasi yang mencapai 51,9% dari total portfolio kredit BNI. Fokusnya pembiayaan pada sektor-sektor unggulan yang memiliki risiko relatif rendah, terutama ke sektor manufaktur, perdagangan, restoran dan hotel, serta jasa dunia usaha.

&quot;Ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk menjaga komposisi kredit korporasi dalam kisaran 50% hingga 55% dari total kredit,&quot; katanya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Selasa (23/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Laba Bersih BNI Tumbuh 2,7% Jadi Rp7,63 Triliun di Semester I-2019
Sepanjang paruh pertama 2019 , BNI saluran kredit korporasi pada swasta tumbuh 27,8% yoy dan pada BUMN tumbuh 24,9% yoy. Kemudian, kredit yang dialirkan pada segmen usaha kecil mencatatkan pertumbuhan 21,5% yoy. Termasuk di dalamnya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menjadi program pemerintah.

&quot;Sementara untuk kredit segmen menengah tetap dijaga pertumbuhannya yang moderat sebesar 7,6% yoy,&quot; ungkap dia.

Adapun pada segmen konsumer, Kredit Tanpa Agunan (KTA) berbasis payroll masih menjadi kontributor utama pertumbuhan yaitu sebesar 12,8% yoy. Sementara untuk mortgage dan credit card masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,9% yoy dan 4% yoy.
&amp;nbsp;Baca Juga: BNI Beri Fasilitas Kredit ke Perusahaan AS

Seiring dengan pertumbuhan kredit, BNI mencatatkan rasio kredit  bermasalah (non performing loan/NPL) membaik menjadi 1,8% pada semester  I-2019, dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 2,1 %. Credit  cost juga menunjukkan perbaikan dengan turun dari 1,7% pada semester  I-2018 menjadi 1,4% pada semester I-2019.

&quot;Sementara coverage ratio terus meningkat dari 150,2 % di semester I-2018 menjadi 156,5% pada akhir semester I-2019,&quot; katanya.
Anggoro menambahkan, pertumbuhan penyaluran kredit itu sejalan dengan  kemampuan perseroan menjaga likuiditas. Di mana Dana Pihak Ketiga (DPK)  tercatat tumbuh 13% yoy sepanjang semester I-2019 menjadi Rp595,07  triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp526,48  triliun.

&quot;BNI juga menjaga rasio dana murah yang ditunjukkan dari komposisi  CASA (dana murah) yang mencapai 64,6% dari total DPK,&quot; kata dia.

BNI juga mencatatkan penambahan jumlah rekening sekitar 7,5 juta  sepanjang paruh pertama 2019, menjadi 46,5 juta dari semester I-2018  sebesar 39 juta rekening. Jumlah branchless banking juga meningkat dari  94 ribu menjadi 124 ribu.</content:encoded></item></channel></rss>
