<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bebaskan Lahan Bandara Kediri, Menko Luhut Undang Bos AP I hingga Gudang Garam</title><description>Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menggelar rapat koordinasi mengenai bandara Kediri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/23/320/2082556/bebaskan-lahan-bandara-kediri-menko-luhut-undang-bos-ap-i-hingga-gudang-garam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/23/320/2082556/bebaskan-lahan-bandara-kediri-menko-luhut-undang-bos-ap-i-hingga-gudang-garam"/><item><title>Bebaskan Lahan Bandara Kediri, Menko Luhut Undang Bos AP I hingga Gudang Garam</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/23/320/2082556/bebaskan-lahan-bandara-kediri-menko-luhut-undang-bos-ap-i-hingga-gudang-garam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/23/320/2082556/bebaskan-lahan-bandara-kediri-menko-luhut-undang-bos-ap-i-hingga-gudang-garam</guid><pubDate>Selasa 23 Juli 2019 15:53 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/23/320/2082556/bebaskan-lahan-bandara-kediri-menko-luhut-undang-bos-ap-i-hingga-gudang-garam-rroUFaldVC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bandara (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/23/320/2082556/bebaskan-lahan-bandara-kediri-menko-luhut-undang-bos-ap-i-hingga-gudang-garam-rroUFaldVC.jpg</image><title>Bandara (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menggelar rapat koordinasi mengenai bandara Kediri. Turut hadir dalam rapat tersebut perwakilan dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi dan perwakilan dari Gudang Garam.

Direktur Jenderal Pengadaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) Arie Yuriwin mengatakan, rapat tersebut adalah untuk membahas mengenai persoalan pembebasan lahan dari Bandara Kediri. Pasalnya, proses Ground Breaking Bandara Kediri yang semula akan dilakukan harus molor karena terkendala pembebasan lahan.
 
Baca juga: Fakta Bandara Kediri, Infrastruktur Prioritas yang Dinanti-nanti
Menurut Arie, dari pembahasan tersebut diputuskan jika skema pembebasan lahannya dilakukan secara bisnis. Adalah PT Angkasa Pura I (Persero) dan Gudang Garam yang akan menyelesaikan persoalan tersebut.

&amp;ldquo;Sekarang sudah dilaksanakan dengan B2B kok. Gudang garam dan AP 1. Nantikan itu KPBU-kan, kerjasama untuk itu, PT Gudang Garam dengan AP1,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (23/7/2019).
 
Baca juga: Pembangunan New Yogyakarta International Airport Sudah 65%, Kapan Beroperasinya?
Arie menambahkan, saat ini sudah ada beberapa tanah yang dibebaskan untuk pembangunan Bandara Kediri. Namun, dirinya tidak merinci berapa jumlah tanah yang sudah dibebaskan.

&amp;ldquo;Sudah (lahannya sudah dibebaskan). Saya enggak hafal sekitar 400 hektare (ha). Lokasinha saya enggak tahu persis tapi di Kabupaten Kediri,&amp;rdquo; jelasnya.Dalam kesempatan yang berbeda, Direktur Utama Angkasa Pura I  (Persero) Faik Fahmi mengatakan, rapat tersebut masih dalam pembebasan  lahan untuk bandara Kediri. Sebab persoalaan ini merupakan masalah lama  yang belum terselesaikan.

&amp;ldquo;Belum berbicara seperti itu (Konsesi). Tadi baru benar-benar yang  basic ini kan proses yang udah lama terus berhenti nah ini mulai jalan  lagi,&amp;rdquo; jelasnya.

Dalam pembicaraan tadi, semuanya sepakat untuk fokus melanjutkan  proyek ini ketahap yang lebih serius. Dimulai dari masalah pembebasan  lahan agar proses groundbreaking segera dilakukan.

&amp;ldquo;Menyelesaikan persoalan lahan aja tapi belum porsinya saya untuk bicara,&amp;rdquo; ucapnya.

Sebagai informasi, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) akan membangun bandara  di Kediri, Jawa Timur. Bandara itu akan memiliki luas sekitar 457  hektare. Rencana pembangunan bandara ini juga menjadi proyek strategis  nasional, karena pada 2020 Bandara Juanda Surabaya, sudah melebihi  kapasitas (overload). Untuk pembangunan, diperkirakan rentang nilai  investasi itu antara Rp 1 triliun- Rp 10 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menggelar rapat koordinasi mengenai bandara Kediri. Turut hadir dalam rapat tersebut perwakilan dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi dan perwakilan dari Gudang Garam.

Direktur Jenderal Pengadaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) Arie Yuriwin mengatakan, rapat tersebut adalah untuk membahas mengenai persoalan pembebasan lahan dari Bandara Kediri. Pasalnya, proses Ground Breaking Bandara Kediri yang semula akan dilakukan harus molor karena terkendala pembebasan lahan.
 
Baca juga: Fakta Bandara Kediri, Infrastruktur Prioritas yang Dinanti-nanti
Menurut Arie, dari pembahasan tersebut diputuskan jika skema pembebasan lahannya dilakukan secara bisnis. Adalah PT Angkasa Pura I (Persero) dan Gudang Garam yang akan menyelesaikan persoalan tersebut.

&amp;ldquo;Sekarang sudah dilaksanakan dengan B2B kok. Gudang garam dan AP 1. Nantikan itu KPBU-kan, kerjasama untuk itu, PT Gudang Garam dengan AP1,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (23/7/2019).
 
Baca juga: Pembangunan New Yogyakarta International Airport Sudah 65%, Kapan Beroperasinya?
Arie menambahkan, saat ini sudah ada beberapa tanah yang dibebaskan untuk pembangunan Bandara Kediri. Namun, dirinya tidak merinci berapa jumlah tanah yang sudah dibebaskan.

&amp;ldquo;Sudah (lahannya sudah dibebaskan). Saya enggak hafal sekitar 400 hektare (ha). Lokasinha saya enggak tahu persis tapi di Kabupaten Kediri,&amp;rdquo; jelasnya.Dalam kesempatan yang berbeda, Direktur Utama Angkasa Pura I  (Persero) Faik Fahmi mengatakan, rapat tersebut masih dalam pembebasan  lahan untuk bandara Kediri. Sebab persoalaan ini merupakan masalah lama  yang belum terselesaikan.

&amp;ldquo;Belum berbicara seperti itu (Konsesi). Tadi baru benar-benar yang  basic ini kan proses yang udah lama terus berhenti nah ini mulai jalan  lagi,&amp;rdquo; jelasnya.

Dalam pembicaraan tadi, semuanya sepakat untuk fokus melanjutkan  proyek ini ketahap yang lebih serius. Dimulai dari masalah pembebasan  lahan agar proses groundbreaking segera dilakukan.

&amp;ldquo;Menyelesaikan persoalan lahan aja tapi belum porsinya saya untuk bicara,&amp;rdquo; ucapnya.

Sebagai informasi, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) akan membangun bandara  di Kediri, Jawa Timur. Bandara itu akan memiliki luas sekitar 457  hektare. Rencana pembangunan bandara ini juga menjadi proyek strategis  nasional, karena pada 2020 Bandara Juanda Surabaya, sudah melebihi  kapasitas (overload). Untuk pembangunan, diperkirakan rentang nilai  investasi itu antara Rp 1 triliun- Rp 10 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
