<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belum Sebulan Pinjaman Rp1,7 Juta, Tagihan Alice Bengkak Jadi Rp4,2 Juta</title><description>Hati-hati menerima tawaran pinjaman uang cepat dan mudah di Australia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/23/320/2082631/belum-sebulan-pinjaman-rp1-7-juta-tagihan-alice-bengkak-jadi-rp4-2-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/23/320/2082631/belum-sebulan-pinjaman-rp1-7-juta-tagihan-alice-bengkak-jadi-rp4-2-juta"/><item><title>Belum Sebulan Pinjaman Rp1,7 Juta, Tagihan Alice Bengkak Jadi Rp4,2 Juta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/23/320/2082631/belum-sebulan-pinjaman-rp1-7-juta-tagihan-alice-bengkak-jadi-rp4-2-juta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/23/320/2082631/belum-sebulan-pinjaman-rp1-7-juta-tagihan-alice-bengkak-jadi-rp4-2-juta</guid><pubDate>Selasa 23 Juli 2019 17:43 WIB</pubDate><dc:creator>ABC News</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/23/320/2082631/belum-sebulan-pinjaman-rp1-7-juta-tagihan-alice-bengkak-jadi-rp4-2-juta-5MnEasDTY3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/23/320/2082631/belum-sebulan-pinjaman-rp1-7-juta-tagihan-alice-bengkak-jadi-rp4-2-juta-5MnEasDTY3.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Hati-hati menerima tawaran pinjaman uang cepat dan mudah di Australia. Bisa-bisa mengalami hal seperti Sharon Alice yang kini terlilit utang yang jauh lebih besar dari jumlah pinjamannya.
Warga aborijin ini mendapat promo dari sebuah perusahaan peminjam uang bernama Cigno, beberapa hari sebelum Natal tahun lalu.
&quot;Saya ingin menyiapkan makanan untuk merayakan Natal, jadi saya mengajukan pinjaman,&quot; kata Alice. &quot;Jumlahnya 175 dolar (Rp1,7 juta).&quot;
&amp;nbsp;Baca Juga: 140 Pinjaman Online Ilegal Ditutup
Alice merupakan penerima tunjangan pemerintah bernama Newstart Allowance, dan uang pinjaman ini akan membantunya merayakan Natal bersama keluarga.
Acara Natal memang berlangsung sukses, katanya, tapi Alice tak sadar bahwa uang pinjaman itu memiliki biaya tambahan yang sangat fantastis.
Dalam seminggu, menurut tagihan dari Cigno yang dilihat ABC, utang Alice telah menjadi 336,95 dolar, hampir dua kali lipat.
Satu minggu kemudian, jumlahnya terus meningkat menjadi 421,90 dolar.
Tiga setengah minggu setelah Alice menerima pinjaman itu, barulah dia melakukan pembayaran pertama.
Namun saat itu, jumlah utangnya sudah membengkak jadi 427,85 dolar (sekitar Rp4,2 juta).
&amp;nbsp;Baca Juga: Pinjaman Online Meningkat 100,72%, Nilainya Capai Rp41 Triliun
Cigno mengenakan berbagai macam dalih sebagai biaya yang dibebankan ke Alice. Mulai dari &quot;biaya setoran pada hari yang sama&quot;, &quot;biaya pasokan keuangan&quot;, &quot;biaya pemberi pinjaman&quot;, &quot;biaya tidak jujur&quot;, &quot;biaya surat tidak jujur&quot;, dan tiga biaya lainnya dengan judul &quot;biaya pemeliharaan akun&quot;.
Alice melakukan pembayaran pertama sebesar 94 dolar, yaitu lebih dari separuh jumlah uang yang dia pinjam. Namun pembayaran itu, nyaris tak mengurangi jumlah keseluruhan tagihannya dari perusahaan yang berbasis di Gold Coast itu.
&quot;Saya kaget sekali,&quot; kata Alice mengenai besarnya jumlah utang yang dia miliki.Dalam waktu enam bulan, pinjaman Alice sebesar 175 dolar telah berubah menjadi 760 dolar.
Warga Alice Springs ini mengaku pihak Cigno sama sekali tidak  menjelaskan biaya-biaya tersembunyi ini ketika dia mengajukan pinjaman.
&quot;Mereka sama sekali tidak memberitahu saya mengenai adanya biaya-biaya ini,&quot; katanya.
&quot;Saya pikir itu hanya pinjaman yang bisa kita bayar langsung dengan jumlah yang sama,&quot; ujar Alice.
Kisah yang dialami Alice hanyalah satu dari banyak kasus yang  melibatkan Cigno dan perusahaan asosiasinya Gold-Silver Standard Finance  Pty Ltd dalam beberapa bulan terakhir.
Komisi Sekuritas dan Investasi Australia (ASIC) menyebut perusahaan  ini sebagai salah satu kelompok usaha yang menggunakan model pinjaman  jangka pendek, dan dapat menyebabkan &quot;kerugian siginifikan bagi  konsumen&quot;.
ASIC kini turun tangan mengumpulkan kasus seperti yang dialami Alice.
Komisaris ASIC Sean Hughes menjelaskan, jika terkumpul cukup kasus  seperti ini, pihak akan menerapkan kewenangan baru mereka untuk  menindaki pihak peminjam yang merugikan warga paling rentan.
&quot;Kami akan membangun kasus semua informasi ini,&quot; katanya kepada ABC.
Komisaris Hughes mengatakan paling lambat pertengahan Agustus sudah  bisa diketahui apakah praktek yang dijalankan perusahaan itu bisa  dilarang atau tidak.
&quot;Kami hanya makan mie&quot;
Tampaknya ASIC tidak akan kesulitan mengumpulkan bukti-bukti berupa kisah warga yang mengalami hal seperti Alice.ABC sebelumnya mengungkapkan banyaknya kasus warga yang mengajukan   pinjaman uang cepat yang tidak mereka pahami biaya-biaya tersembunyi di   baliknya.
Kelompok perlindungan konsumen juga sudah berulang-ulang menyoroti model bisnis peminjaman uang seperti itu.
Ratusan pelanggan bahkan telah melontarkan kecaman mereka secara terbuka kepada Cigno melalui website ProductReview.com.au.
Sejumlah pelanggan Cigno mengungkapkan tingginya biaya pembayaran   yang harus mereka tanggung setelah meminjam dari perusahaan ini.
Seorang ibu dua anak asal Sydney, Anna Bedford, misalnya menyatakan   Cigno telah mengambil uang dari akun banknya sebesar 500 dolar secara   tidak sah.
Dia pun harus menelpon berkali-kali, mengirim email dan SMS untuk mendapatkan uangnya kembali.
&quot;Saya menelepon, dan didiamkan selama satu jam 40 menit, tidak berbicara dengan siapa pun,&quot; katanya.
Bedford menelepon lagi keesokan harinya dan akhirnya tersambung   dengan seseorang yang memproses pengembalian uangnya. Tapi butuh waktu   seminggu barulah uangnya dikembalikan.
Selama waktu itu, kata Bedford, dia dan anak-anaknya kesulitan untuk makan.
&quot;Saya harus mendapatkan uang itu kembali untuk bertahan hidup,&quot; katanya.
&quot;Kami hidup hanya dengan makan mie. Itu membuatku menangis,&quot; tutur Bedford lagi.
Kini dia memperingatkan siapa saja untuk jangan sekali-kali meminjam uang dari perusahaan tersebut.
Awal tahun ini, seorang reporter ABC mendatangi alamat Cigno di   Southport, Gold Coast, namun hanya menemukan pintu masuk agak   tersembunyi di sebelah restoran tanpa papan perusahaan.
Cigno yang dimintai tanggapannya sampai kini tidak bersedia berkomentar.
Sementara ASIC mengatakan perusahaan ini dan mitranya Gold-Silver   Standard Finance dapat menawarkan pinjaman jangka pendek dengan biaya   tinggi karena mengesampingkan UU Kredit yang berlaku secara nasional.
Dengan memisahkan bagian perantara dengan bagian pemberi pinjaman,   bisnis ini memanfaatkan celah hukum untuk membebankan biaya tinggi dari   yang diizinkan UU.
Komisaris Hughes menegaskan tingginya biaya yang harus dibayar para peminjam sangatlah memprihatinkan.
&quot;Karena pinjaman ini jumlahnya relatif kecil dan berjangka pendek,   bahkan pengaturan kreditnya masih dalam batas yang ada, sehingga mereka   pada dasarnya beroperasi seakan jadi pengecualian dari UU Kredit,&quot;   katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Hati-hati menerima tawaran pinjaman uang cepat dan mudah di Australia. Bisa-bisa mengalami hal seperti Sharon Alice yang kini terlilit utang yang jauh lebih besar dari jumlah pinjamannya.
Warga aborijin ini mendapat promo dari sebuah perusahaan peminjam uang bernama Cigno, beberapa hari sebelum Natal tahun lalu.
&quot;Saya ingin menyiapkan makanan untuk merayakan Natal, jadi saya mengajukan pinjaman,&quot; kata Alice. &quot;Jumlahnya 175 dolar (Rp1,7 juta).&quot;
&amp;nbsp;Baca Juga: 140 Pinjaman Online Ilegal Ditutup
Alice merupakan penerima tunjangan pemerintah bernama Newstart Allowance, dan uang pinjaman ini akan membantunya merayakan Natal bersama keluarga.
Acara Natal memang berlangsung sukses, katanya, tapi Alice tak sadar bahwa uang pinjaman itu memiliki biaya tambahan yang sangat fantastis.
Dalam seminggu, menurut tagihan dari Cigno yang dilihat ABC, utang Alice telah menjadi 336,95 dolar, hampir dua kali lipat.
Satu minggu kemudian, jumlahnya terus meningkat menjadi 421,90 dolar.
Tiga setengah minggu setelah Alice menerima pinjaman itu, barulah dia melakukan pembayaran pertama.
Namun saat itu, jumlah utangnya sudah membengkak jadi 427,85 dolar (sekitar Rp4,2 juta).
&amp;nbsp;Baca Juga: Pinjaman Online Meningkat 100,72%, Nilainya Capai Rp41 Triliun
Cigno mengenakan berbagai macam dalih sebagai biaya yang dibebankan ke Alice. Mulai dari &quot;biaya setoran pada hari yang sama&quot;, &quot;biaya pasokan keuangan&quot;, &quot;biaya pemberi pinjaman&quot;, &quot;biaya tidak jujur&quot;, &quot;biaya surat tidak jujur&quot;, dan tiga biaya lainnya dengan judul &quot;biaya pemeliharaan akun&quot;.
Alice melakukan pembayaran pertama sebesar 94 dolar, yaitu lebih dari separuh jumlah uang yang dia pinjam. Namun pembayaran itu, nyaris tak mengurangi jumlah keseluruhan tagihannya dari perusahaan yang berbasis di Gold Coast itu.
&quot;Saya kaget sekali,&quot; kata Alice mengenai besarnya jumlah utang yang dia miliki.Dalam waktu enam bulan, pinjaman Alice sebesar 175 dolar telah berubah menjadi 760 dolar.
Warga Alice Springs ini mengaku pihak Cigno sama sekali tidak  menjelaskan biaya-biaya tersembunyi ini ketika dia mengajukan pinjaman.
&quot;Mereka sama sekali tidak memberitahu saya mengenai adanya biaya-biaya ini,&quot; katanya.
&quot;Saya pikir itu hanya pinjaman yang bisa kita bayar langsung dengan jumlah yang sama,&quot; ujar Alice.
Kisah yang dialami Alice hanyalah satu dari banyak kasus yang  melibatkan Cigno dan perusahaan asosiasinya Gold-Silver Standard Finance  Pty Ltd dalam beberapa bulan terakhir.
Komisi Sekuritas dan Investasi Australia (ASIC) menyebut perusahaan  ini sebagai salah satu kelompok usaha yang menggunakan model pinjaman  jangka pendek, dan dapat menyebabkan &quot;kerugian siginifikan bagi  konsumen&quot;.
ASIC kini turun tangan mengumpulkan kasus seperti yang dialami Alice.
Komisaris ASIC Sean Hughes menjelaskan, jika terkumpul cukup kasus  seperti ini, pihak akan menerapkan kewenangan baru mereka untuk  menindaki pihak peminjam yang merugikan warga paling rentan.
&quot;Kami akan membangun kasus semua informasi ini,&quot; katanya kepada ABC.
Komisaris Hughes mengatakan paling lambat pertengahan Agustus sudah  bisa diketahui apakah praktek yang dijalankan perusahaan itu bisa  dilarang atau tidak.
&quot;Kami hanya makan mie&quot;
Tampaknya ASIC tidak akan kesulitan mengumpulkan bukti-bukti berupa kisah warga yang mengalami hal seperti Alice.ABC sebelumnya mengungkapkan banyaknya kasus warga yang mengajukan   pinjaman uang cepat yang tidak mereka pahami biaya-biaya tersembunyi di   baliknya.
Kelompok perlindungan konsumen juga sudah berulang-ulang menyoroti model bisnis peminjaman uang seperti itu.
Ratusan pelanggan bahkan telah melontarkan kecaman mereka secara terbuka kepada Cigno melalui website ProductReview.com.au.
Sejumlah pelanggan Cigno mengungkapkan tingginya biaya pembayaran   yang harus mereka tanggung setelah meminjam dari perusahaan ini.
Seorang ibu dua anak asal Sydney, Anna Bedford, misalnya menyatakan   Cigno telah mengambil uang dari akun banknya sebesar 500 dolar secara   tidak sah.
Dia pun harus menelpon berkali-kali, mengirim email dan SMS untuk mendapatkan uangnya kembali.
&quot;Saya menelepon, dan didiamkan selama satu jam 40 menit, tidak berbicara dengan siapa pun,&quot; katanya.
Bedford menelepon lagi keesokan harinya dan akhirnya tersambung   dengan seseorang yang memproses pengembalian uangnya. Tapi butuh waktu   seminggu barulah uangnya dikembalikan.
Selama waktu itu, kata Bedford, dia dan anak-anaknya kesulitan untuk makan.
&quot;Saya harus mendapatkan uang itu kembali untuk bertahan hidup,&quot; katanya.
&quot;Kami hidup hanya dengan makan mie. Itu membuatku menangis,&quot; tutur Bedford lagi.
Kini dia memperingatkan siapa saja untuk jangan sekali-kali meminjam uang dari perusahaan tersebut.
Awal tahun ini, seorang reporter ABC mendatangi alamat Cigno di   Southport, Gold Coast, namun hanya menemukan pintu masuk agak   tersembunyi di sebelah restoran tanpa papan perusahaan.
Cigno yang dimintai tanggapannya sampai kini tidak bersedia berkomentar.
Sementara ASIC mengatakan perusahaan ini dan mitranya Gold-Silver   Standard Finance dapat menawarkan pinjaman jangka pendek dengan biaya   tinggi karena mengesampingkan UU Kredit yang berlaku secara nasional.
Dengan memisahkan bagian perantara dengan bagian pemberi pinjaman,   bisnis ini memanfaatkan celah hukum untuk membebankan biaya tinggi dari   yang diizinkan UU.
Komisaris Hughes menegaskan tingginya biaya yang harus dibayar para peminjam sangatlah memprihatinkan.
&quot;Karena pinjaman ini jumlahnya relatif kecil dan berjangka pendek,   bahkan pengaturan kreditnya masih dalam batas yang ada, sehingga mereka   pada dasarnya beroperasi seakan jadi pengecualian dari UU Kredit,&quot;   katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
