<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bappenas: Indonesia Butuh Banyak Pengusaha untuk Jadi Negara Maju   </title><description>Perusahaan rintisan (startup) yang kini berkembang menjadi permulaan dari masa depan dunia kewirausahaan Indonesia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/23/320/2082703/bappenas-indonesia-butuh-banyak-pengusaha-untuk-jadi-negara-maju</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/23/320/2082703/bappenas-indonesia-butuh-banyak-pengusaha-untuk-jadi-negara-maju"/><item><title>Bappenas: Indonesia Butuh Banyak Pengusaha untuk Jadi Negara Maju   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/23/320/2082703/bappenas-indonesia-butuh-banyak-pengusaha-untuk-jadi-negara-maju</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/23/320/2082703/bappenas-indonesia-butuh-banyak-pengusaha-untuk-jadi-negara-maju</guid><pubDate>Selasa 23 Juli 2019 19:57 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/23/320/2082703/bappenas-indonesia-butuh-banyak-pengusaha-untuk-jadi-negara-maju-tx0mOik4AF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Pengusaha Startup (Foto: Shuttertock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/23/320/2082703/bappenas-indonesia-butuh-banyak-pengusaha-untuk-jadi-negara-maju-tx0mOik4AF.jpg</image><title>Ilustrasi Pengusaha Startup (Foto: Shuttertock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyatakan, ekonomi kreatif dan digital ke depannya menjadi motor utama penggerak ekonomi Indonesia. Maka, perusahaan rintisan (startup) yang kini berkembang menjadi permulaan dari masa depan dunia kewirausahaan Indonesia.
Baca Juga: Kemajuan Teknologi, JK: Ibu-Ibu Bisa Makan Enak
&quot;Kami melihat tahun 2045 ekonomi digital bisa menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia,&quot; ujarnya dalam acara diskusi mengenai ekonomi digital di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Dia menyatakan, pengusaha (entrepreneur) sangat dibutuhkan Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu, perlu semakin banyak masyarakat yang terjun menjadi  entrepreneur, sehingga bisa mendorong Indonesia dari negara berkembang ke negara maju.
Baca Juga: Buka IDF 2019, Wapres JK: Pemerintah Cari Ide Perencanaan dari Generasi Masa Depan
&quot;Indonesia hanya bisa jadi negara maju kalau masyarakatnya semakin banyak jadi entrepreneur, bukan semakin banyak jadi PNS,&quot; ungkapnya.Bambang pun menekankan, era digitalisasi akan terus berkembang ke  depannya, maka perlu banyak pelaku usaha yang terjun di startup. Hal ini  tentunya perlu didukung dengan strategi yang tepat untuk memanfaatkan  potensi startup yang ada saat ini.
Di samping itu, perlu juga peningkatan kualitas sumber daya manusia,  utama yang memiliki kapasitas terkait teknologi. Maka pemerintah pun  gencar mendorong peningkatan kualitas dengan pendidikan dan pelatihan  vokasi.
&quot;Di masa lalu calon entrepreneur lebih banyak di bidang perdagangan,  ritel atau jasa, seperti restoran. Tapi belakangan ini  anak-anak muda  ternyata kreatifitas sudah luar biasa dalam mencari bidang usaha dan  dikaitkan ke teknologi, ekonomi digital menumbuhkan rasa optimisme,&quot;  jelas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyatakan, ekonomi kreatif dan digital ke depannya menjadi motor utama penggerak ekonomi Indonesia. Maka, perusahaan rintisan (startup) yang kini berkembang menjadi permulaan dari masa depan dunia kewirausahaan Indonesia.
Baca Juga: Kemajuan Teknologi, JK: Ibu-Ibu Bisa Makan Enak
&quot;Kami melihat tahun 2045 ekonomi digital bisa menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia,&quot; ujarnya dalam acara diskusi mengenai ekonomi digital di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Dia menyatakan, pengusaha (entrepreneur) sangat dibutuhkan Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu, perlu semakin banyak masyarakat yang terjun menjadi  entrepreneur, sehingga bisa mendorong Indonesia dari negara berkembang ke negara maju.
Baca Juga: Buka IDF 2019, Wapres JK: Pemerintah Cari Ide Perencanaan dari Generasi Masa Depan
&quot;Indonesia hanya bisa jadi negara maju kalau masyarakatnya semakin banyak jadi entrepreneur, bukan semakin banyak jadi PNS,&quot; ungkapnya.Bambang pun menekankan, era digitalisasi akan terus berkembang ke  depannya, maka perlu banyak pelaku usaha yang terjun di startup. Hal ini  tentunya perlu didukung dengan strategi yang tepat untuk memanfaatkan  potensi startup yang ada saat ini.
Di samping itu, perlu juga peningkatan kualitas sumber daya manusia,  utama yang memiliki kapasitas terkait teknologi. Maka pemerintah pun  gencar mendorong peningkatan kualitas dengan pendidikan dan pelatihan  vokasi.
&quot;Di masa lalu calon entrepreneur lebih banyak di bidang perdagangan,  ritel atau jasa, seperti restoran. Tapi belakangan ini  anak-anak muda  ternyata kreatifitas sudah luar biasa dalam mencari bidang usaha dan  dikaitkan ke teknologi, ekonomi digital menumbuhkan rasa optimisme,&quot;  jelas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
