<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pakai APBN, Jalan untuk Ibu Kota Baru Siap Dibangun</title><description>Prasarana-prasarana dasar seperti jaringan jalan perlu dibangun terlebih dahulu dalam rencana pemindahan ibu kota negara</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/23/470/2082625/pakai-apbn-jalan-untuk-ibu-kota-baru-siap-dibangun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/23/470/2082625/pakai-apbn-jalan-untuk-ibu-kota-baru-siap-dibangun"/><item><title>Pakai APBN, Jalan untuk Ibu Kota Baru Siap Dibangun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/23/470/2082625/pakai-apbn-jalan-untuk-ibu-kota-baru-siap-dibangun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/23/470/2082625/pakai-apbn-jalan-untuk-ibu-kota-baru-siap-dibangun</guid><pubDate>Selasa 23 Juli 2019 18:09 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/23/470/2082625/pakai-apbn-jalan-untuk-ibu-kota-baru-siap-dibangun-N64eZx8Aol.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Lahan Ibu Kota Baru (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/23/470/2082625/pakai-apbn-jalan-untuk-ibu-kota-baru-siap-dibangun-N64eZx8Aol.jpg</image><title>Foto: Lahan Ibu Kota Baru (Ist)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan skema pemanfaatan APBN dalam estimasi cost project dan pembiayaan fisik ibu kota negara ditujukan untuk pembangunan prasarana dasar.
&quot;Memang sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, nanti pembangunan ibu kota baru seminimal mungkin memanfaatkan APBN kecuali untuk prasarana dasarnya,&quot; ujar Menteri Basuki, dikutip dari Antaranews, di Jakarta, Selasa(23/7/2019).
Baca Juga: Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, LPJK Siapkan 6.000 Kontraktor
Dia menjelaskan bahwa prasarana-prasarana dasar seperti jaringan jalan perlu dibangun terlebih dahulu dalam rencana pemindahan ibu kota negara, namun untuk pembangunan sarana infrastruktur lain yakni kereta api, kereta LRT, perumahan dan perkantoran itu menggunakan KPBU.

Baca Juga: Pindahkan Ibu Kota, Bappenas Ingin Perkecil Utang
Selain itu pembangunan perumahan dan perkantoran untuk pegawai juga perlu didahulukan dalam rencana pemindahan ibukota baru mengingat terdapat 1,5 juta orang yang akan dipindahkan ke ibukota baru tersebut.
Sebelumnya Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas ingin memastikan pemindahan ibu kota baru diupayakan dengan pembiayaan sendiri dan meminimalisasi penggunaan utang.Selain itu pemerintah juga berupaya untuk tidak membebani APBN  terlalu besar dan mengedepankan kerjasama skema KPBU, berkolaborasi  dengan BUMN dan pihak swasta dalam pembiayaan pemindahan ibukota negara  tersebut.
Berdasarkan data dari Bappenas, estimasi cost project dan pembiayaan  fisik ibukota negara sebesar Rp466 triliun, dengan sumber pembiayaan  APBN sebesar Rp74,44 triliun yang ditujukan untuk pembangunan istana  negara, bangunan strategis TNI/Polri, rumah dinas untuk aparatus sipil  negara dan TNI/Polri, kompleks diplomatik, dan ruang terbuka hijau  seperti taman budaya, botanical garden, ICT Park, taman tekno serta  taman nasional.
Sedangkan dalam estimasi jumlah penduduk yang direncanakan dan  kebutuhan lahan, pemindahan ibukota negara membutuhkan lahan seluas  40.000 hektar dengan skenario pertama seluruh aparatur sipil negara  berjumlah 1,5 juta orang dipindahkan.
Namun dalam skenario kedua, aparatur sipil negara yang dipindahkan  sebagian yakni 870 ribu orang melalui skema right sizing jumlah aparatur  sipil negara sehingga lahan yang dibutuhkan ibukota baru seluas 30 ribu  hektare.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan skema pemanfaatan APBN dalam estimasi cost project dan pembiayaan fisik ibu kota negara ditujukan untuk pembangunan prasarana dasar.
&quot;Memang sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, nanti pembangunan ibu kota baru seminimal mungkin memanfaatkan APBN kecuali untuk prasarana dasarnya,&quot; ujar Menteri Basuki, dikutip dari Antaranews, di Jakarta, Selasa(23/7/2019).
Baca Juga: Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, LPJK Siapkan 6.000 Kontraktor
Dia menjelaskan bahwa prasarana-prasarana dasar seperti jaringan jalan perlu dibangun terlebih dahulu dalam rencana pemindahan ibu kota negara, namun untuk pembangunan sarana infrastruktur lain yakni kereta api, kereta LRT, perumahan dan perkantoran itu menggunakan KPBU.

Baca Juga: Pindahkan Ibu Kota, Bappenas Ingin Perkecil Utang
Selain itu pembangunan perumahan dan perkantoran untuk pegawai juga perlu didahulukan dalam rencana pemindahan ibukota baru mengingat terdapat 1,5 juta orang yang akan dipindahkan ke ibukota baru tersebut.
Sebelumnya Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas ingin memastikan pemindahan ibu kota baru diupayakan dengan pembiayaan sendiri dan meminimalisasi penggunaan utang.Selain itu pemerintah juga berupaya untuk tidak membebani APBN  terlalu besar dan mengedepankan kerjasama skema KPBU, berkolaborasi  dengan BUMN dan pihak swasta dalam pembiayaan pemindahan ibukota negara  tersebut.
Berdasarkan data dari Bappenas, estimasi cost project dan pembiayaan  fisik ibukota negara sebesar Rp466 triliun, dengan sumber pembiayaan  APBN sebesar Rp74,44 triliun yang ditujukan untuk pembangunan istana  negara, bangunan strategis TNI/Polri, rumah dinas untuk aparatus sipil  negara dan TNI/Polri, kompleks diplomatik, dan ruang terbuka hijau  seperti taman budaya, botanical garden, ICT Park, taman tekno serta  taman nasional.
Sedangkan dalam estimasi jumlah penduduk yang direncanakan dan  kebutuhan lahan, pemindahan ibukota negara membutuhkan lahan seluas  40.000 hektar dengan skenario pertama seluruh aparatur sipil negara  berjumlah 1,5 juta orang dipindahkan.
Namun dalam skenario kedua, aparatur sipil negara yang dipindahkan  sebagian yakni 870 ribu orang melalui skema right sizing jumlah aparatur  sipil negara sehingga lahan yang dibutuhkan ibukota baru seluas 30 ribu  hektare.</content:encoded></item></channel></rss>
