<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perdagangan Global Lesu, Ini Peringatan dari IMF</title><description>Perdagangan global meningkat hanya 0,5% pada kuartal pertama 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/20/2082841/perdagangan-global-lesu-ini-peringatan-dari-imf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/20/2082841/perdagangan-global-lesu-ini-peringatan-dari-imf"/><item><title>Perdagangan Global Lesu, Ini Peringatan dari IMF</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/20/2082841/perdagangan-global-lesu-ini-peringatan-dari-imf</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/20/2082841/perdagangan-global-lesu-ini-peringatan-dari-imf</guid><pubDate>Rabu 24 Juli 2019 10:05 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/24/20/2082841/perdagangan-global-lesu-ini-peringatan-dari-imf-3bQpZLLVj4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IMF (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/24/20/2082841/perdagangan-global-lesu-ini-peringatan-dari-imf-3bQpZLLVj4.jpg</image><title>IMF (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Perdagangan global meningkat hanya 0,5% pada kuartal pertama 2019. Hal ini membuat Dana Moneter Internasional (IMF) harus memberikan peringatan.

Mengutip laman antaranews, Jakarta, Rabu (24/7/2019), IMF menurunkan perkiraannya untuk pertumbuhan global tahun ini dan selanjutnya, memperingatkan bahwa lebih banyak tarif-tarif AS-China, tarif mobil atau Brexit yang tidak teratur, lebih jauh dapat memperlambat pertumbuhan, melemahkan investasi, dan mengganggu rantai pasokan.
&amp;nbsp;Baca juga: IMF: Pertumbuhan Perdagangan Global Kuartal I-2019 Paling Lambat Sejak 2012
Kepala ekonom IMF Gita Gopinath mengatakan kepada wartawan di Santiago, Chili, pemberi pinjaman global tidak melihat tanda-tanda resesi, tetapi memang melihat &quot;risiko penurunan yang signifikan&quot; untuk pertumbuhan global ke depan, termasuk meningkatnya perang perdagangan.


Sementara itu, Gian Maria Milesi-Ferretti, wakil direktur departemen penelitian IMF mengatakan tarif yang diberlakukan oleh Amerika Serikat dan China juga memengaruhi rencana investasi, lebih lanjut mengurangi prospek.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dampak Perang Iran-AS, Inflasi Tinggi hingga Kebutuhan Pokok Semakin Langka
Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada sisa 300 miliar dolar AS impor dari China yang masih bebas darinya, dan menaikkan tarif impor mobil Eropa dan Jepang hingga 25 persen. Langkah-langkah itu memicu tindakan pembalasan.Kekhawatiran tentang tarif berarti &quot;perusahaan mungkin berpikir dua  kali sebelum mendirikan fasilitas produksi di luar negeri, sebelum  memperluas produksi, karena mereka ingin tahu seperti apa lingkungan  global nantinya,&quot; kata Milesi-Ferretti.

Dia mengatakan tidak jelas seberapa cepat ekonomi akan pulih setelah  tarif dicabut karena akan tergantung pada apakah orang merasa resolusi  yang lebih tahan lama telah ditemukan.</description><content:encoded>JAKARTA - Perdagangan global meningkat hanya 0,5% pada kuartal pertama 2019. Hal ini membuat Dana Moneter Internasional (IMF) harus memberikan peringatan.

Mengutip laman antaranews, Jakarta, Rabu (24/7/2019), IMF menurunkan perkiraannya untuk pertumbuhan global tahun ini dan selanjutnya, memperingatkan bahwa lebih banyak tarif-tarif AS-China, tarif mobil atau Brexit yang tidak teratur, lebih jauh dapat memperlambat pertumbuhan, melemahkan investasi, dan mengganggu rantai pasokan.
&amp;nbsp;Baca juga: IMF: Pertumbuhan Perdagangan Global Kuartal I-2019 Paling Lambat Sejak 2012
Kepala ekonom IMF Gita Gopinath mengatakan kepada wartawan di Santiago, Chili, pemberi pinjaman global tidak melihat tanda-tanda resesi, tetapi memang melihat &quot;risiko penurunan yang signifikan&quot; untuk pertumbuhan global ke depan, termasuk meningkatnya perang perdagangan.


Sementara itu, Gian Maria Milesi-Ferretti, wakil direktur departemen penelitian IMF mengatakan tarif yang diberlakukan oleh Amerika Serikat dan China juga memengaruhi rencana investasi, lebih lanjut mengurangi prospek.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dampak Perang Iran-AS, Inflasi Tinggi hingga Kebutuhan Pokok Semakin Langka
Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada sisa 300 miliar dolar AS impor dari China yang masih bebas darinya, dan menaikkan tarif impor mobil Eropa dan Jepang hingga 25 persen. Langkah-langkah itu memicu tindakan pembalasan.Kekhawatiran tentang tarif berarti &quot;perusahaan mungkin berpikir dua  kali sebelum mendirikan fasilitas produksi di luar negeri, sebelum  memperluas produksi, karena mereka ingin tahu seperti apa lingkungan  global nantinya,&quot; kata Milesi-Ferretti.

Dia mengatakan tidak jelas seberapa cepat ekonomi akan pulih setelah  tarif dicabut karena akan tergantung pada apakah orang merasa resolusi  yang lebih tahan lama telah ditemukan.</content:encoded></item></channel></rss>
