<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Buyback 212,33 Juta Saham, Link Net Siapkan Rp1,3 Triliun</title><description>PT Link Net Tbk (LINK) bakal melakukan buyback sebanyak 212,33 juta atau setara dengan 7,39% saham yang beredar..</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/278/2082956/buyback-212-33-juta-saham-link-net-siapkan-rp1-3-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/278/2082956/buyback-212-33-juta-saham-link-net-siapkan-rp1-3-triliun"/><item><title>Buyback 212,33 Juta Saham, Link Net Siapkan Rp1,3 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/278/2082956/buyback-212-33-juta-saham-link-net-siapkan-rp1-3-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/278/2082956/buyback-212-33-juta-saham-link-net-siapkan-rp1-3-triliun</guid><pubDate>Rabu 24 Juli 2019 13:16 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/24/278/2082956/buyback-212-33-juta-saham-link-net-siapkan-rp1-3-triliun-ICQdTB6wfs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/24/278/2082956/buyback-212-33-juta-saham-link-net-siapkan-rp1-3-triliun-ICQdTB6wfs.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description> 
JAKARTA &amp;ndash; Dalam rangka menjaga performance harga saham di pasar yang terus turun 9,18%, di semester kedua tahun ini PT Link Net Tbk (LINK) bakal melakukan pembelian kembali saham perusahaan (buyback) sebanyak 212,33 juta atau setara dengan 7,39% saham yang beredar.

Untuk aksi korporasi ini perusahaan telah menyiapkan dana senilai Rp1,3 triliun. Sahamnya telah dibeli kembali ini akan disimpan sebagai treasury stock, meski ke depannya dapat digunakan kembali oleh perusahaan untuk hal lainnya. Demikian dikutip Harian Neraca, Jakarta, Rabu (24/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Siapkan Capex Rp1,5 Triliun, Link Net Targetkan Laba Bersih Tumbuh 30%
Perusahaan mencatat laba per saham sebesar Rp 91, sedangkan proforma laba bersih per saham setelah pembelian kembali saham dengan asumsi jumlah pembelian saham maksimum adalah sebesar Rp 100,75/saham.

Dalam eksekusinya nanti harga maksimal yang ditawarkan perusahaan untuk buyback ini sebesar Rp 6.000/saham. Adapun hingga penutupan perdagangan hari ini saham perusahaan yang terafiliasi dengan Lippo Group ini ditutup di harga Rp 4.450/saham.
&amp;nbsp;Baca Juga: Link Net Buyback 75,14 Juta Saham, Siapkan Dana Rp451 Miliar
Sepanjang perdagangan kemarin, saham LINK telah mengalami penguatan 1,37%. Perusahaan akan meminta izin dari pemegang saham untuk melaksanakan aksi ini dala Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 29 Agustus 2019 mendatang. Sedang untuk eksekusi rencana tersebut akan dilakukan dalam jangka waktu 18 bulan sejak RUPSLB tersebut dilaksanakan.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/07/08/57972/295794_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pekan Kedua Bulan Juli, IHSG Merosot 0,19 Persen &quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Tahun ini perusahaan juga berencana untuk melakukan ekspansi bisnis  ke lima kota baru yakni Solo, Semarang, Cilegon, Serang dan Bali. Ini  akan menggenapkan wilayah operasional Link NEt menjadi kota.

Perusahaan sudah menganggarkan belanja modal atau capital expenditure  (capex) senilai Rp 1,5 triliun untuk tahun ini yang bersumber dari laba  operasional dan pinjaman dari perbankan. Sekitar 25% dari capex akan  digunakan untuk penambahan home passes. Ini adalah istilah yang  digunakan untuk menunjukkan jumlah rumah yang dilewati oleh jalur  jaringan internet fiber.

Selain keperluan ekspansi, belanja modal juga akan digelontorkan  untuk melakukan pembaruan (upgrade)untuk menunjang jaringan seperti  penambahan hub, split hub, intercity backbone rings dan intercity ring.

Saat ini mesin pendorong utama pertumbuhan perseroan masih berasal  dari pelanggan residensial. Selanjutnya, memanfaatkan pesatnya  pertumbuhan e-sport saat ini mendorong perusahaan untuk membikin anak  usaha baru di bidang e-sport yang diharapkan bisa menjadi salah satu  sumber pendapatan perseroan.

Untuk target bisnis, LINK membidik pertumbuhan laba bersih sebesar  30%dibanding tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp 803 miliar. Perseroan  mengungkapkan, pertumbuhan laba akan ditopang dari pertumbuhan  pendapatan yang ditargetkan tumbuh 9% hingga 13%.

Kemudian untuk mengejar pertumbuhan pendapatan akan ditopang oleh  penambahan pelanggan televisi berbayar sebanyak 250 ribu home pass.</description><content:encoded> 
JAKARTA &amp;ndash; Dalam rangka menjaga performance harga saham di pasar yang terus turun 9,18%, di semester kedua tahun ini PT Link Net Tbk (LINK) bakal melakukan pembelian kembali saham perusahaan (buyback) sebanyak 212,33 juta atau setara dengan 7,39% saham yang beredar.

Untuk aksi korporasi ini perusahaan telah menyiapkan dana senilai Rp1,3 triliun. Sahamnya telah dibeli kembali ini akan disimpan sebagai treasury stock, meski ke depannya dapat digunakan kembali oleh perusahaan untuk hal lainnya. Demikian dikutip Harian Neraca, Jakarta, Rabu (24/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Siapkan Capex Rp1,5 Triliun, Link Net Targetkan Laba Bersih Tumbuh 30%
Perusahaan mencatat laba per saham sebesar Rp 91, sedangkan proforma laba bersih per saham setelah pembelian kembali saham dengan asumsi jumlah pembelian saham maksimum adalah sebesar Rp 100,75/saham.

Dalam eksekusinya nanti harga maksimal yang ditawarkan perusahaan untuk buyback ini sebesar Rp 6.000/saham. Adapun hingga penutupan perdagangan hari ini saham perusahaan yang terafiliasi dengan Lippo Group ini ditutup di harga Rp 4.450/saham.
&amp;nbsp;Baca Juga: Link Net Buyback 75,14 Juta Saham, Siapkan Dana Rp451 Miliar
Sepanjang perdagangan kemarin, saham LINK telah mengalami penguatan 1,37%. Perusahaan akan meminta izin dari pemegang saham untuk melaksanakan aksi ini dala Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 29 Agustus 2019 mendatang. Sedang untuk eksekusi rencana tersebut akan dilakukan dalam jangka waktu 18 bulan sejak RUPSLB tersebut dilaksanakan.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/07/08/57972/295794_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pekan Kedua Bulan Juli, IHSG Merosot 0,19 Persen &quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Tahun ini perusahaan juga berencana untuk melakukan ekspansi bisnis  ke lima kota baru yakni Solo, Semarang, Cilegon, Serang dan Bali. Ini  akan menggenapkan wilayah operasional Link NEt menjadi kota.

Perusahaan sudah menganggarkan belanja modal atau capital expenditure  (capex) senilai Rp 1,5 triliun untuk tahun ini yang bersumber dari laba  operasional dan pinjaman dari perbankan. Sekitar 25% dari capex akan  digunakan untuk penambahan home passes. Ini adalah istilah yang  digunakan untuk menunjukkan jumlah rumah yang dilewati oleh jalur  jaringan internet fiber.

Selain keperluan ekspansi, belanja modal juga akan digelontorkan  untuk melakukan pembaruan (upgrade)untuk menunjang jaringan seperti  penambahan hub, split hub, intercity backbone rings dan intercity ring.

Saat ini mesin pendorong utama pertumbuhan perseroan masih berasal  dari pelanggan residensial. Selanjutnya, memanfaatkan pesatnya  pertumbuhan e-sport saat ini mendorong perusahaan untuk membikin anak  usaha baru di bidang e-sport yang diharapkan bisa menjadi salah satu  sumber pendapatan perseroan.

Untuk target bisnis, LINK membidik pertumbuhan laba bersih sebesar  30%dibanding tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp 803 miliar. Perseroan  mengungkapkan, pertumbuhan laba akan ditopang dari pertumbuhan  pendapatan yang ditargetkan tumbuh 9% hingga 13%.

Kemudian untuk mengejar pertumbuhan pendapatan akan ditopang oleh  penambahan pelanggan televisi berbayar sebanyak 250 ribu home pass.</content:encoded></item></channel></rss>
