<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penanganan Gelombang Gas di Blok ONJW Sesuai Standar Industri Migas</title><description>PT Pertamina (Persero) dinilai sangat sigap dalam menangani insiden gelembung gas di sumur YYA-1.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/320/2082866/penanganan-gelombang-gas-di-blok-onjw-sesuai-standar-industri-migas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/320/2082866/penanganan-gelombang-gas-di-blok-onjw-sesuai-standar-industri-migas"/><item><title>Penanganan Gelombang Gas di Blok ONJW Sesuai Standar Industri Migas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/320/2082866/penanganan-gelombang-gas-di-blok-onjw-sesuai-standar-industri-migas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/320/2082866/penanganan-gelombang-gas-di-blok-onjw-sesuai-standar-industri-migas</guid><pubDate>Rabu 24 Juli 2019 10:31 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/24/320/2082866/penanganan-gelombang-gas-di-blok-onjw-sesuai-standar-industri-migas-i3LLusPaDr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/24/320/2082866/penanganan-gelombang-gas-di-blok-onjw-sesuai-standar-industri-migas-i3LLusPaDr.jpg</image><title>Foto: Ist</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) dinilai sangat sigap dalam menangani insiden gelembung gas di sumur YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ).

Selain itu, upaya yang dilakukan juga sesuai dengan prosedur industri migas, sehingga membuat BUMN tersebut dinilai setara dengan perusahaan migas kelas dunia dalam menangani insiden.

&quot;Ini membuktikan, bahwa dalam menangani peristiwa yang menimpa sumber produksinya, Pertamina bisa menyejajarkan diri dengan perusahaan migas dunia,&quot; kata  Pengamat migas Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Fahmy Radhi seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Rabu (24/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Ada Gelembung Gas di Sumur Migas Laut Jawa, Ini yang Dilakukan Pertamina
Upaya Pertamina dalam menangani gelembung gas di sekitar Sumur YYA-1 Blok ONWJ, lanjutnya,sudah sangat bagus dan spontan menutup sumur tersebut. Bahkan, karena kesigapan itu pula, Pertamina bisa menghindarkan terjadinya korban jiwa.

Terkait penanganan insiden gelembung gas di sumur YYA-1 ONWJ, Pertamina melakukan upaya sigap dengan mengirimkan tim tanggap darurat dilanjutkan dengan pengerahan tujuh tim ahli yang berasal dari berbagai sektor.
&amp;nbsp;Baca Juga: Risiko Terburuk Gelembung Gas di Sumur Pertamina Mirip Film Deepwater Horizon
Tim tersebut didukung 27 kapal dan berbagai peralatan untuk menangani risiko pencemaran lingkungan, antara lain alat penangkap minyak 12 set (oil boom) dan puluhan drum dispersant.

Selain itu, Pertamina juga melibatkan pihak lain yang kredibel dan berpengalaman dalam menangani insiden serupa. Salah satunya, Boot &amp;amp; Coots, perusahaan asal AS pernah teruji dalam menyelesaikan peristiwa di Gulf Meksiko.
&amp;nbsp;Pertamina juga terus berkomunikasi dan koordinasi secara intensif  dengan berbagai pihak, antara lain dengan SKK Migas, Kementerian ESDM,  Kementerian LHK, Pemerintah Daerah, Dinas Lingkungan Hidup Daerah, TNI  dan Kepolisian, Ditjen Perhubungan Laut, KSOP, KKP, Pushidros AL, dan  KKKS.

Terkait hal itu Direktur Eksekutif Center for Energy Policy M Kholid  Syeirazi juga mengapresiasi kesigapan Pertamina dan instansi lainnya.

Menurut dia, seluruh upaya yang dilakukan Pertamina, sesuai dengan  standar industri migas, termasuk di antaranya, ketika dengan waktu cepat  BUMN itu sudah mengaktifkan Incident Management Team (IMT) guna  menanggulangi dampak yang lebih luas.

Dikatakannya, seperti Pertamina, seluruh kontraktor memang seharusnya  memenuhi persyaratan seperti dikeluarkan SKK Migas. Di antaranya  memiliki tim tanggap darurat jika terjadi hal-hal yang berdampak  terhadap lingkungan.

&quot;Ini sudah SOP (standar operasional prosedur). Pasca peristiwa lumpur  Lapindo, SKK Migas mengeluarkan syarat yang semakin ketat,&quot; katanya.

Menurut dia, penanganan cepat yang dilakukan Pertamina tersebut  sangat positif jika tidak, tentu akan memiliki dampak yang lebih besar,  termasuk soal lingkungan.
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) dinilai sangat sigap dalam menangani insiden gelembung gas di sumur YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ).

Selain itu, upaya yang dilakukan juga sesuai dengan prosedur industri migas, sehingga membuat BUMN tersebut dinilai setara dengan perusahaan migas kelas dunia dalam menangani insiden.

&quot;Ini membuktikan, bahwa dalam menangani peristiwa yang menimpa sumber produksinya, Pertamina bisa menyejajarkan diri dengan perusahaan migas dunia,&quot; kata  Pengamat migas Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Fahmy Radhi seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Rabu (24/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Ada Gelembung Gas di Sumur Migas Laut Jawa, Ini yang Dilakukan Pertamina
Upaya Pertamina dalam menangani gelembung gas di sekitar Sumur YYA-1 Blok ONWJ, lanjutnya,sudah sangat bagus dan spontan menutup sumur tersebut. Bahkan, karena kesigapan itu pula, Pertamina bisa menghindarkan terjadinya korban jiwa.

Terkait penanganan insiden gelembung gas di sumur YYA-1 ONWJ, Pertamina melakukan upaya sigap dengan mengirimkan tim tanggap darurat dilanjutkan dengan pengerahan tujuh tim ahli yang berasal dari berbagai sektor.
&amp;nbsp;Baca Juga: Risiko Terburuk Gelembung Gas di Sumur Pertamina Mirip Film Deepwater Horizon
Tim tersebut didukung 27 kapal dan berbagai peralatan untuk menangani risiko pencemaran lingkungan, antara lain alat penangkap minyak 12 set (oil boom) dan puluhan drum dispersant.

Selain itu, Pertamina juga melibatkan pihak lain yang kredibel dan berpengalaman dalam menangani insiden serupa. Salah satunya, Boot &amp;amp; Coots, perusahaan asal AS pernah teruji dalam menyelesaikan peristiwa di Gulf Meksiko.
&amp;nbsp;Pertamina juga terus berkomunikasi dan koordinasi secara intensif  dengan berbagai pihak, antara lain dengan SKK Migas, Kementerian ESDM,  Kementerian LHK, Pemerintah Daerah, Dinas Lingkungan Hidup Daerah, TNI  dan Kepolisian, Ditjen Perhubungan Laut, KSOP, KKP, Pushidros AL, dan  KKKS.

Terkait hal itu Direktur Eksekutif Center for Energy Policy M Kholid  Syeirazi juga mengapresiasi kesigapan Pertamina dan instansi lainnya.

Menurut dia, seluruh upaya yang dilakukan Pertamina, sesuai dengan  standar industri migas, termasuk di antaranya, ketika dengan waktu cepat  BUMN itu sudah mengaktifkan Incident Management Team (IMT) guna  menanggulangi dampak yang lebih luas.

Dikatakannya, seperti Pertamina, seluruh kontraktor memang seharusnya  memenuhi persyaratan seperti dikeluarkan SKK Migas. Di antaranya  memiliki tim tanggap darurat jika terjadi hal-hal yang berdampak  terhadap lingkungan.

&quot;Ini sudah SOP (standar operasional prosedur). Pasca peristiwa lumpur  Lapindo, SKK Migas mengeluarkan syarat yang semakin ketat,&quot; katanya.

Menurut dia, penanganan cepat yang dilakukan Pertamina tersebut  sangat positif jika tidak, tentu akan memiliki dampak yang lebih besar,  termasuk soal lingkungan.
</content:encoded></item></channel></rss>
