<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres JK Sindir PNS Zaman Dulu: Ingin Dilayani, Dihormati</title><description>Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan kepada ribuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) penerimaan tahun 2018 untuk melayani masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/320/2082906/wapres-jk-sindir-pns-zaman-dulu-ingin-dilayani-dihormati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/320/2082906/wapres-jk-sindir-pns-zaman-dulu-ingin-dilayani-dihormati"/><item><title>Wapres JK Sindir PNS Zaman Dulu: Ingin Dilayani, Dihormati</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/320/2082906/wapres-jk-sindir-pns-zaman-dulu-ingin-dilayani-dihormati</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/320/2082906/wapres-jk-sindir-pns-zaman-dulu-ingin-dilayani-dihormati</guid><pubDate>Rabu 24 Juli 2019 11:48 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/24/320/2082906/wapres-jk-sindir-pns-zaman-dulu-ingin-dilayani-dihormati-8INNulITZR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: JK Sindir PNS Zaman Dulu (Giri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/24/320/2082906/wapres-jk-sindir-pns-zaman-dulu-ingin-dilayani-dihormati-8INNulITZR.jpg</image><title>Foto: JK Sindir PNS Zaman Dulu (Giri/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan kepada ribuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) penerimaan tahun 2018 untuk melayani masyarakat, bukannya minta untuk dilayani ketika sudah diangkat menjadi PNS.
&quot;Prinsip sebagaimana yang selalu menjadi pegangan anda semua ialah melayani. Jangan lagi berprinsip untuk dilayani. Banyak PNS zaman dulu itu ingin dilayani, dihormati, mendapat fasilitas yang lebih baik. Itu pikiran masa lalu yang sudah berubah,&quot; kata Wapres seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Rabu (24/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Jusuf Kalla ke CPNS: Tugas Kalian Meneruskan Para Pendahulu
Tugas melayani itu dapat dicerminkan sesuai dengan bidang tempat PNS tersebut bekerja, baik di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat maupun Kementerian Dalam Negeri.
&quot;Guru yang diangkat (PNS) melayani artinya mengajar dan mendidik generasi muda dengan ikhlas, dengan kemampuan yang baik. Pegawai Kemenkes melayani artinya ialah merawat, mendorong kesehatan masyarakat menjadi lebih baik,&quot; kata Wapres.
&amp;nbsp;Baca Juga: Wapres JK ke 7.143 CPNS : Selamat Mengabdi kepada Bangsa
Untuk CPNS di Kementerian PUPR, Wapres berpesan agar dapat mendorong pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum untuk melayani kebutuhan masyarakat. Selain itu, CPNS di Kementerian PANRB diharapkan dapat mengembangkan kapasitas aparat sipil negara untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
&quot;Semua punya tugas masing-masing untuk melayani, melayani untuk maju agar tertib, untuk memajukan sesamanya, melayani pengusaha yang memberikan pekerjaan kepada orang banyak agar mempercepat dunia usaha,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;Dengan bekerja di lingkungan pemerintahan, JK meminta para CPNS untuk  dapat bekerja dengan cepat khususnya dalam hal pemberian izin usaha dan  memangkas birokrasi.
&quot;Jangan berprinsip kalau bisa diperlambat, kenapa dipercepat?. Pokoknya harus dipercepat,&quot; ujarnya.
Presidential Lecture tahun 2019 merupakan kuliah umum yang kedua  kalinya diberikan kepada CPNS yang telah lulus seleksi sebagai bekal  bagi pegawai pemerintah tersebut dalam menjalankan program prioritas  untuk pertumbuhan dan pembangunan.
Menteri PANRB Syafruddin mengatakan sebanyak 6.198 perwakilan CPNS  penerimaan tahun 2018 mengikuti kuliah umum dari Wapres JK di Istora  Senayan, sementara sisanya wajib menyaksikan kuliah tersebut yang  ditayangkan secara langsung di televisi dan radio pemerintah.
Penerimaan CPNS Tahun 2018 memperoleh 164.783 orang dari formasi  umum, 6.307 orang dari formasi cumlaude, 1.808 penyandang difabel, 604  dari Papua dan Papua Barat, 23 dari diaspora, 287 olahragawan  berprestasi internasional, dan 6.812 tenaga honorer K-II.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan kepada ribuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) penerimaan tahun 2018 untuk melayani masyarakat, bukannya minta untuk dilayani ketika sudah diangkat menjadi PNS.
&quot;Prinsip sebagaimana yang selalu menjadi pegangan anda semua ialah melayani. Jangan lagi berprinsip untuk dilayani. Banyak PNS zaman dulu itu ingin dilayani, dihormati, mendapat fasilitas yang lebih baik. Itu pikiran masa lalu yang sudah berubah,&quot; kata Wapres seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Rabu (24/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Jusuf Kalla ke CPNS: Tugas Kalian Meneruskan Para Pendahulu
Tugas melayani itu dapat dicerminkan sesuai dengan bidang tempat PNS tersebut bekerja, baik di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat maupun Kementerian Dalam Negeri.
&quot;Guru yang diangkat (PNS) melayani artinya mengajar dan mendidik generasi muda dengan ikhlas, dengan kemampuan yang baik. Pegawai Kemenkes melayani artinya ialah merawat, mendorong kesehatan masyarakat menjadi lebih baik,&quot; kata Wapres.
&amp;nbsp;Baca Juga: Wapres JK ke 7.143 CPNS : Selamat Mengabdi kepada Bangsa
Untuk CPNS di Kementerian PUPR, Wapres berpesan agar dapat mendorong pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum untuk melayani kebutuhan masyarakat. Selain itu, CPNS di Kementerian PANRB diharapkan dapat mengembangkan kapasitas aparat sipil negara untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
&quot;Semua punya tugas masing-masing untuk melayani, melayani untuk maju agar tertib, untuk memajukan sesamanya, melayani pengusaha yang memberikan pekerjaan kepada orang banyak agar mempercepat dunia usaha,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;Dengan bekerja di lingkungan pemerintahan, JK meminta para CPNS untuk  dapat bekerja dengan cepat khususnya dalam hal pemberian izin usaha dan  memangkas birokrasi.
&quot;Jangan berprinsip kalau bisa diperlambat, kenapa dipercepat?. Pokoknya harus dipercepat,&quot; ujarnya.
Presidential Lecture tahun 2019 merupakan kuliah umum yang kedua  kalinya diberikan kepada CPNS yang telah lulus seleksi sebagai bekal  bagi pegawai pemerintah tersebut dalam menjalankan program prioritas  untuk pertumbuhan dan pembangunan.
Menteri PANRB Syafruddin mengatakan sebanyak 6.198 perwakilan CPNS  penerimaan tahun 2018 mengikuti kuliah umum dari Wapres JK di Istora  Senayan, sementara sisanya wajib menyaksikan kuliah tersebut yang  ditayangkan secara langsung di televisi dan radio pemerintah.
Penerimaan CPNS Tahun 2018 memperoleh 164.783 orang dari formasi  umum, 6.307 orang dari formasi cumlaude, 1.808 penyandang difabel, 604  dari Papua dan Papua Barat, 23 dari diaspora, 287 olahragawan  berprestasi internasional, dan 6.812 tenaga honorer K-II.</content:encoded></item></channel></rss>
