<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perpres Kendaraan Listrik Bakal Tarik Banyak Investasi ke RI      </title><description>Kementerian Perindustrian membidik Perpres terkait kendaraan listrik mampu menarik lebih banyak investasi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/320/2083002/perpres-kendaraan-listrik-bakal-tarik-banyak-investasi-ke-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/320/2083002/perpres-kendaraan-listrik-bakal-tarik-banyak-investasi-ke-ri"/><item><title>Perpres Kendaraan Listrik Bakal Tarik Banyak Investasi ke RI      </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/320/2083002/perpres-kendaraan-listrik-bakal-tarik-banyak-investasi-ke-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/320/2083002/perpres-kendaraan-listrik-bakal-tarik-banyak-investasi-ke-ri</guid><pubDate>Rabu 24 Juli 2019 14:31 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/24/320/2083002/perpres-kendaraan-listrik-bakal-tarik-banyak-investasi-ke-ri-pX08t1S7Ig.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pameran GIIAS 2019 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/24/320/2083002/perpres-kendaraan-listrik-bakal-tarik-banyak-investasi-ke-ri-pX08t1S7Ig.jpg</image><title>Pameran GIIAS 2019 (Foto: Okezone)</title></images><description>TANGERANG - Kementerian Perindustrian membidik Peraturan Presiden (Perpres) terkait kendaraan listrik mampu menarik lebih banyak investasi saat mulai diberlakukan yang pada akhirnya mampu mendorong ekonomi nasional semakin maju.
Baca Juga: Tesla Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di Morowali
&quot;Dalam waktu dekat, Pemerintah Indonesia akan meluncurkan penerbitan pajak harmonisasi baru dan juga Perpres tentang percepatan kendaraan listrik (BEV). Kami berharap inisiatif kebijakan fiskal itu akan menarik lebih banyak investasi,&quot; kata Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin Harjanto, dikutip dari Antaranews, di Tangerang, Rabu (24/7/2019).
Dengan demikian, Kemenperin optimistis bahwa Indonesia akan menjadi pusat manufaktur kuat ASEAN didasarkan pada kenyataan bahwa banyak sektor industri kami memiliki lapisan dalam dan struktur penghubung di negara ini, yang mengalir dari hulu ke hilir.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/07/23/58166/296951_medium.jpg&quot; alt=&quot;Suzuki Hadirkan Jimny Generasi Terbaru di GIIAS 2019&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Harjanto menyampaikan hal tersebut saat mewakili Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menghadiri seminar bertajuk &quot;Future Technology Motion&quot; pada gelaran Gaikindo International Auto Show di ICE BSD, Tangerang.
Baca Juga: Segera Terbit, Perpres Mobil Listrik Siapkan Banyak Diskon Pajak
Dia memaparkan, kinerja industri otomotif di Indonesia pada 2018 menunjukkan pencapaian yang memuaskan termasuk produksi kendaraan roda empat atau lebih pada 2018 yang meningkat sembilan persen hingga 1,34 juta unit, setara dengan USD13,76 miliar, dengan ekspor 346 ribu unit kendaraan utuh atau CBU dan kendaraan rakitan atau CKD atau setara dengan USD3,46 miliar dan komponen ekspor yang mencapai USD2,17 miliar pada tahun yang sama.Sebagai salah satu sektor penggerak utama dalam peta jalan Making  Indonesia 4.0, industri otomotif Indonesia diharapkan menjadi basis  produksi kendaraan bermotor, baik untuk mesin berbahan bakar bensin  Internal Combustion Engine (ICE) maupun kendaraan listrik (EV) untuk  pasar domestik dan ekspor yang didukung oleh kemampuan industri dalam  negeri untuk menghasilkan bahan baku dan komponen utama dan optimalisasi  produktivitas di sepanjang rantai nilai industri.
Berdasarkan AT Kearney, Untuk mencapai target 2030 sebagai industri  hub ekspor otomatis, terdapat tiga hal sebagai pedoman strategi  inisiatif utama untuk pengembangan industri otomotif Indonesia, yaitu  memperkuat produksi lokal kendaraan kendaraan berbahan bakar bensin pada  tahun 2021, memulai produksi listrik lokal sepeda motor pada tahun 2025  dan memulai produksi kendaraan listrik lokal pada tahun 2030.
&quot;Dalam beberapa bulan mendatang, Kementerian Perindustrian akan  melakukan dan memfasilitasi program pelatihan di sektor industri  otomotif untuk Level Manajer Transformasi sebanyak 100 peserta dan  Insinyur Teknis sebanyak 40 peserta,&quot; papar Harjanto.
Program pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan beberapa inisiasi  dan inovasi dalam bentuk transformasi proyek percontohan untuk  menciptakan daya saing yang lebih efisien.
&quot;Kementerian Perindustrian akan memfasilitasi pelaksanaan Proyek  Percontohan dalam bentuk Pengembangan Sumber Daya Manusia,&quot; katanya.</description><content:encoded>TANGERANG - Kementerian Perindustrian membidik Peraturan Presiden (Perpres) terkait kendaraan listrik mampu menarik lebih banyak investasi saat mulai diberlakukan yang pada akhirnya mampu mendorong ekonomi nasional semakin maju.
Baca Juga: Tesla Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di Morowali
&quot;Dalam waktu dekat, Pemerintah Indonesia akan meluncurkan penerbitan pajak harmonisasi baru dan juga Perpres tentang percepatan kendaraan listrik (BEV). Kami berharap inisiatif kebijakan fiskal itu akan menarik lebih banyak investasi,&quot; kata Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin Harjanto, dikutip dari Antaranews, di Tangerang, Rabu (24/7/2019).
Dengan demikian, Kemenperin optimistis bahwa Indonesia akan menjadi pusat manufaktur kuat ASEAN didasarkan pada kenyataan bahwa banyak sektor industri kami memiliki lapisan dalam dan struktur penghubung di negara ini, yang mengalir dari hulu ke hilir.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/07/23/58166/296951_medium.jpg&quot; alt=&quot;Suzuki Hadirkan Jimny Generasi Terbaru di GIIAS 2019&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Harjanto menyampaikan hal tersebut saat mewakili Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menghadiri seminar bertajuk &quot;Future Technology Motion&quot; pada gelaran Gaikindo International Auto Show di ICE BSD, Tangerang.
Baca Juga: Segera Terbit, Perpres Mobil Listrik Siapkan Banyak Diskon Pajak
Dia memaparkan, kinerja industri otomotif di Indonesia pada 2018 menunjukkan pencapaian yang memuaskan termasuk produksi kendaraan roda empat atau lebih pada 2018 yang meningkat sembilan persen hingga 1,34 juta unit, setara dengan USD13,76 miliar, dengan ekspor 346 ribu unit kendaraan utuh atau CBU dan kendaraan rakitan atau CKD atau setara dengan USD3,46 miliar dan komponen ekspor yang mencapai USD2,17 miliar pada tahun yang sama.Sebagai salah satu sektor penggerak utama dalam peta jalan Making  Indonesia 4.0, industri otomotif Indonesia diharapkan menjadi basis  produksi kendaraan bermotor, baik untuk mesin berbahan bakar bensin  Internal Combustion Engine (ICE) maupun kendaraan listrik (EV) untuk  pasar domestik dan ekspor yang didukung oleh kemampuan industri dalam  negeri untuk menghasilkan bahan baku dan komponen utama dan optimalisasi  produktivitas di sepanjang rantai nilai industri.
Berdasarkan AT Kearney, Untuk mencapai target 2030 sebagai industri  hub ekspor otomatis, terdapat tiga hal sebagai pedoman strategi  inisiatif utama untuk pengembangan industri otomotif Indonesia, yaitu  memperkuat produksi lokal kendaraan kendaraan berbahan bakar bensin pada  tahun 2021, memulai produksi listrik lokal sepeda motor pada tahun 2025  dan memulai produksi kendaraan listrik lokal pada tahun 2030.
&quot;Dalam beberapa bulan mendatang, Kementerian Perindustrian akan  melakukan dan memfasilitasi program pelatihan di sektor industri  otomotif untuk Level Manajer Transformasi sebanyak 100 peserta dan  Insinyur Teknis sebanyak 40 peserta,&quot; papar Harjanto.
Program pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan beberapa inisiasi  dan inovasi dalam bentuk transformasi proyek percontohan untuk  menciptakan daya saing yang lebih efisien.
&quot;Kementerian Perindustrian akan memfasilitasi pelaksanaan Proyek  Percontohan dalam bentuk Pengembangan Sumber Daya Manusia,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
