<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kadin Akan Gunakan Teknologi Blockchain untuk Sistem Keuangan hingga Logistik   </title><description>Sistem blockchain memudahkan pencatatan transaksi, membuat transaksi lebih transparan, efisien sekaligus lebih aman</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/320/2083031/kadin-akan-gunakan-teknologi-blockchain-untuk-sistem-keuangan-hingga-logistik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/320/2083031/kadin-akan-gunakan-teknologi-blockchain-untuk-sistem-keuangan-hingga-logistik"/><item><title>Kadin Akan Gunakan Teknologi Blockchain untuk Sistem Keuangan hingga Logistik   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/320/2083031/kadin-akan-gunakan-teknologi-blockchain-untuk-sistem-keuangan-hingga-logistik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/320/2083031/kadin-akan-gunakan-teknologi-blockchain-untuk-sistem-keuangan-hingga-logistik</guid><pubDate>Rabu 24 Juli 2019 18:08 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/24/320/2083031/kadin-akan-gunakan-teknologi-blockchain-untuk-sistem-keuangan-hingga-logistik-6QHjjqykOu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ilustrasi Sistem Teknologi Blockchain</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/24/320/2083031/kadin-akan-gunakan-teknologi-blockchain-untuk-sistem-keuangan-hingga-logistik-6QHjjqykOu.jpg</image><title>Foto: Ilustrasi Sistem Teknologi Blockchain</title></images><description>JAKARTA - Masuknya teknologi digital, termasuk blockchain, ke berbagai aspek bisnis dan  kehidupan merupakan suatu keniscayaan. Di awal 90-an, dunia diperkenalkan dengan internet yang merupakan revolusi dari sisi informasi. Blockchain muncul pada 2008 dan dapat dipandang sebagai revolusi pada sisi transaksi.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Logistik dan Pengelolaan Rantai Pasokan Rico Rustombi menerangkan, sistem blockchain memudahkan pencatatan transaksi, membuat transaksi lebih transparan, efisien sekaligus lebih aman. Sistem ini tidak  tergantung kepada server karena setiap komunitas terkoneksi satu sama lainnya.
&quot;Jadi in prinsip sulit untuk pihak manapun melakukan kecurangan dalam mata rantai informasi, karena blockchain di kenal dengan distributed ledeger,&quot; terangnnya, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/7/2019).
Baca Juga: Pengusaha Siap Terapkan Penggunaan Teknologi Blockchain di Indonesia
Oleh karena itu, Kadin pun memfasilitasi kebutuhan dunia usaha akan penerapan teknologi terbaru tersebut. Fi mana antusiasme pelaku usaha akan teknologi terlihat jelas dalam penyelenggaraan kegiatan serupa tahun lalu, yaitu Blockchain Applications and Economics Forum 2018.
&quot;Kadin Indonesia membantu para pelaku usaha mendapatkan informasi dan panduan  tentang teknologi blockchain, bagiamana teknologi ini bisa diterapkan di berbagai sektor usaha.  BCEE bisa memfasilitasi pelatihan hingga studi banding penerapan blockchain,&quot; ujar Rico.

Menurutnya, salah satu sektor yang termasuk paling terbantu dengan kehadiran teknologi blokchain adalah sektor logistik. Banyak perusahaan raksasa global di sektor logistik, seperti Maersk &amp;amp; DHL telah mengadopsi teknologi ini. Sistem yang diusung blockchain terbukti mampu mendorong efisiensi dalam operasional perusahaan.
Baca Juga: Tanggapan Facebook Indonesia Soal Uang Digital 'Libra'
&amp;ldquo;Kami melihat bahwa  teknologi blockchain sudah mulai mendapat tempat di Indonesia. Technologi blockchain  ini bisa di terapkan dalam kegiatan bisnis, baik yang berskala besar maupun kecil. Bahkan untuk bisnis UMKM juga akan bisa  membantu untuk mempermudah akses pembiayaan mereka dalam mengembangkan usaha,&quot; ujarnya.
Beberapa sektor seperti Keuangan, logistik, perdagangan, manufaktur,  pelayanan publik sudah mulai mengadopsi teknologi blockchain di dalam bisnis proses mereka, kebutuhan ini mereka sadari untuk menjustifikasi agar eksistensi usaha  mereka menjadi relevan dalam persaingan di pasar.Di sektor logistik dan supply chain (rantai pasok) penerapan  teknologi blockchain ini bahkan sudah lebih maju dan terbukti  meningkatkan kualitas pelayanan, transparasi, keamanan serta akurasi  dari jasa logistik dan supply chain dan meningkatkan efisiensi serta  menurunkan biaya logistik.
Rico menilai penerapan technologi blockchain ini sangat tepat untuk  diterapkan di pelabuhan besar di Indonesia untuk melancarkan arus  distribusi barang ekpor dan impor, ini sejalan dengan target pemerintah  agar biaya logistik Indonesia bisa diturunkan dan tentunya bila biaya  logistik di Indonesia murah kita akan memiliki daya saing dalam  persaingan global, karena barang kita lebih murah.
Untuk mengetahui apa itu blockhain, pengusaha yang tergabung dalam  Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melakukan kerjasama dengan  Blockchain Asia Forum (BAF). Kerjasama tersebut dengan membuka  Blockchain Center of Excellence and Education (BCEE).
Peluncuran Blockchain Center ini akan dilaksanakan bertepatan dengan  penyelenggaraan Global Blockchain Summit 2019 (GBS 2019) di Hotel  Ritz-Carlton SCBD, Jakarta, 29-30 Juli 2019.</description><content:encoded>JAKARTA - Masuknya teknologi digital, termasuk blockchain, ke berbagai aspek bisnis dan  kehidupan merupakan suatu keniscayaan. Di awal 90-an, dunia diperkenalkan dengan internet yang merupakan revolusi dari sisi informasi. Blockchain muncul pada 2008 dan dapat dipandang sebagai revolusi pada sisi transaksi.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Logistik dan Pengelolaan Rantai Pasokan Rico Rustombi menerangkan, sistem blockchain memudahkan pencatatan transaksi, membuat transaksi lebih transparan, efisien sekaligus lebih aman. Sistem ini tidak  tergantung kepada server karena setiap komunitas terkoneksi satu sama lainnya.
&quot;Jadi in prinsip sulit untuk pihak manapun melakukan kecurangan dalam mata rantai informasi, karena blockchain di kenal dengan distributed ledeger,&quot; terangnnya, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/7/2019).
Baca Juga: Pengusaha Siap Terapkan Penggunaan Teknologi Blockchain di Indonesia
Oleh karena itu, Kadin pun memfasilitasi kebutuhan dunia usaha akan penerapan teknologi terbaru tersebut. Fi mana antusiasme pelaku usaha akan teknologi terlihat jelas dalam penyelenggaraan kegiatan serupa tahun lalu, yaitu Blockchain Applications and Economics Forum 2018.
&quot;Kadin Indonesia membantu para pelaku usaha mendapatkan informasi dan panduan  tentang teknologi blockchain, bagiamana teknologi ini bisa diterapkan di berbagai sektor usaha.  BCEE bisa memfasilitasi pelatihan hingga studi banding penerapan blockchain,&quot; ujar Rico.

Menurutnya, salah satu sektor yang termasuk paling terbantu dengan kehadiran teknologi blokchain adalah sektor logistik. Banyak perusahaan raksasa global di sektor logistik, seperti Maersk &amp;amp; DHL telah mengadopsi teknologi ini. Sistem yang diusung blockchain terbukti mampu mendorong efisiensi dalam operasional perusahaan.
Baca Juga: Tanggapan Facebook Indonesia Soal Uang Digital 'Libra'
&amp;ldquo;Kami melihat bahwa  teknologi blockchain sudah mulai mendapat tempat di Indonesia. Technologi blockchain  ini bisa di terapkan dalam kegiatan bisnis, baik yang berskala besar maupun kecil. Bahkan untuk bisnis UMKM juga akan bisa  membantu untuk mempermudah akses pembiayaan mereka dalam mengembangkan usaha,&quot; ujarnya.
Beberapa sektor seperti Keuangan, logistik, perdagangan, manufaktur,  pelayanan publik sudah mulai mengadopsi teknologi blockchain di dalam bisnis proses mereka, kebutuhan ini mereka sadari untuk menjustifikasi agar eksistensi usaha  mereka menjadi relevan dalam persaingan di pasar.Di sektor logistik dan supply chain (rantai pasok) penerapan  teknologi blockchain ini bahkan sudah lebih maju dan terbukti  meningkatkan kualitas pelayanan, transparasi, keamanan serta akurasi  dari jasa logistik dan supply chain dan meningkatkan efisiensi serta  menurunkan biaya logistik.
Rico menilai penerapan technologi blockchain ini sangat tepat untuk  diterapkan di pelabuhan besar di Indonesia untuk melancarkan arus  distribusi barang ekpor dan impor, ini sejalan dengan target pemerintah  agar biaya logistik Indonesia bisa diturunkan dan tentunya bila biaya  logistik di Indonesia murah kita akan memiliki daya saing dalam  persaingan global, karena barang kita lebih murah.
Untuk mengetahui apa itu blockhain, pengusaha yang tergabung dalam  Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melakukan kerjasama dengan  Blockchain Asia Forum (BAF). Kerjasama tersebut dengan membuka  Blockchain Center of Excellence and Education (BCEE).
Peluncuran Blockchain Center ini akan dilaksanakan bertepatan dengan  penyelenggaraan Global Blockchain Summit 2019 (GBS 2019) di Hotel  Ritz-Carlton SCBD, Jakarta, 29-30 Juli 2019.</content:encoded></item></channel></rss>
