<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suku Bunga BI Turun, Pertumbuhan Kredit Bisa 13%</title><description>OJK meyakini pertumbuhan kredit bisa tumbuh hingga 13% secara tahunan di 2019, dengan rentang 11%-13%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/320/2083116/suku-bunga-bi-turun-pertumbuhan-kredit-bisa-13</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/320/2083116/suku-bunga-bi-turun-pertumbuhan-kredit-bisa-13"/><item><title>Suku Bunga BI Turun, Pertumbuhan Kredit Bisa 13%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/320/2083116/suku-bunga-bi-turun-pertumbuhan-kredit-bisa-13</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/320/2083116/suku-bunga-bi-turun-pertumbuhan-kredit-bisa-13</guid><pubDate>Rabu 24 Juli 2019 17:17 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/24/320/2083116/suku-bunga-bi-turun-pertumbuhan-kredit-bisa-13-NjMWf9mJyy.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/24/320/2083116/suku-bunga-bi-turun-pertumbuhan-kredit-bisa-13-NjMWf9mJyy.jpeg</image><title>Foto: Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan</title></images><description> 
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini pertumbuhan kredit bisa tumbuh hingga 13% secara tahunan (year on year/yoy) di 2019, dengan rentang 11%-13%. Hal itu setelah Bank Indonesia (BI) memberikan pelonggaran kebijakan moneter lewat penurunan suku bunga acuan dan penurunan giro wajib minimum  (GWM).
Baca Juga: Pasca-Pemilu, BI: Pertumbuhan Kredit Baru Meningkat
Bank Sentral telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke level 5,7%, sedangkan rasio Giro Wajib Minimum (GWM) denominasi Rupiah diturunkan sebesar 50 bps.
&quot;Terima kasih untuk BI sudah melonggarkan GWM dan menurunkan suku bunga. Ini adalah amunisi yang bagus untuk kita tetap optimis dengan pertumbuhan kredit di akhir tahun,&quot; ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam konferensi pers di Kantor OJK, Rabu (24/7/2019).
Baca Juga: Revisi Pertumbuhan Kredit Bank Imbas Perang Dagang, Ini Faktanya
Sebelumnya, Wimboh sempat menyebut OJK merevisi ke bawah target pertumbuhan kredit perbankan menjadi 9% - 11% yoy pada 2019. Revisi ini memperhitungkan dampak perang dagang di pasar global yang berimbas ke daya ekspor dan juga kebutuhan pembiayaan dunia usaha.
&quot;Kemarin kami pesimis karena memang belum ada tanda pelonggaran (kebijakan moneter),&quot; katanya.Adapun OJK mencatatkan, kredit perbankan sepanjang semester I-2019  tumbuh stabil di level 9,92% yoy. Di mana pertumbuhan tertinggi terjadi  pada sektor listrik, air, dan gas, konstruksi, serta pertambangan.
Sementara itu, piutang pembiayaan tumbuh sebesar 4,29% yoy. Di dorong  pertumbuhan pembiayaan pada sektor industri pengolahan, pertambangan,  dan rumah tangga.
&quot;Dengan adanya penurunan GWM, penurunan suku bunga, serta masuknya  arus modal di pasar keuangan domestik akan dapat meningkatkan  pertumbuhan kredit ke depan,&quot; kata Wimboh.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini pertumbuhan kredit bisa tumbuh hingga 13% secara tahunan (year on year/yoy) di 2019, dengan rentang 11%-13%. Hal itu setelah Bank Indonesia (BI) memberikan pelonggaran kebijakan moneter lewat penurunan suku bunga acuan dan penurunan giro wajib minimum  (GWM).
Baca Juga: Pasca-Pemilu, BI: Pertumbuhan Kredit Baru Meningkat
Bank Sentral telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke level 5,7%, sedangkan rasio Giro Wajib Minimum (GWM) denominasi Rupiah diturunkan sebesar 50 bps.
&quot;Terima kasih untuk BI sudah melonggarkan GWM dan menurunkan suku bunga. Ini adalah amunisi yang bagus untuk kita tetap optimis dengan pertumbuhan kredit di akhir tahun,&quot; ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam konferensi pers di Kantor OJK, Rabu (24/7/2019).
Baca Juga: Revisi Pertumbuhan Kredit Bank Imbas Perang Dagang, Ini Faktanya
Sebelumnya, Wimboh sempat menyebut OJK merevisi ke bawah target pertumbuhan kredit perbankan menjadi 9% - 11% yoy pada 2019. Revisi ini memperhitungkan dampak perang dagang di pasar global yang berimbas ke daya ekspor dan juga kebutuhan pembiayaan dunia usaha.
&quot;Kemarin kami pesimis karena memang belum ada tanda pelonggaran (kebijakan moneter),&quot; katanya.Adapun OJK mencatatkan, kredit perbankan sepanjang semester I-2019  tumbuh stabil di level 9,92% yoy. Di mana pertumbuhan tertinggi terjadi  pada sektor listrik, air, dan gas, konstruksi, serta pertambangan.
Sementara itu, piutang pembiayaan tumbuh sebesar 4,29% yoy. Di dorong  pertumbuhan pembiayaan pada sektor industri pengolahan, pertambangan,  dan rumah tangga.
&quot;Dengan adanya penurunan GWM, penurunan suku bunga, serta masuknya  arus modal di pasar keuangan domestik akan dapat meningkatkan  pertumbuhan kredit ke depan,&quot; kata Wimboh.</content:encoded></item></channel></rss>
