<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Darmin Cs Putar Otak Sembuhkan Karet RI dari Penyakit Jamur</title><description>Pemerintah menaruh perhatian pada mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan jamur Pestalotiopsis sp.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/320/2083151/menko-darmin-cs-putar-otak-sembuhkan-karet-ri-dari-penyakit-jamur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/320/2083151/menko-darmin-cs-putar-otak-sembuhkan-karet-ri-dari-penyakit-jamur"/><item><title>Menko Darmin Cs Putar Otak Sembuhkan Karet RI dari Penyakit Jamur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/320/2083151/menko-darmin-cs-putar-otak-sembuhkan-karet-ri-dari-penyakit-jamur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/24/320/2083151/menko-darmin-cs-putar-otak-sembuhkan-karet-ri-dari-penyakit-jamur</guid><pubDate>Rabu 24 Juli 2019 18:45 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/24/320/2083151/menko-darmin-cs-putar-otak-sembuhkan-karet-ri-dari-penyakit-jamur-RaI6C1xlNV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/24/320/2083151/menko-darmin-cs-putar-otak-sembuhkan-karet-ri-dari-penyakit-jamur-RaI6C1xlNV.jpg</image><title>Foto: Reuters</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menaruh perhatian pada mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan jamur Pestalotiopsis sp. Pasalnya, per 16 Juli 2019 penyakit ini telah menyerang provinsi sentra karet antara lain Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur seluas 381,9 ribu hektare.

Angka tersebut meliputi serangan ringan seluas 149,6 ribu hektare dan serangan berat seluas 232,4 ribu hektare. Serangan penyakit ini diperkirakan akan terus bertambah.

&quot;Pemerintah akan terus memantau dan memperbarui data serta informasi mengenai perkembangan serangan penyakit gugur daun Pestalotiopsis sp. berikut penanganannya,&quot; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution dalam Rapat Koordinasi tentang Karet di Gedung Kemenko Perekonomian Jakarta, Rabu (24/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Kena Penyakit Jamur, Produksi Karet Indonesia Diprediksi Turun 15%
Akibat dari serangan penyakit ini, tanaman karet mengalami gugur daun berulang dalam periode yang panjang bahkan di luar periode gugur daun alami yang secara langsung menurunkan produksi.

&quot;Penyakit ini diperkirakan berdampak pada penurunan produksi karet Indonesia secara nasional pada tahun 2019 minimal 15%,&quot; kata Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono.
&amp;nbsp;Baca Juga: Indonesia Kurangi Ekspor Karet 98.160 Ton
Eskalasi dan intensitas serangan penyakit gugur daun ini sejak tahun  2017 hingga 2019 mengalami peningkatan yang signifikan. Pertama kali  penyakit ini ditemukan di Provinsi Sumatera Utara dan kemudian menyebar  ke Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan  Tengah, dan Kalimantan Timur. Penyakit ini pun diperkirakan terjadi juga  di provinsi sentra karet lainnya, seperti Jambi, Riau, Bengkulu,  Sumatera Barat, dan Lampung.

Berdasarkan laporan dari Lembaga Getah Malaysia (Malaysia Rubber  Board) serangan penyakit gugur daun Pestalotiopsis sp. juga terjadi di  Malaysia, terutama di daerah semenanjung Melaka.

&quot;Munculnya penyakit ini dan juga penyakit lain terutama disebabkan  menurunnya ketahanan tanaman akibat ketidakmampuan petani/pekebun untuk  merawat kebun sesuai standar. Hal ini utamanya dikarenakan turunnya  harga karet pada level rendah dalam rentang waktu yang lama,&quot; lanjut  dia.

Adapun upaya pemerintah dalam membantu petani untuk mengendalikan  penyakit tersebut meliputi. Seperti pengendalian dengan menggunakan  fungisida berbahan aktif heksakonazol atau propikonazol dan memberikan  bantuan pupuk untuk meningkatkan ketahanan tanaman karet terhadap  serangan penyakit tersebut.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menaruh perhatian pada mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan jamur Pestalotiopsis sp. Pasalnya, per 16 Juli 2019 penyakit ini telah menyerang provinsi sentra karet antara lain Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur seluas 381,9 ribu hektare.

Angka tersebut meliputi serangan ringan seluas 149,6 ribu hektare dan serangan berat seluas 232,4 ribu hektare. Serangan penyakit ini diperkirakan akan terus bertambah.

&quot;Pemerintah akan terus memantau dan memperbarui data serta informasi mengenai perkembangan serangan penyakit gugur daun Pestalotiopsis sp. berikut penanganannya,&quot; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution dalam Rapat Koordinasi tentang Karet di Gedung Kemenko Perekonomian Jakarta, Rabu (24/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Kena Penyakit Jamur, Produksi Karet Indonesia Diprediksi Turun 15%
Akibat dari serangan penyakit ini, tanaman karet mengalami gugur daun berulang dalam periode yang panjang bahkan di luar periode gugur daun alami yang secara langsung menurunkan produksi.

&quot;Penyakit ini diperkirakan berdampak pada penurunan produksi karet Indonesia secara nasional pada tahun 2019 minimal 15%,&quot; kata Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono.
&amp;nbsp;Baca Juga: Indonesia Kurangi Ekspor Karet 98.160 Ton
Eskalasi dan intensitas serangan penyakit gugur daun ini sejak tahun  2017 hingga 2019 mengalami peningkatan yang signifikan. Pertama kali  penyakit ini ditemukan di Provinsi Sumatera Utara dan kemudian menyebar  ke Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan  Tengah, dan Kalimantan Timur. Penyakit ini pun diperkirakan terjadi juga  di provinsi sentra karet lainnya, seperti Jambi, Riau, Bengkulu,  Sumatera Barat, dan Lampung.

Berdasarkan laporan dari Lembaga Getah Malaysia (Malaysia Rubber  Board) serangan penyakit gugur daun Pestalotiopsis sp. juga terjadi di  Malaysia, terutama di daerah semenanjung Melaka.

&quot;Munculnya penyakit ini dan juga penyakit lain terutama disebabkan  menurunnya ketahanan tanaman akibat ketidakmampuan petani/pekebun untuk  merawat kebun sesuai standar. Hal ini utamanya dikarenakan turunnya  harga karet pada level rendah dalam rentang waktu yang lama,&quot; lanjut  dia.

Adapun upaya pemerintah dalam membantu petani untuk mengendalikan  penyakit tersebut meliputi. Seperti pengendalian dengan menggunakan  fungisida berbahan aktif heksakonazol atau propikonazol dan memberikan  bantuan pupuk untuk meningkatkan ketahanan tanaman karet terhadap  serangan penyakit tersebut.
</content:encoded></item></channel></rss>
