<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres JK Sebut Inflasi Rendah Indikator Kemajuan Bangsa</title><description>JK membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) X Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) 2019</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/25/20/2083361/wapres-jk-sebut-inflasi-rendah-indikator-kemajuan-bangsa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/25/20/2083361/wapres-jk-sebut-inflasi-rendah-indikator-kemajuan-bangsa"/><item><title>Wapres JK Sebut Inflasi Rendah Indikator Kemajuan Bangsa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/25/20/2083361/wapres-jk-sebut-inflasi-rendah-indikator-kemajuan-bangsa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/25/20/2083361/wapres-jk-sebut-inflasi-rendah-indikator-kemajuan-bangsa</guid><pubDate>Kamis 25 Juli 2019 11:20 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/25/20/2083361/wapres-jk-sebut-inflasi-rendah-indikator-kemajuan-bangsa-GXjFcnXZcH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: JK Buka Rakornas TPID 2019 (Giri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/25/20/2083361/wapres-jk-sebut-inflasi-rendah-indikator-kemajuan-bangsa-GXjFcnXZcH.jpg</image><title>Foto: JK Buka Rakornas TPID 2019 (Giri/Okezone)</title></images><description> 
JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) X Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) 2019 yang diadakan oleh Bank Indonesia (BI).

Rakornas yang mengusung tema sinergi dan inovasi pengendalian inflasi untuk penguatan ekonomi yang inklusif itu dibuka dengan ditandai pemukulan gong oleh JK.

Dari Pantauan Okezone di lapangan, JK didampingi oleh sejumlah Menteri Kabinet Kerja seperti Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara hingga Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pagi Ini, Jusuf Kalla Akan Buka Rakornas Pengendalian Inflasi
Selain itu dalam acara tersebut juga turut hadir Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso hingga Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo beserta pejabat BI lainnya. Acara itu juga dihadiri oleh seluruh Gubernur dari seluruh Indonesia.

Menurut JK, inflasi yang terjaga dan juga pendapatan negara dan perekonomian negara (Produk Domestik Bruto/PDB) menjadi salah satu indikator dari kemajuan suatu bangsa. Inflasi akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

&amp;ldquo;Dalam mengukur kemajuan bangsa ada beberapa indikator penting salah satunya PDB tentunya. Di situ diukur pertumbuhannya. Kedua inflasi, karena inflasi akan menyebabkan daya beli naik atau turun dan efek-efek lainnya,&amp;rdquo; ujarnya saat membuka Rakornas Pengendalian Inflasi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (25/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Cabai Merah Biang Kerok Tingginya Inflasi di Sumut
Menurut JK, daya beli yang menurun akan menambah angka kemiskinan  hingga pengangguran. Jika angka kemiskinan dan pengangguran meningkat  maka ketimpangan juga akan kembali meningkat.

&amp;ldquo;Ketiga tentu angka kemiskinan itu akibat dari dua hal ini. Kalau  inflasi tinggi daya beli turun kemiskinan naik. Dan pengangguran karena  kalau terjadi masalah inflasi tentu menimbulkan pengangguran dan  sebaliknya,&amp;rdquo; katanya.

Oleh karena itu lanjut JK, pertemuan ini sangat penting untuk  mengatur strategi agar angka inflasi bisa terjaga di level rendah,  sehingga dengan target inflasi pada tahun ini yakni 3,5% plus minus 1%  bisa kembali tercapai.

&amp;ldquo;Itulah mengapa pertemuan hari ini bagaimana kita menjaga inflasi terjaga tingkat stabilitasnya,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) X Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) 2019 yang diadakan oleh Bank Indonesia (BI).

Rakornas yang mengusung tema sinergi dan inovasi pengendalian inflasi untuk penguatan ekonomi yang inklusif itu dibuka dengan ditandai pemukulan gong oleh JK.

Dari Pantauan Okezone di lapangan, JK didampingi oleh sejumlah Menteri Kabinet Kerja seperti Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara hingga Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pagi Ini, Jusuf Kalla Akan Buka Rakornas Pengendalian Inflasi
Selain itu dalam acara tersebut juga turut hadir Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso hingga Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo beserta pejabat BI lainnya. Acara itu juga dihadiri oleh seluruh Gubernur dari seluruh Indonesia.

Menurut JK, inflasi yang terjaga dan juga pendapatan negara dan perekonomian negara (Produk Domestik Bruto/PDB) menjadi salah satu indikator dari kemajuan suatu bangsa. Inflasi akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

&amp;ldquo;Dalam mengukur kemajuan bangsa ada beberapa indikator penting salah satunya PDB tentunya. Di situ diukur pertumbuhannya. Kedua inflasi, karena inflasi akan menyebabkan daya beli naik atau turun dan efek-efek lainnya,&amp;rdquo; ujarnya saat membuka Rakornas Pengendalian Inflasi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (25/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Cabai Merah Biang Kerok Tingginya Inflasi di Sumut
Menurut JK, daya beli yang menurun akan menambah angka kemiskinan  hingga pengangguran. Jika angka kemiskinan dan pengangguran meningkat  maka ketimpangan juga akan kembali meningkat.

&amp;ldquo;Ketiga tentu angka kemiskinan itu akibat dari dua hal ini. Kalau  inflasi tinggi daya beli turun kemiskinan naik. Dan pengangguran karena  kalau terjadi masalah inflasi tentu menimbulkan pengangguran dan  sebaliknya,&amp;rdquo; katanya.

Oleh karena itu lanjut JK, pertemuan ini sangat penting untuk  mengatur strategi agar angka inflasi bisa terjaga di level rendah,  sehingga dengan target inflasi pada tahun ini yakni 3,5% plus minus 1%  bisa kembali tercapai.

&amp;ldquo;Itulah mengapa pertemuan hari ini bagaimana kita menjaga inflasi terjaga tingkat stabilitasnya,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
