<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>JK Beberkan Dampak Buruk Inflasi Rendah</title><description>Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengapresiasi tim pengendalian inflasi yang berhasil menjaga inflasi stabil di level rendah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/25/20/2083387/jk-beberkan-dampak-buruk-inflasi-rendah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/25/20/2083387/jk-beberkan-dampak-buruk-inflasi-rendah"/><item><title>JK Beberkan Dampak Buruk Inflasi Rendah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/25/20/2083387/jk-beberkan-dampak-buruk-inflasi-rendah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/25/20/2083387/jk-beberkan-dampak-buruk-inflasi-rendah</guid><pubDate>Kamis 25 Juli 2019 12:07 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/25/20/2083387/jk-beberkan-dampak-buruk-inflasi-rendah-rspo4V9dMr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: JK Buka Rakornas Inflasi 2019 (Giri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/25/20/2083387/jk-beberkan-dampak-buruk-inflasi-rendah-rspo4V9dMr.jpg</image><title>Foto: JK Buka Rakornas Inflasi 2019 (Giri/Okezone)</title></images><description> 
JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengapresiasi tim pengendalian inflasi yang berhasil menjaga inflasi stabil di level rendah. Namun dirinya berpesan agar angka inflasi tidak boleh terlalu rendah karena akan bisa berdampak buruk bagi perekonomian negara.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ibaratkan Inflasi seperti Tekanan Darah, JK: Kalau Tinggi Bisa Pingsan
Menurut Jusuf Kalla terlalu rendahnya angka inflasi atau bahkan bisa deflasi membuat sektor pengusaha tidak bergairah. Sebab, terlalu rendahnya inflasi ini bisa membaut harga jatuh yang nantinya akan merugikan pengusaha.

&amp;ldquo;Kalau tidak ada inflasi juga tidak bagus karena tidak ada semangat. Kalau inflasi 0% kayak di negara lain itu pengusaha tidak semangat harga begitu terus,&amp;rdquo; ujarnya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (25/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Wapres JK Sebut Inflasi Rendah Indikator Kemajuan Bangsa
Menurut JK, jika pengusaha merugi maka akan ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan oleh pengusaha kepada karyawannya. Jika ada PHK, maka angka pengangguran akan bertamabah.

&amp;nbsp;Bertambahnya angka pengangguran juga akan berakibat kepada  meningkatnya angka kemiskinan yang saat ini sudah menyentuh single  digit. Kemiskinan yang meningkat akan berpengaruh terhadap daya beli  masyarakat yang juga akan berefek domino terhadap perekonomian negara.

&amp;ldquo;Kalau terjadi deflasi pengusaha yang rugi. Kalau pengusaha rugi dia bisa rugi,&amp;rdquo; ucapnya

Di sisi lain, jika inflasi terlalu tinggi juga akan membuat harga  mahal. Jika harga mahal maka daya beli akan menurun yang nantinya juga  berdampak pada perekonomian negara.

&amp;ldquo;Jadi yang menyebabkan kesulitan kenapa inflasi besar itu berbahaya.  Karena kalau orang punya gaji Rp10 juta biasanya bisa beli konsumsi  beras, ikan biasa Rp2 juta Rp3 juta, tiba-tiba naik Rp4 juta. Langsung  daya beli turun kalau turun pendapatannya menurun, dia akan miskin dan  tidak bisa bayar pajak,&amp;rdquo; katanya.
</description><content:encoded> 
JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengapresiasi tim pengendalian inflasi yang berhasil menjaga inflasi stabil di level rendah. Namun dirinya berpesan agar angka inflasi tidak boleh terlalu rendah karena akan bisa berdampak buruk bagi perekonomian negara.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ibaratkan Inflasi seperti Tekanan Darah, JK: Kalau Tinggi Bisa Pingsan
Menurut Jusuf Kalla terlalu rendahnya angka inflasi atau bahkan bisa deflasi membuat sektor pengusaha tidak bergairah. Sebab, terlalu rendahnya inflasi ini bisa membaut harga jatuh yang nantinya akan merugikan pengusaha.

&amp;ldquo;Kalau tidak ada inflasi juga tidak bagus karena tidak ada semangat. Kalau inflasi 0% kayak di negara lain itu pengusaha tidak semangat harga begitu terus,&amp;rdquo; ujarnya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (25/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Wapres JK Sebut Inflasi Rendah Indikator Kemajuan Bangsa
Menurut JK, jika pengusaha merugi maka akan ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan oleh pengusaha kepada karyawannya. Jika ada PHK, maka angka pengangguran akan bertamabah.

&amp;nbsp;Bertambahnya angka pengangguran juga akan berakibat kepada  meningkatnya angka kemiskinan yang saat ini sudah menyentuh single  digit. Kemiskinan yang meningkat akan berpengaruh terhadap daya beli  masyarakat yang juga akan berefek domino terhadap perekonomian negara.

&amp;ldquo;Kalau terjadi deflasi pengusaha yang rugi. Kalau pengusaha rugi dia bisa rugi,&amp;rdquo; ucapnya

Di sisi lain, jika inflasi terlalu tinggi juga akan membuat harga  mahal. Jika harga mahal maka daya beli akan menurun yang nantinya juga  berdampak pada perekonomian negara.

&amp;ldquo;Jadi yang menyebabkan kesulitan kenapa inflasi besar itu berbahaya.  Karena kalau orang punya gaji Rp10 juta biasanya bisa beli konsumsi  beras, ikan biasa Rp2 juta Rp3 juta, tiba-tiba naik Rp4 juta. Langsung  daya beli turun kalau turun pendapatannya menurun, dia akan miskin dan  tidak bisa bayar pajak,&amp;rdquo; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
