<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Phapros Kaji Rencana Akuisisi Rumah Sakit</title><description>PT Phapros Tbk (PEHA) tengah membidik bisnis rumah sakit untuk memperlengkap bisnis perseroan di bidang kesehatan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/25/278/2083366/phapros-kaji-rencana-akuisisi-rumah-sakit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/25/278/2083366/phapros-kaji-rencana-akuisisi-rumah-sakit"/><item><title>Phapros Kaji Rencana Akuisisi Rumah Sakit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/25/278/2083366/phapros-kaji-rencana-akuisisi-rumah-sakit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/25/278/2083366/phapros-kaji-rencana-akuisisi-rumah-sakit</guid><pubDate>Kamis 25 Juli 2019 11:28 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/25/278/2083366/phapros-kaji-rencana-akuisisi-rumah-sakit-S5mCgf2sKD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/25/278/2083366/phapros-kaji-rencana-akuisisi-rumah-sakit-S5mCgf2sKD.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Besarnya populasi masyarakat Indonesia yang tidak sebanding dengan pertumbuhan rumah sakit, rupanya dinilai menjadi potensi pasar yang cukup menjanjikan.

Berangkat dari peluang pasar tersebut, emiten farmasi PT Phapros Tbk (PEHA) tengah membidik bisnis rumah sakit untuk memperlengkap bisnis perseroan di bidang kesehatan. Apalagi, perseroan sudah memiliki 20% saham di RS Permata Cirebon.

Kata Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utami (Emmy), pasca rights issue akan difokuskan untuk mengembangkan bisnis di layanan rumah sakit.

&amp;ldquo;Kita kedepan akan kaji pengembangan rumah sakit dan juga menjajaki rumah sakit yang mau diakuisisi ketimbang membangun rumah sakit baru,&amp;rdquo; ujarnya seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Kamis (25/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Lirik Bisnis Kosmetik, Pharos Siapkan Investasi Rp20 Miliar
Menurutnya, bisnis rumah sakit merupakan sejalan dengan bisnis layanan kesehatan teringterasi yang digarap perseroan. Hanya saja, Emmy, belum mau menjelaskan lebih detail rencana akuisisi rumah sakit yang bakal diakuisisi. Disampaikannya, perseroan saat ini tengah fokus untuk mengembangkan divisi bisnis kecantikan yang bersinergis dengan induk usaha PT Kimia Farma Tbk.

Di paruh pertama tahun ini, Phapros berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 119 miliar atau tumbuh 27% dari priode yang sama tahun lalu sebesar Rp 94.2 miliar.

&amp;rdquo;Tidak hanya hanya laba, penjualan juga naik 36% dan ini menunjukkan konsistensi perseroan untuk tumbuh hingga akhir tahun double digit,&amp;rdquo; kata Emmy.
&amp;nbsp;Baca Juga: Phapros Kantongi Kontrak Kerjasama Senilai Rp1 Triliun
Melihat pencapaian tersebut, lanjutnya, perseroan sangat optimis target bisnis tahun ini bisa tercapai. Disampaikannya, pertumbuhan penjualan terjadi di semua portofolio produk obat Phapros, baik obat jual bebas (OTC), obat generik, maupun etikal.
&amp;ldquo;Pertumbuhan penjualan terbesar ada pada produk obat generik berlogo (OGB) sebesar 45% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/07/08/57972/295790_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pekan Kedua Bulan Juli, IHSG Merosot 0,19 Persen &quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Dirinya menambahkan bahwa hingga Desember 2019 nanti, Phapros  menargetkan pertumbuhan dobel digit. Adapun aksi korporasi yang akan  dilakukan untuk mengejar target tahun ini, selain menggenjot penjualan  di segmen etikal dan obat jual bebas (OTC) adalah dengan memanfaatkan  jalur multi-distribusi dengan PT Rajawali Nusindo dan PT Kimia Farma  Trading &amp;amp; Distribution, serta bekerja sama dengan jaringan Kimia  Farma Apotek agar product availability tetap terjaga.

Analis Panin Sekuritas, William Hartanto pernah bilang, prospek  kinerja emiten rumah sakit setiap tahun selalu stabil kecuali jika ada  suatu penyakit baru dan banyak mewabah baru akan meningkat banyak.  Sejauh ini performance kinerja emiten rumah sakit cukup positif dengan  berbagai aksi korporasi yang telah disiapkan.

Tengok saja, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) pada awal tahun  ini telah mengakuisisi saham dari dua rumah sakit yakni PT Gemilang Anak  Sejahtera dan PT Bina Husada dengan nilai transaksi Rp269 miliar.

Selain itu, pada April atau paling lambat Mei 2019, emiten berkode  saham MIKA tersebut akan mengoperasikan dua rumah sakit (RS) baru yang  dibangun dengan nilai investasi Rp400 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Besarnya populasi masyarakat Indonesia yang tidak sebanding dengan pertumbuhan rumah sakit, rupanya dinilai menjadi potensi pasar yang cukup menjanjikan.

Berangkat dari peluang pasar tersebut, emiten farmasi PT Phapros Tbk (PEHA) tengah membidik bisnis rumah sakit untuk memperlengkap bisnis perseroan di bidang kesehatan. Apalagi, perseroan sudah memiliki 20% saham di RS Permata Cirebon.

Kata Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utami (Emmy), pasca rights issue akan difokuskan untuk mengembangkan bisnis di layanan rumah sakit.

&amp;ldquo;Kita kedepan akan kaji pengembangan rumah sakit dan juga menjajaki rumah sakit yang mau diakuisisi ketimbang membangun rumah sakit baru,&amp;rdquo; ujarnya seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Kamis (25/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Lirik Bisnis Kosmetik, Pharos Siapkan Investasi Rp20 Miliar
Menurutnya, bisnis rumah sakit merupakan sejalan dengan bisnis layanan kesehatan teringterasi yang digarap perseroan. Hanya saja, Emmy, belum mau menjelaskan lebih detail rencana akuisisi rumah sakit yang bakal diakuisisi. Disampaikannya, perseroan saat ini tengah fokus untuk mengembangkan divisi bisnis kecantikan yang bersinergis dengan induk usaha PT Kimia Farma Tbk.

Di paruh pertama tahun ini, Phapros berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 119 miliar atau tumbuh 27% dari priode yang sama tahun lalu sebesar Rp 94.2 miliar.

&amp;rdquo;Tidak hanya hanya laba, penjualan juga naik 36% dan ini menunjukkan konsistensi perseroan untuk tumbuh hingga akhir tahun double digit,&amp;rdquo; kata Emmy.
&amp;nbsp;Baca Juga: Phapros Kantongi Kontrak Kerjasama Senilai Rp1 Triliun
Melihat pencapaian tersebut, lanjutnya, perseroan sangat optimis target bisnis tahun ini bisa tercapai. Disampaikannya, pertumbuhan penjualan terjadi di semua portofolio produk obat Phapros, baik obat jual bebas (OTC), obat generik, maupun etikal.
&amp;ldquo;Pertumbuhan penjualan terbesar ada pada produk obat generik berlogo (OGB) sebesar 45% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/07/08/57972/295790_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pekan Kedua Bulan Juli, IHSG Merosot 0,19 Persen &quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Dirinya menambahkan bahwa hingga Desember 2019 nanti, Phapros  menargetkan pertumbuhan dobel digit. Adapun aksi korporasi yang akan  dilakukan untuk mengejar target tahun ini, selain menggenjot penjualan  di segmen etikal dan obat jual bebas (OTC) adalah dengan memanfaatkan  jalur multi-distribusi dengan PT Rajawali Nusindo dan PT Kimia Farma  Trading &amp;amp; Distribution, serta bekerja sama dengan jaringan Kimia  Farma Apotek agar product availability tetap terjaga.

Analis Panin Sekuritas, William Hartanto pernah bilang, prospek  kinerja emiten rumah sakit setiap tahun selalu stabil kecuali jika ada  suatu penyakit baru dan banyak mewabah baru akan meningkat banyak.  Sejauh ini performance kinerja emiten rumah sakit cukup positif dengan  berbagai aksi korporasi yang telah disiapkan.

Tengok saja, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) pada awal tahun  ini telah mengakuisisi saham dari dua rumah sakit yakni PT Gemilang Anak  Sejahtera dan PT Bina Husada dengan nilai transaksi Rp269 miliar.

Selain itu, pada April atau paling lambat Mei 2019, emiten berkode  saham MIKA tersebut akan mengoperasikan dua rumah sakit (RS) baru yang  dibangun dengan nilai investasi Rp400 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
