<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berikan Jamuan Buah Tropis ke Pangeran Abu Dhabi, Jokowi Manfaatkan Peluang Ekspor</title><description>Jokowi punya cara baru untuk menjamu tamu kenegaraannya di Istana Kepresidenan, yaitu dengan menyajikan buah tropis khas Indonesia..</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/25/320/2083342/berikan-jamuan-buah-tropis-ke-pangeran-abu-dhabi-jokowi-manfaatkan-peluang-ekspor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/25/320/2083342/berikan-jamuan-buah-tropis-ke-pangeran-abu-dhabi-jokowi-manfaatkan-peluang-ekspor"/><item><title>Berikan Jamuan Buah Tropis ke Pangeran Abu Dhabi, Jokowi Manfaatkan Peluang Ekspor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/25/320/2083342/berikan-jamuan-buah-tropis-ke-pangeran-abu-dhabi-jokowi-manfaatkan-peluang-ekspor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/25/320/2083342/berikan-jamuan-buah-tropis-ke-pangeran-abu-dhabi-jokowi-manfaatkan-peluang-ekspor</guid><pubDate>Kamis 25 Juli 2019 10:36 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/25/320/2083342/berikan-jamuan-buah-tropis-ke-pangeran-abu-dhabi-jokowi-manfaatkan-peluang-ekspor-aGEQqYePod.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Jokowi Sajikan Buah Tropis ke Pangeran Abu Dhabi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/25/320/2083342/berikan-jamuan-buah-tropis-ke-pangeran-abu-dhabi-jokowi-manfaatkan-peluang-ekspor-aGEQqYePod.jpg</image><title>Foto: Jokowi Sajikan Buah Tropis ke Pangeran Abu Dhabi</title></images><description> 
BOGOR - Presiden Joko Widodo punya cara baru yang unik untuk menjamu tamu kenegaraannya di Istana Kepresidenan, yaitu dengan menyajikan buah tropis khas Indonesia. Manuver ini juga bisa membuka peluang ekspor hortikultura langsung ke negara tersebut.

Seperti terlihat saat Presiden Jokowi menjamu Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan di Istana Bogor, Rabu 24 Juli 2019. Sheikh Mohamed disuguhi salak dan durian saat verranda talk dengan Jokowi di Istana.

Mengutip keterangan tertulis Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (25/7/2019), Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi yang mendampingi Presiden Jokowi mengungkapkan Putra Mahkota sangat terkesan dengan jamuan buah tropis tersebut. &quot;Jadi tadi (Sheikh Mohamed) tanya 'ini apa? oh ini namanya salak'. Terus ada manggis, kemudian durian,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Jokowi Sambut Kedatangan Putra Mahkota Abu Dhabi di Bandara Soetta
Jamuan buah tropis ini bukanlah hal yang pertama dilakukan oleh Presiden Jokowi. Beberapa saat sebelumnya, Presiden Argentina, Mauricio Macri, dan Ibu Negara, Juliana Awada bahkan langsung mengutarakan keinginan mereka untuk secepatnya mengimpor buah-buah dari Indonesia.

&quot;Kami juga ingin menikmati buah-buah yang ada di Indonesia, begitupun Indonesia dapat belajar untuk bidang teknologi pertanian dari Argentina supaya bermanfaat untuk kedua belah pihak,&quot; jelas Mauricio saat itu. Beberapa buah tropis Indonesia yang dipastikan menjadi prioritas untuk diimpor oleh Argentina adalah buah salak, manggis, dan nanas.
&amp;nbsp;
Jamuan ini bisa menjadi sebuah peluang ekspor yang dibuka oleh Presiden Jokowi untuk petani hortikultura Indonesia guna melebarkan sayap mereka ke pasar ekspor.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pertemuan Jokowi-Pangeran Uni Emirat Arab Hasilkan Kesepakatan 12 Bidang Ekonomi
Data dari Ditjen Hortikultura, Kementerian Pertanian, secara keseluruhan, kinerja ekspor buah, sayuran dan bunga-bungaan Indonesia pada 2018 cukup menggembirakan dengan kenaikan 12%, dengan nilai Rp5 triliun lebih. Ekspor sayuran naik 4,8%, bunga 7%, dan buah-buahan 26,3%. Adapun negara tujuan ekspor mencapai 113 negara.

Untuk manggis volume ekspor 2018 bisa menembus angka 60.000 ribu ton. Manggis asal Sumatra, Jawa, Bali, Sulawesi, sama manisnya. Sekitar 30% produksi nasional terserap di pasar ekspor.
Manggis Indonesia  semakin digemari di Malaysia, Singapura, Hong  Kong, Tiongkok, Australia, India, bahkan negara-negara Eropa.  Ada  kenaikan ekspor lebih dari 400% manggis Indonesia pada 2018, dibanding  2017.

Bahkan, untuk  durian kenaikannya di atas 700%. Meski tidak seluas  manggis, pasar durian Indonesia cukup menjanjikan untuk kawasan Asia  Tenggara, India, dan Pakistan.


Dari sisi volume, ekspor duren memang belum besar, baru 1.084 ton di   2018. Tapi, selain lonjakan ekspornya yang kuat, ada kecenderungan  bahwa kegandrungan masyarakat Indonesia pada durian impor, dari Malaysia  atau Thailand, mulai surut.

Nanas, pisang, buah rambutan, dan salak juga menunjukkan lonjakan  ekspor yang menggembirakan. Segarnya buah tropis Nusantara itu kini  makin mendunia. Meski tak spektakuler seperti manggis dan duren, mangga  dan jeruk pun masih memancangkan harapan sebagai komoditas ekspor.
&amp;nbsp;
 
Kemudahan Perizinan

Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi menyebutkan semakin segar dan  bergairahnya buah tropis Indonesia di pasar ekspor karena adanya  kemudahan perizinan dengan  memangkas waktu melalui sistem Online Single  Submission (OSS) sehingga lebih cepat.

&quot;Semula mengurus izin ekspor tanaman hias dan benih hortikultura  butuh waktu 8 hari sekarang menjadi 3 jam untuk dokumen yang sudah clear  and clean,&quot; papar Suwandi. Dengan kemudahan ekspor ini, sangat membantu  pelaku usaha.
Tak hanya itu, Kementerian Pertanian, juga tidak henti-hentinya   melakukan pendekatan ke berbagai negara untuk menerapkan standar   ekspor-impor yang fair, terutama dalam hal penerapan persyaratan   kebersihan, kesehatan, dan kualitas secara umum. Termasuk ketersediaan  benih atau bibit unggul.

Kini petani buah dan sayur tidak sulit mencari benih atau bibit   unggul. Bibit duren, mangga, manggis, sirsak, pisang, atau buah lainnya,   tersedia di banyak  tempat dengan harga terjangkau. Bibit unggul itu   membuat pohon cepat berbuah, dengan kualitas yang tinggi dan seragam.

Selain penyediaan bibit, benih, dan sarana produksi lainnya,   Kementerian Pertanian juga melakukan pembinaan pada petani dan   pengusaha. Mereka didorong melaksanakan budidaya dengan metode Good   Agricultural Practices (GAP) agar produksinya berkualitas, bebas hama,   dan penyakit.

Sertifikasi produk juga diberikan bagi kelompok tani atau pengusaha   yang telah melaksanakan budidaya secara baik dan benar. Sehingga tidak   ada lagi alasan bahwa urusan karantina untuk  ekspor harus dilakukan   secara bertele-tele.
</description><content:encoded> 
BOGOR - Presiden Joko Widodo punya cara baru yang unik untuk menjamu tamu kenegaraannya di Istana Kepresidenan, yaitu dengan menyajikan buah tropis khas Indonesia. Manuver ini juga bisa membuka peluang ekspor hortikultura langsung ke negara tersebut.

Seperti terlihat saat Presiden Jokowi menjamu Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan di Istana Bogor, Rabu 24 Juli 2019. Sheikh Mohamed disuguhi salak dan durian saat verranda talk dengan Jokowi di Istana.

Mengutip keterangan tertulis Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (25/7/2019), Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi yang mendampingi Presiden Jokowi mengungkapkan Putra Mahkota sangat terkesan dengan jamuan buah tropis tersebut. &quot;Jadi tadi (Sheikh Mohamed) tanya 'ini apa? oh ini namanya salak'. Terus ada manggis, kemudian durian,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Jokowi Sambut Kedatangan Putra Mahkota Abu Dhabi di Bandara Soetta
Jamuan buah tropis ini bukanlah hal yang pertama dilakukan oleh Presiden Jokowi. Beberapa saat sebelumnya, Presiden Argentina, Mauricio Macri, dan Ibu Negara, Juliana Awada bahkan langsung mengutarakan keinginan mereka untuk secepatnya mengimpor buah-buah dari Indonesia.

&quot;Kami juga ingin menikmati buah-buah yang ada di Indonesia, begitupun Indonesia dapat belajar untuk bidang teknologi pertanian dari Argentina supaya bermanfaat untuk kedua belah pihak,&quot; jelas Mauricio saat itu. Beberapa buah tropis Indonesia yang dipastikan menjadi prioritas untuk diimpor oleh Argentina adalah buah salak, manggis, dan nanas.
&amp;nbsp;
Jamuan ini bisa menjadi sebuah peluang ekspor yang dibuka oleh Presiden Jokowi untuk petani hortikultura Indonesia guna melebarkan sayap mereka ke pasar ekspor.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pertemuan Jokowi-Pangeran Uni Emirat Arab Hasilkan Kesepakatan 12 Bidang Ekonomi
Data dari Ditjen Hortikultura, Kementerian Pertanian, secara keseluruhan, kinerja ekspor buah, sayuran dan bunga-bungaan Indonesia pada 2018 cukup menggembirakan dengan kenaikan 12%, dengan nilai Rp5 triliun lebih. Ekspor sayuran naik 4,8%, bunga 7%, dan buah-buahan 26,3%. Adapun negara tujuan ekspor mencapai 113 negara.

Untuk manggis volume ekspor 2018 bisa menembus angka 60.000 ribu ton. Manggis asal Sumatra, Jawa, Bali, Sulawesi, sama manisnya. Sekitar 30% produksi nasional terserap di pasar ekspor.
Manggis Indonesia  semakin digemari di Malaysia, Singapura, Hong  Kong, Tiongkok, Australia, India, bahkan negara-negara Eropa.  Ada  kenaikan ekspor lebih dari 400% manggis Indonesia pada 2018, dibanding  2017.

Bahkan, untuk  durian kenaikannya di atas 700%. Meski tidak seluas  manggis, pasar durian Indonesia cukup menjanjikan untuk kawasan Asia  Tenggara, India, dan Pakistan.


Dari sisi volume, ekspor duren memang belum besar, baru 1.084 ton di   2018. Tapi, selain lonjakan ekspornya yang kuat, ada kecenderungan  bahwa kegandrungan masyarakat Indonesia pada durian impor, dari Malaysia  atau Thailand, mulai surut.

Nanas, pisang, buah rambutan, dan salak juga menunjukkan lonjakan  ekspor yang menggembirakan. Segarnya buah tropis Nusantara itu kini  makin mendunia. Meski tak spektakuler seperti manggis dan duren, mangga  dan jeruk pun masih memancangkan harapan sebagai komoditas ekspor.
&amp;nbsp;
 
Kemudahan Perizinan

Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi menyebutkan semakin segar dan  bergairahnya buah tropis Indonesia di pasar ekspor karena adanya  kemudahan perizinan dengan  memangkas waktu melalui sistem Online Single  Submission (OSS) sehingga lebih cepat.

&quot;Semula mengurus izin ekspor tanaman hias dan benih hortikultura  butuh waktu 8 hari sekarang menjadi 3 jam untuk dokumen yang sudah clear  and clean,&quot; papar Suwandi. Dengan kemudahan ekspor ini, sangat membantu  pelaku usaha.
Tak hanya itu, Kementerian Pertanian, juga tidak henti-hentinya   melakukan pendekatan ke berbagai negara untuk menerapkan standar   ekspor-impor yang fair, terutama dalam hal penerapan persyaratan   kebersihan, kesehatan, dan kualitas secara umum. Termasuk ketersediaan  benih atau bibit unggul.

Kini petani buah dan sayur tidak sulit mencari benih atau bibit   unggul. Bibit duren, mangga, manggis, sirsak, pisang, atau buah lainnya,   tersedia di banyak  tempat dengan harga terjangkau. Bibit unggul itu   membuat pohon cepat berbuah, dengan kualitas yang tinggi dan seragam.

Selain penyediaan bibit, benih, dan sarana produksi lainnya,   Kementerian Pertanian juga melakukan pembinaan pada petani dan   pengusaha. Mereka didorong melaksanakan budidaya dengan metode Good   Agricultural Practices (GAP) agar produksinya berkualitas, bebas hama,   dan penyakit.

Sertifikasi produk juga diberikan bagi kelompok tani atau pengusaha   yang telah melaksanakan budidaya secara baik dan benar. Sehingga tidak   ada lagi alasan bahwa urusan karantina untuk  ekspor harus dilakukan   secara bertele-tele.
</content:encoded></item></channel></rss>
