<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Gelembung Gas di Blok ONWJ, Apa Hasil Investigasi Pertamina?</title><description>Pertamina mencari tahu penyebab insiden gelembung gas di anjungan milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/25/320/2083599/ada-gelembung-gas-di-blok-onwj-apa-hasil-investigasi-pertamina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/25/320/2083599/ada-gelembung-gas-di-blok-onwj-apa-hasil-investigasi-pertamina"/><item><title>Ada Gelembung Gas di Blok ONWJ, Apa Hasil Investigasi Pertamina?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/25/320/2083599/ada-gelembung-gas-di-blok-onwj-apa-hasil-investigasi-pertamina</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/25/320/2083599/ada-gelembung-gas-di-blok-onwj-apa-hasil-investigasi-pertamina</guid><pubDate>Kamis 25 Juli 2019 19:33 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/25/320/2083599/ada-gelembung-gas-di-blok-onwj-apa-hasil-investigasi-pertamina-1WkI1kXAIJ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Kegiatan Eksplorasi Sumur Minyak oleh Pertamina</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/25/320/2083599/ada-gelembung-gas-di-blok-onwj-apa-hasil-investigasi-pertamina-1WkI1kXAIJ.jpeg</image><title>Foto: Kegiatan Eksplorasi Sumur Minyak oleh Pertamina</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) masih melakukan investigasi mendalam terkait tumpahan minyak spill yang mencemari laut pantai utara Karawang beberapa waktu lalu. Termasuk juga mencari tahu penyebab insiden gelembung gas di anjungan YY sumur YYA-1 milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).
Baca Juga: Pertamina Gandeng Perusahaan Minyak UEA Bidik Blok Migas hingga Kilang
Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu mengatakan, berdasarkan dugaan awal, tumpahan minyak tersebut terjadi karena adanya kebocoran gas yang menimbulkan gelembung udara di sumur YYA-1. Kebocoran gas terjadi pada saat dilakukan pengeboran YYA-1.
&amp;ldquo;Indikasi sementara terjadi anomali tekanan pada saat pengeboran YYA-1sehingga menyebabkan gelembung gas yang diikuti oil spill,&quot; ujarnya di kantor Pusat Pertamina, Kamis (25/7/2019).
Baca Juga: Penanganan Gelombang Gas di Blok ONJW Sesuai Standar Industri Migas
Menurut Dharmawan,  kebocoran gas tersebut kemudian berdampak pada terjadinya pergeseran pondasi anjungan sumur pengeboran
&quot;Indikasi sementara terjadi anomali tekanan pada saat pengeboran YYA-1sehingga menyebabkan gelembung gas yang diikuti oil spill,&quot; jelasnya.Dharmawan mengatakan, peristiwa itu bermula pada tanggal 12 Juli 2019  lalu tepatnya pada pukul 01.30 WIB. Saat itu, ketika akan melakukan  kegiatan korporasi muncul gelembung gas di anjungan YYA-1 yang terletak  di wilayah PHE ONWJ.
Melihat kejadian itu, pada 14 Juli sekitar pukul 22.40 WIB seluruh  pekerja yang di seluruh anjungan dari sekitar area tersebut dievakuasi  ke tempat yang aman. Di hari selanjutnya, PHE ONWJ menyatakan keadaan  darurat dengan mengirim surat kepada SKK Migas dan Kementerian ESDM.
Lalu ada 16 Juli mulai terlihat ceceran lapisan minyak di permukaan  laut sekitar di samping gelembung yang masih terus terjadi. Dan pada 18  Juli, lapisan minyak mencapai pantai barat. Di mana jarak anjungan  dengan garis pantai Karawang berada pada 2 kilometer.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) masih melakukan investigasi mendalam terkait tumpahan minyak spill yang mencemari laut pantai utara Karawang beberapa waktu lalu. Termasuk juga mencari tahu penyebab insiden gelembung gas di anjungan YY sumur YYA-1 milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).
Baca Juga: Pertamina Gandeng Perusahaan Minyak UEA Bidik Blok Migas hingga Kilang
Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu mengatakan, berdasarkan dugaan awal, tumpahan minyak tersebut terjadi karena adanya kebocoran gas yang menimbulkan gelembung udara di sumur YYA-1. Kebocoran gas terjadi pada saat dilakukan pengeboran YYA-1.
&amp;ldquo;Indikasi sementara terjadi anomali tekanan pada saat pengeboran YYA-1sehingga menyebabkan gelembung gas yang diikuti oil spill,&quot; ujarnya di kantor Pusat Pertamina, Kamis (25/7/2019).
Baca Juga: Penanganan Gelombang Gas di Blok ONJW Sesuai Standar Industri Migas
Menurut Dharmawan,  kebocoran gas tersebut kemudian berdampak pada terjadinya pergeseran pondasi anjungan sumur pengeboran
&quot;Indikasi sementara terjadi anomali tekanan pada saat pengeboran YYA-1sehingga menyebabkan gelembung gas yang diikuti oil spill,&quot; jelasnya.Dharmawan mengatakan, peristiwa itu bermula pada tanggal 12 Juli 2019  lalu tepatnya pada pukul 01.30 WIB. Saat itu, ketika akan melakukan  kegiatan korporasi muncul gelembung gas di anjungan YYA-1 yang terletak  di wilayah PHE ONWJ.
Melihat kejadian itu, pada 14 Juli sekitar pukul 22.40 WIB seluruh  pekerja yang di seluruh anjungan dari sekitar area tersebut dievakuasi  ke tempat yang aman. Di hari selanjutnya, PHE ONWJ menyatakan keadaan  darurat dengan mengirim surat kepada SKK Migas dan Kementerian ESDM.
Lalu ada 16 Juli mulai terlihat ceceran lapisan minyak di permukaan  laut sekitar di samping gelembung yang masih terus terjadi. Dan pada 18  Juli, lapisan minyak mencapai pantai barat. Di mana jarak anjungan  dengan garis pantai Karawang berada pada 2 kilometer.</content:encoded></item></channel></rss>
