<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rawit Sebabkan Inflasi, Gubernur BI Sarankan Konsumsi Cabai Kering</title><description>- Bank Indonesia (BI) memperkirakan hingga Minggu keempat Juli 2019 terjadi inflasi sebesar 0,23% secara month to month (mtm).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/26/20/2083890/rawit-sebabkan-inflasi-gubernur-bi-sarankan-konsumsi-cabai-kering</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/26/20/2083890/rawit-sebabkan-inflasi-gubernur-bi-sarankan-konsumsi-cabai-kering"/><item><title>Rawit Sebabkan Inflasi, Gubernur BI Sarankan Konsumsi Cabai Kering</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/26/20/2083890/rawit-sebabkan-inflasi-gubernur-bi-sarankan-konsumsi-cabai-kering</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/26/20/2083890/rawit-sebabkan-inflasi-gubernur-bi-sarankan-konsumsi-cabai-kering</guid><pubDate>Jum'at 26 Juli 2019 14:30 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/26/20/2083890/rawit-sebabkan-inflasi-gubernur-bi-sarankan-konsumsi-cabai-kering-qyrCVNEusW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Taufik Fajar/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/26/20/2083890/rawit-sebabkan-inflasi-gubernur-bi-sarankan-konsumsi-cabai-kering-qyrCVNEusW.jpg</image><title>Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Taufik Fajar/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan hingga Minggu keempat Juli 2019 terjadi inflasi sebesar 0,23% secara month to month (mtm). Hal tersebut berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan BI.

&quot;Pemantauan harga sampai Minggu ke-4, terjadi inflasi 0,23% mtm. Sementara, secara year on year (yoy) tercatat sebesar 3,23%,&quot; ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, Jumat (26/7/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gubernur BI Beberkan Tiga Jurus Jaga Inflasi Tetap Stabil

Dia menuturkan bahwa inflasi terjadi karena tingginya harga cabai rawit. Di mana cabai rawit ke inflasi mencapai 0,12%. Salah satu penyebab tingginya harga cabai adalah jadwal panen di luar musimnya dan pola konsumsi masyarakat yang lebih menyukai cabai segar.

&quot;Kami Sarankan agar masyarakat bisa mulai mengonsumsi cabai kering. Kita biasakan cabai kering. Geprek pakai cabai kering sama saja,&quot; ujar dia di Gedung BI Jakarta, Jumat (26/7/2019).
Selain cabai rawit, lanjut dia, komoditas emas dan perhiasan  menyumbang inflasi sebesar 0,6-0,4%. Tapi, ada sejumlah komoditas yang  mengalami penurunan harga dan menyebabkan deflasi.

&quot;Di antaranya tarif angkutan antarkota yang turun 0,08% (mtm), bawang  merah turun 0,06% (mtm), dan tomat sayur, ayam, juga tarif angkutan  udara yang mengalami penurunan harga 0,02% (mtm),&quot; ungkap dia.

Dia juga berharap inflasi hingga akhir tahun ini sesuai dengan target  sasaran inflasi. &quot;Yakni di bawah titik tengah 3,5 persen (yoy),&quot;  pungkas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan hingga Minggu keempat Juli 2019 terjadi inflasi sebesar 0,23% secara month to month (mtm). Hal tersebut berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan BI.

&quot;Pemantauan harga sampai Minggu ke-4, terjadi inflasi 0,23% mtm. Sementara, secara year on year (yoy) tercatat sebesar 3,23%,&quot; ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, Jumat (26/7/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gubernur BI Beberkan Tiga Jurus Jaga Inflasi Tetap Stabil

Dia menuturkan bahwa inflasi terjadi karena tingginya harga cabai rawit. Di mana cabai rawit ke inflasi mencapai 0,12%. Salah satu penyebab tingginya harga cabai adalah jadwal panen di luar musimnya dan pola konsumsi masyarakat yang lebih menyukai cabai segar.

&quot;Kami Sarankan agar masyarakat bisa mulai mengonsumsi cabai kering. Kita biasakan cabai kering. Geprek pakai cabai kering sama saja,&quot; ujar dia di Gedung BI Jakarta, Jumat (26/7/2019).
Selain cabai rawit, lanjut dia, komoditas emas dan perhiasan  menyumbang inflasi sebesar 0,6-0,4%. Tapi, ada sejumlah komoditas yang  mengalami penurunan harga dan menyebabkan deflasi.

&quot;Di antaranya tarif angkutan antarkota yang turun 0,08% (mtm), bawang  merah turun 0,06% (mtm), dan tomat sayur, ayam, juga tarif angkutan  udara yang mengalami penurunan harga 0,02% (mtm),&quot; ungkap dia.

Dia juga berharap inflasi hingga akhir tahun ini sesuai dengan target  sasaran inflasi. &quot;Yakni di bawah titik tengah 3,5 persen (yoy),&quot;  pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
