<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor-Impor Turun, Laba Pelindo II Capai Rp1,5 Triliun di Semester I   </title><description>Aktivitas bongkar muat peti kemas yang mengalami penurunan sebesar 1,03% yakni dari 3,38 juta TEUs menjadi 3,35 juta TEUs</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/26/320/2083901/ekspor-impor-turun-laba-pelindo-ii-capai-rp1-5-triliun-di-semester-i</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/26/320/2083901/ekspor-impor-turun-laba-pelindo-ii-capai-rp1-5-triliun-di-semester-i"/><item><title>Ekspor-Impor Turun, Laba Pelindo II Capai Rp1,5 Triliun di Semester I   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/26/320/2083901/ekspor-impor-turun-laba-pelindo-ii-capai-rp1-5-triliun-di-semester-i</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/26/320/2083901/ekspor-impor-turun-laba-pelindo-ii-capai-rp1-5-triliun-di-semester-i</guid><pubDate>Jum'at 26 Juli 2019 14:48 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/26/320/2083901/ekspor-impor-turun-laba-pelindo-ii-capai-rp1-5-triliun-di-semester-i-P5MKfg7U01.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelabuhan. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/26/320/2083901/ekspor-impor-turun-laba-pelindo-ii-capai-rp1-5-triliun-di-semester-i-P5MKfg7U01.jpg</image><title>Pelabuhan. Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,51 triliun pada semester I tahun 2019, naik 25% dibandingkan laba bersih pada semester I 2018 sebesar Rp1,21 triliun.
&amp;ldquo;Kami berupaya mempertahankan tren kenaikan laba bersih perusahaan yang telah berlangsung selama tiga tahun terakhir, di tengah kondisi ekonomi yang penuh dengan tantangan. Laba bersih ini dicapai dari efisiensi dan cost effectiveness,&amp;rdquo; kata Direktur Utama IPC, Elvyn G Masassya, dikutip dari Antaranews, di Jakarta, Jumat(26/7/2019).
Baca Juga: Anak Usaha Pelindo II Bagi Dividen Rp56,15/Saham
Elvyn mengakui bahwa meskipun laba bersih mengalami kenaikan, kinerja dan operasional perusahaan secara umum tidak dapat terlepas dari pengaruh kondisi ekonomi saat ini, di mana berdasarkan data BPS sepanjang semester I-2019 aktivitas ekspor turun 8,6% dan impor turun 7,6%.
Hal tersebut tercermin pada aktivitas bongkar muat peti kemas yang mengalami penurunan sebesar 1,03% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018, yakni dari 3,38 juta TEUs menjadi 3,35 juta TEUs.
Baca Juga: Trilogi Maritim Bakal Pangkas Ongkos Logistik
Penurunan juga terjadi pada arus kapal mencapai 3,7% dibandingkan semester I 2018, yaitu dari 104,6 juta Gross Ton (GT) menjadi 100,81 juta GT.
Sementara itu arus barang relatif sama, naik tipis 3,4%, dari 27,4 juta ton menjadi 28,4 juta ton. Khusus untuk arus penumpang, terjadi kenaikan dari 317 ribu menjadi 553 ribu penumpang, atau tumbuh sebesar 74%.IPC optimistis kinerja operasional dan keuangan kembali positif pada  semester II ini, sesuai dengan pelaksanaan sejumlah upaya bisnis yang  diproyeksikan terealisasi sesuai jadwal.
Saat ini IPC terus mengembangkan digitalisasi untuk efisiensi  operasional di lapangan. Dalam waktu dekat IPC akan meluncurkan aplikasi  logistik untuk memudahkan pergerakan barang mulai dari dermaga,  pergudangan, hingga pendistribusiannya ke luar area pelabuhan. Aplikasi  logistik dengan platform digital ini merupakan bagian dari upaya IPC  untuk menjadi fasilisator perdagangan..
&amp;ldquo;Kita ingin semua operasional di pelabuhan lebih cepat, lebih mudah  dan lebih murah. Tak ada lagi yang manual. Semuanya berbasis digital dan  nontunai,&amp;rdquo; kata Elvyn.
IPC terus melanjutkan Proyek Strategis Nasional sesuai penugasan dari  Pemerintah, termasuk salah satunya mempercepat pembangunan Terminal  Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, yang direncanakan akan  mulai beroperasi pada 2020.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,51 triliun pada semester I tahun 2019, naik 25% dibandingkan laba bersih pada semester I 2018 sebesar Rp1,21 triliun.
&amp;ldquo;Kami berupaya mempertahankan tren kenaikan laba bersih perusahaan yang telah berlangsung selama tiga tahun terakhir, di tengah kondisi ekonomi yang penuh dengan tantangan. Laba bersih ini dicapai dari efisiensi dan cost effectiveness,&amp;rdquo; kata Direktur Utama IPC, Elvyn G Masassya, dikutip dari Antaranews, di Jakarta, Jumat(26/7/2019).
Baca Juga: Anak Usaha Pelindo II Bagi Dividen Rp56,15/Saham
Elvyn mengakui bahwa meskipun laba bersih mengalami kenaikan, kinerja dan operasional perusahaan secara umum tidak dapat terlepas dari pengaruh kondisi ekonomi saat ini, di mana berdasarkan data BPS sepanjang semester I-2019 aktivitas ekspor turun 8,6% dan impor turun 7,6%.
Hal tersebut tercermin pada aktivitas bongkar muat peti kemas yang mengalami penurunan sebesar 1,03% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018, yakni dari 3,38 juta TEUs menjadi 3,35 juta TEUs.
Baca Juga: Trilogi Maritim Bakal Pangkas Ongkos Logistik
Penurunan juga terjadi pada arus kapal mencapai 3,7% dibandingkan semester I 2018, yaitu dari 104,6 juta Gross Ton (GT) menjadi 100,81 juta GT.
Sementara itu arus barang relatif sama, naik tipis 3,4%, dari 27,4 juta ton menjadi 28,4 juta ton. Khusus untuk arus penumpang, terjadi kenaikan dari 317 ribu menjadi 553 ribu penumpang, atau tumbuh sebesar 74%.IPC optimistis kinerja operasional dan keuangan kembali positif pada  semester II ini, sesuai dengan pelaksanaan sejumlah upaya bisnis yang  diproyeksikan terealisasi sesuai jadwal.
Saat ini IPC terus mengembangkan digitalisasi untuk efisiensi  operasional di lapangan. Dalam waktu dekat IPC akan meluncurkan aplikasi  logistik untuk memudahkan pergerakan barang mulai dari dermaga,  pergudangan, hingga pendistribusiannya ke luar area pelabuhan. Aplikasi  logistik dengan platform digital ini merupakan bagian dari upaya IPC  untuk menjadi fasilisator perdagangan..
&amp;ldquo;Kita ingin semua operasional di pelabuhan lebih cepat, lebih mudah  dan lebih murah. Tak ada lagi yang manual. Semuanya berbasis digital dan  nontunai,&amp;rdquo; kata Elvyn.
IPC terus melanjutkan Proyek Strategis Nasional sesuai penugasan dari  Pemerintah, termasuk salah satunya mempercepat pembangunan Terminal  Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, yang direncanakan akan  mulai beroperasi pada 2020.</content:encoded></item></channel></rss>
