<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Ingin Kalah dengan Fintech, Ini Jurus Pegadaian   </title><description>Industri gadai semakin ketat karena berkembangnya teknologi finansial atau fintech, di mana adanya layanan fintech peer to peer</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/27/320/2083988/tak-ingin-kalah-dengan-fintech-ini-jurus-pegadaian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/27/320/2083988/tak-ingin-kalah-dengan-fintech-ini-jurus-pegadaian"/><item><title>Tak Ingin Kalah dengan Fintech, Ini Jurus Pegadaian   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/27/320/2083988/tak-ingin-kalah-dengan-fintech-ini-jurus-pegadaian</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/27/320/2083988/tak-ingin-kalah-dengan-fintech-ini-jurus-pegadaian</guid><pubDate>Sabtu 27 Juli 2019 07:13 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/26/320/2083988/tak-ingin-kalah-dengan-fintech-ini-jurus-pegadaian-rcqUpLBHu3.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Diskusi Pegadaian soal Kinerja Perusahaan di Semester I-2019</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/26/320/2083988/tak-ingin-kalah-dengan-fintech-ini-jurus-pegadaian-rcqUpLBHu3.jpeg</image><title>Foto: Diskusi Pegadaian soal Kinerja Perusahaan di Semester I-2019</title></images><description>JAKARTA - Memasuki era digitalisasi, setiap perusahaan harus mampu menyesuaikan supaya memiliki daya saing pada Industri 4.0. Hal ini berlaku juga pada PT Pegadaian (Persero) yang wajib menyiapkan strategi di era digitalisasi.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Harianto Widodo mengatakan, persaingan industri gadai semakin ketat karena berkembangnya teknologi finansial atau fintech, di mana adanya layanan fintech peer to peer (P2P) lending. Terlebih adanya perubahan regulasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang kini lembaga pembiayaan (multifinance) bisa memberikan layanan refinancing, jika sebelumnya hanya pembiayaan kendaraan saja.
Untuk menghadapi era tersebut, Pegadaian pun memiliki strategi lewat transformasi perusahaan di lima hal atau yang disebut G-Star. Pertama grow core yaitu fokus di bisnis utama sebagai pemain industri gadai, lalu grab new yaitu mengembangkan bisnis-bisnis baru.
&quot;Termasuk pengembangan di Syariah yang terima agunan tanah. Secara ketentuan ini dibolehkan,&quot; katanya.
Baca Selengkapnya: Bisnis Terancam, Ini Strategi Pegadaian Bertahan di Era Digitalisasi
</description><content:encoded>JAKARTA - Memasuki era digitalisasi, setiap perusahaan harus mampu menyesuaikan supaya memiliki daya saing pada Industri 4.0. Hal ini berlaku juga pada PT Pegadaian (Persero) yang wajib menyiapkan strategi di era digitalisasi.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Harianto Widodo mengatakan, persaingan industri gadai semakin ketat karena berkembangnya teknologi finansial atau fintech, di mana adanya layanan fintech peer to peer (P2P) lending. Terlebih adanya perubahan regulasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang kini lembaga pembiayaan (multifinance) bisa memberikan layanan refinancing, jika sebelumnya hanya pembiayaan kendaraan saja.
Untuk menghadapi era tersebut, Pegadaian pun memiliki strategi lewat transformasi perusahaan di lima hal atau yang disebut G-Star. Pertama grow core yaitu fokus di bisnis utama sebagai pemain industri gadai, lalu grab new yaitu mengembangkan bisnis-bisnis baru.
&quot;Termasuk pengembangan di Syariah yang terima agunan tanah. Secara ketentuan ini dibolehkan,&quot; katanya.
Baca Selengkapnya: Bisnis Terancam, Ini Strategi Pegadaian Bertahan di Era Digitalisasi
</content:encoded></item></channel></rss>
