<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Naik Imbas Panasnya Ketegangan di Teluk Oman</title><description>Harga minyak naik tipis pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/27/320/2084289/harga-minyak-dunia-naik-imbas-panasnya-ketegangan-di-teluk-oman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/27/320/2084289/harga-minyak-dunia-naik-imbas-panasnya-ketegangan-di-teluk-oman"/><item><title>Harga Minyak Dunia Naik Imbas Panasnya Ketegangan di Teluk Oman</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/27/320/2084289/harga-minyak-dunia-naik-imbas-panasnya-ketegangan-di-teluk-oman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/27/320/2084289/harga-minyak-dunia-naik-imbas-panasnya-ketegangan-di-teluk-oman</guid><pubDate>Sabtu 27 Juli 2019 10:43 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/27/320/2084289/harga-minyak-dunia-naik-imbas-panasnya-ketegangan-di-teluk-oman-C0Jx3m65X0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Minyak Mentah (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/27/320/2084289/harga-minyak-dunia-naik-imbas-panasnya-ketegangan-di-teluk-oman-C0Jx3m65X0.jpg</image><title>Minyak Mentah (Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Harga minyak naik tipis pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), mengakhiri minggu ini dengan lebih tinggi setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan, mencerahkan prospek permintaan minyak mentah dan kekhawatiran atas keselamatan transportasi minyak di sekitar Selat Hormuz mengancam pasokan.

Melansir laman antaranews, Jakarta, Sabtu (27/7/2019), minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik USD0,07 menjadi ditutup pada USD63,46 per barel di London ICE Futures Exchange. Patokan global minyak mentah Brent mencatat kenaikan mingguan sekitar 1,7 persen.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Dunia Alami Kenaikan Imbas Ketegangan Iran
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik USD0,18 menjadi menetap pada USD56,20 per barel di New York Mercantile Exchange. Selama seminggu ini, minyak mentah WTI naik sekitar 1,2 persen.
&amp;nbsp;
Pertumbuhan ekonomi AS melambat kurang dari yang diperkirakan pada kuartal kedua dengan booming dalam belanja konsumen, memperkuat prospek konsumsi minyak.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak di Asia Naik Tipis Setelah Sempat Anjlok
&quot;Data itu positif bersih,&quot; kata John Kilduff, mitra di Again Capital Management. &quot;PDB mengalahkan ekspektasi ... pengeluaran konsumen berada di luar grafik, tetapi pengeluaran bisnis hampir sama buruknya dengan pengeluaran konsumen yang baik.&quot;

Perlambatan ekonomi yang lebih luas, khususnya di Asia dan Eropa, dapat melemahkan permintaan minyak mentah di luar Amerika Serikat dan menjaga harga tetap terkendali.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Naik 1% Usai Iran Rebut Kapal Tanker Inggris
&quot;Ada pertempuran di pasar saat ini antara mereka yang berpikir kita akan melihat kondisi ekonomi yang melambat yang akan menekan permintaan ... dan yang lainnya (terfokus pada) apa yang terjadi di Teluk Persia serta penurunan produksi dari produsen,&amp;rdquo; kata Wakil Presiden Riset Pasar di Tradition Energy, Gene McGillian, di Stamford, Connecticut.
Minggu depan, perunding top AS dan China bertemu untuk pertama  kalinya sejak perundingan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia  itu macet pada Mei setelah mendekati kesepakatan. Setiap hasil positif  dari pembicaraan tersebut diharapkan akan mendorong harga minyak.

Jajak pendapat Reuters yang diambil 1-24 Juli menunjukkan prospek  pertumbuhan hampir 90 persen dari lebih dari 45 negara yang disurvei  diturunkan peringkatnya atau dibiarkan tidak berubah. Itu diterapkan  tidak hanya untuk tahun ini tetapi juga tahun 2020.

Sebuah reli dalam ekuitas dan penurunan produksi dari perusahaan  minyak negara Meksiko Pemex juga membantu mendorong harga minyak naik,  kata Josh Graves, ahli strategi komoditas senior di RJO Futures di  Chicago.

&quot;Pemex, perusahaan minyak terbesar di Meksiko, memangkas beberapa  pasokan bisa membuat pasar sedikit tersentak di sini,&quot; kata Graves.

Perusahaan-perusahaan energi minggu ini juga mengurangi jumlah rig  minyak yang beroperasi di Amerika Serikat, sebuah indikasi pasokan di  masa depan, untuk minggu keempat berturut-turut, membuat jumlah rig  turun selama delapan bulan berturut-turut, perusahaan jasa energi Baker  Hughes mengatakan dalam sebuah laporan.

Ketegangan tetap tinggi di sekitar Selat Hormuz, lorong minyak paling  penting di dunia antara Teluk dan Teluk Oman, karena Iran menolak untuk  melepaskan sebuah kapal berbendera Inggris yang disita pekan lalu  tetapi memberikan akses konsuler India ke 18 awak India.

Denmark menyambut proposal pemerintah Inggris untuk misi angkatan  laut yang dipimpin Eropa untuk memastikan pengiriman yang aman melalui  selat.

Amerika Serikat secara terpisah bekerja pada inisiatif keamanan  maritim multinasional di Teluk. Demikian laporan yang dikutip dari  Reuters.</description><content:encoded>NEW YORK - Harga minyak naik tipis pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), mengakhiri minggu ini dengan lebih tinggi setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan, mencerahkan prospek permintaan minyak mentah dan kekhawatiran atas keselamatan transportasi minyak di sekitar Selat Hormuz mengancam pasokan.

Melansir laman antaranews, Jakarta, Sabtu (27/7/2019), minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik USD0,07 menjadi ditutup pada USD63,46 per barel di London ICE Futures Exchange. Patokan global minyak mentah Brent mencatat kenaikan mingguan sekitar 1,7 persen.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Dunia Alami Kenaikan Imbas Ketegangan Iran
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik USD0,18 menjadi menetap pada USD56,20 per barel di New York Mercantile Exchange. Selama seminggu ini, minyak mentah WTI naik sekitar 1,2 persen.
&amp;nbsp;
Pertumbuhan ekonomi AS melambat kurang dari yang diperkirakan pada kuartal kedua dengan booming dalam belanja konsumen, memperkuat prospek konsumsi minyak.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak di Asia Naik Tipis Setelah Sempat Anjlok
&quot;Data itu positif bersih,&quot; kata John Kilduff, mitra di Again Capital Management. &quot;PDB mengalahkan ekspektasi ... pengeluaran konsumen berada di luar grafik, tetapi pengeluaran bisnis hampir sama buruknya dengan pengeluaran konsumen yang baik.&quot;

Perlambatan ekonomi yang lebih luas, khususnya di Asia dan Eropa, dapat melemahkan permintaan minyak mentah di luar Amerika Serikat dan menjaga harga tetap terkendali.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Naik 1% Usai Iran Rebut Kapal Tanker Inggris
&quot;Ada pertempuran di pasar saat ini antara mereka yang berpikir kita akan melihat kondisi ekonomi yang melambat yang akan menekan permintaan ... dan yang lainnya (terfokus pada) apa yang terjadi di Teluk Persia serta penurunan produksi dari produsen,&amp;rdquo; kata Wakil Presiden Riset Pasar di Tradition Energy, Gene McGillian, di Stamford, Connecticut.
Minggu depan, perunding top AS dan China bertemu untuk pertama  kalinya sejak perundingan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia  itu macet pada Mei setelah mendekati kesepakatan. Setiap hasil positif  dari pembicaraan tersebut diharapkan akan mendorong harga minyak.

Jajak pendapat Reuters yang diambil 1-24 Juli menunjukkan prospek  pertumbuhan hampir 90 persen dari lebih dari 45 negara yang disurvei  diturunkan peringkatnya atau dibiarkan tidak berubah. Itu diterapkan  tidak hanya untuk tahun ini tetapi juga tahun 2020.

Sebuah reli dalam ekuitas dan penurunan produksi dari perusahaan  minyak negara Meksiko Pemex juga membantu mendorong harga minyak naik,  kata Josh Graves, ahli strategi komoditas senior di RJO Futures di  Chicago.

&quot;Pemex, perusahaan minyak terbesar di Meksiko, memangkas beberapa  pasokan bisa membuat pasar sedikit tersentak di sini,&quot; kata Graves.

Perusahaan-perusahaan energi minggu ini juga mengurangi jumlah rig  minyak yang beroperasi di Amerika Serikat, sebuah indikasi pasokan di  masa depan, untuk minggu keempat berturut-turut, membuat jumlah rig  turun selama delapan bulan berturut-turut, perusahaan jasa energi Baker  Hughes mengatakan dalam sebuah laporan.

Ketegangan tetap tinggi di sekitar Selat Hormuz, lorong minyak paling  penting di dunia antara Teluk dan Teluk Oman, karena Iran menolak untuk  melepaskan sebuah kapal berbendera Inggris yang disita pekan lalu  tetapi memberikan akses konsuler India ke 18 awak India.

Denmark menyambut proposal pemerintah Inggris untuk misi angkatan  laut yang dipimpin Eropa untuk memastikan pengiriman yang aman melalui  selat.

Amerika Serikat secara terpisah bekerja pada inisiatif keamanan  maritim multinasional di Teluk. Demikian laporan yang dikutip dari  Reuters.</content:encoded></item></channel></rss>
