<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Kian Menguat, Bagaimana Prospek Ekonomi RI di Semester II-2019?</title><description>PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) optimis prospek pasar keuangan dan perekonomian Indonesia pada semester II-2019</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/28/20/2083636/rupiah-kian-menguat-bagaimana-prospek-ekonomi-ri-di-semester-ii-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/28/20/2083636/rupiah-kian-menguat-bagaimana-prospek-ekonomi-ri-di-semester-ii-2019"/><item><title>Rupiah Kian Menguat, Bagaimana Prospek Ekonomi RI di Semester II-2019?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/28/20/2083636/rupiah-kian-menguat-bagaimana-prospek-ekonomi-ri-di-semester-ii-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/28/20/2083636/rupiah-kian-menguat-bagaimana-prospek-ekonomi-ri-di-semester-ii-2019</guid><pubDate>Minggu 28 Juli 2019 13:02 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/25/20/2083636/rupiah-kian-menguat-bagaimana-prospek-ekonomi-ri-di-semester-ii-2019-IxjdQFucI5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Diskusi Bersama CIMB Niaga</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/25/20/2083636/rupiah-kian-menguat-bagaimana-prospek-ekonomi-ri-di-semester-ii-2019-IxjdQFucI5.jpg</image><title>Foto: Diskusi Bersama CIMB Niaga</title></images><description>JAKARTA -  PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) optimis prospek pasar keuangan dan perekonomian Indonesia pada semester II-2019 positif. Di sisi lain, para pelaku ekonomi diminta untuk tetap waspada dan memperhatikan tantangan-tantangan yang ada.
Chief Economist CIMB Niaga Adrian Panggabean mengatakan, prospek positif tersebut di antaranya terlihat dari menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ke level Rp13.900 dan turunnya yield obligasi bertenor 10 tahun ke level 7,0% dari 7,80%.
&amp;ldquo;Kondisi tersebut merupakan kontribusi dari net foreign inflow di pasar modal yang sangat besar pada semester I-2019, mencapai sekitar Rp160 triliun. Hal ini juga didukung faktor lainnya seperti dollar AS yang relatif soft dibanding bulan lalu serta kurs mata uang Tiongkok (CNY) yang tidak banyak terdepresiasi terhadap dollar AS,&amp;rdquo; kata Adrian, dalam keterangannya, Kamis (25/7/2019).
Baca Juga: Menko Darmin: Ekonomi Indonesia 2019 Bisa Dipertahankan
Adrian juga melihat penguatan Rupiah dan turunnya yield obligasi bertenor 10 tahun terjadi karena ekspektasi para pelaku ekonomi terhadap kebijakan terbaru Bank Indonesia (BI). Seperti diketahui pada 18 Juli 2019, BI menurunkan suku bunga BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI 7DRRR) sebesar 25 bps dari 6,00% menjadi 5,75%.
&amp;ldquo;Kami memperkirakan yield obligasi 10 tahun berpotensi turun ke kisaran 6,70-6,90% sebagai konsekuensi dari relatif rendahnya persepsi risiko obligasi Indonesia, suku bunga sertifikat deposito Bank Indonesia 12 bulan di 6,25%, serta imbal hasil US-Treasury 10-tahun di kisaran 2,0%,&amp;rdquo; ujar Adrian.
Baca Juga: Wapres JK: Negara Maju Selalu Merencanakan dengan Baik
Meski demikian, prospek positif dari aset keuangan domestik juga bisa tertahan akibat defisit transaksi berjalan yang masih relatif besar. Hingga semester I/2019 defisit transaksi berjalan mencapai kisaran 2,6% - 2,7% dari produk domestik bruto (PDB).
Berdasarkan kondisi tersebut, Adrian menilai, penguatan rupiah yang terjadi belakangan ini akan terbatas. Hal itu akan terjadi jika indeks dollar AS terus melemah di semester II/2019. Ekspektasi ini mulai muncul di pasar keuangan dengan mengacu pada pergerakan harga emas yang terus menguat.
&amp;ldquo;Kami juga melihat bahwa penguatan rupiah yang terlalu cepat berpotensi menyebabkan harga aset Rupiah akan menjadi terlalu cepat mahal,&amp;rdquo; ujar Adrian.Dorong Wakaf Digital
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Syariah Banking CIMB Niaga  Pandji P Djajanegara mengatakan, kondisi perekonomian yang positif  diharapkan turut menumbuhkan bisnis Syariah, termasuk penghimpunan dana  wakaf dari masyarakat kepada lembaga-lembaga pengelola wakaf.
CIMB Niaga Syariah sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf  Uang (LKS PWU) terus mendukung pengembangan wakaf dengan mengedukasi  masyarakat dan menyediakan channel digital yang lengkap untuk pembayaran  wakaf uang dan wakaf melalui uang.
&amp;ldquo;Masyarakat bisa berwakaf dengan mudah melalui channel digital yang  kami sediakan seperti CIMB Clicks, Go Mobile, ATM, dan aplikasi  e-salaam. Kami juga menyediakan kode QR (Quick Response) khusus wakaf di  sejumlah masjid dan lembaga wakaf yang dapat dipindai (scan) langsung  oleh masyarakat yang ingin berwakaf melalui berbagai aplikasi pembayaran  di ponsel,&amp;rdquo; kata Pandji.
Menurut Pandji, CIMB Niaga Syariah tak sekadar menyediakan kanal  pembayaran wakaf yang mudah diakses masyarakat, lebih dari itu juga  membuat produk khusus untuk menghimpun dana wakaf yaitu Tabungan iB  Mapan Wakaf. Nasabah bisa memilih dua program yang disediakan yaitu  Tabungan iB Mapan Wakaf berhadiah wakaf dan Tabungan iB Mapan Menabung  Wakaf.
Tersedianya beragam channel serta produk pembayaran wakaf tersebut  diharapkan dapat terus meningkatkan penghimpunan dana wakaf melalui CIMB  Niaga Syariah. Dana wakaf yang terkumpul akan disalurkan untuk  membiayai berbagai program yang dilakukan oleh 15 nazhir (pengelola  wakaf) mitra CIMB Niaga Syariah.
Adapun lembaga tersebut yaitu Dompet Dhuafa, PPPA Daarul Qur&amp;rsquo;an,  Global Wakaf, Griya Yatim dan Dhuafa, Inisiatif Wakaf, Yayasan Wakaf  BWI, Baitul Wakaf-BMH, Wakaf Al-Azhar, Rumah Wakaf, Yayasan Wakaf Bangun  Nurani Bangsa-ESQ, Wakaf Daarut Tauhid Bandung, Masjid Salman ITB,  Yayasan Ar-Risalah Padang, Yayasan Puspas Unair Surabaya, dan Yayasan  Umat Mandiri Sejahtera.
&amp;ldquo;CIMB Niaga Syariah senantiasa mendukung kemajuan perekonomian umat  dengan terus berinovasi menyediakan produk dan layanan yang mudah  diakses sesuai kebutuhan para nasabah guna mengoptimalkan besarnya  potensi bisnis perbankan Syariah di Tanah Air,&amp;rdquo; tutup Pandji.</description><content:encoded>JAKARTA -  PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) optimis prospek pasar keuangan dan perekonomian Indonesia pada semester II-2019 positif. Di sisi lain, para pelaku ekonomi diminta untuk tetap waspada dan memperhatikan tantangan-tantangan yang ada.
Chief Economist CIMB Niaga Adrian Panggabean mengatakan, prospek positif tersebut di antaranya terlihat dari menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ke level Rp13.900 dan turunnya yield obligasi bertenor 10 tahun ke level 7,0% dari 7,80%.
&amp;ldquo;Kondisi tersebut merupakan kontribusi dari net foreign inflow di pasar modal yang sangat besar pada semester I-2019, mencapai sekitar Rp160 triliun. Hal ini juga didukung faktor lainnya seperti dollar AS yang relatif soft dibanding bulan lalu serta kurs mata uang Tiongkok (CNY) yang tidak banyak terdepresiasi terhadap dollar AS,&amp;rdquo; kata Adrian, dalam keterangannya, Kamis (25/7/2019).
Baca Juga: Menko Darmin: Ekonomi Indonesia 2019 Bisa Dipertahankan
Adrian juga melihat penguatan Rupiah dan turunnya yield obligasi bertenor 10 tahun terjadi karena ekspektasi para pelaku ekonomi terhadap kebijakan terbaru Bank Indonesia (BI). Seperti diketahui pada 18 Juli 2019, BI menurunkan suku bunga BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI 7DRRR) sebesar 25 bps dari 6,00% menjadi 5,75%.
&amp;ldquo;Kami memperkirakan yield obligasi 10 tahun berpotensi turun ke kisaran 6,70-6,90% sebagai konsekuensi dari relatif rendahnya persepsi risiko obligasi Indonesia, suku bunga sertifikat deposito Bank Indonesia 12 bulan di 6,25%, serta imbal hasil US-Treasury 10-tahun di kisaran 2,0%,&amp;rdquo; ujar Adrian.
Baca Juga: Wapres JK: Negara Maju Selalu Merencanakan dengan Baik
Meski demikian, prospek positif dari aset keuangan domestik juga bisa tertahan akibat defisit transaksi berjalan yang masih relatif besar. Hingga semester I/2019 defisit transaksi berjalan mencapai kisaran 2,6% - 2,7% dari produk domestik bruto (PDB).
Berdasarkan kondisi tersebut, Adrian menilai, penguatan rupiah yang terjadi belakangan ini akan terbatas. Hal itu akan terjadi jika indeks dollar AS terus melemah di semester II/2019. Ekspektasi ini mulai muncul di pasar keuangan dengan mengacu pada pergerakan harga emas yang terus menguat.
&amp;ldquo;Kami juga melihat bahwa penguatan rupiah yang terlalu cepat berpotensi menyebabkan harga aset Rupiah akan menjadi terlalu cepat mahal,&amp;rdquo; ujar Adrian.Dorong Wakaf Digital
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Syariah Banking CIMB Niaga  Pandji P Djajanegara mengatakan, kondisi perekonomian yang positif  diharapkan turut menumbuhkan bisnis Syariah, termasuk penghimpunan dana  wakaf dari masyarakat kepada lembaga-lembaga pengelola wakaf.
CIMB Niaga Syariah sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf  Uang (LKS PWU) terus mendukung pengembangan wakaf dengan mengedukasi  masyarakat dan menyediakan channel digital yang lengkap untuk pembayaran  wakaf uang dan wakaf melalui uang.
&amp;ldquo;Masyarakat bisa berwakaf dengan mudah melalui channel digital yang  kami sediakan seperti CIMB Clicks, Go Mobile, ATM, dan aplikasi  e-salaam. Kami juga menyediakan kode QR (Quick Response) khusus wakaf di  sejumlah masjid dan lembaga wakaf yang dapat dipindai (scan) langsung  oleh masyarakat yang ingin berwakaf melalui berbagai aplikasi pembayaran  di ponsel,&amp;rdquo; kata Pandji.
Menurut Pandji, CIMB Niaga Syariah tak sekadar menyediakan kanal  pembayaran wakaf yang mudah diakses masyarakat, lebih dari itu juga  membuat produk khusus untuk menghimpun dana wakaf yaitu Tabungan iB  Mapan Wakaf. Nasabah bisa memilih dua program yang disediakan yaitu  Tabungan iB Mapan Wakaf berhadiah wakaf dan Tabungan iB Mapan Menabung  Wakaf.
Tersedianya beragam channel serta produk pembayaran wakaf tersebut  diharapkan dapat terus meningkatkan penghimpunan dana wakaf melalui CIMB  Niaga Syariah. Dana wakaf yang terkumpul akan disalurkan untuk  membiayai berbagai program yang dilakukan oleh 15 nazhir (pengelola  wakaf) mitra CIMB Niaga Syariah.
Adapun lembaga tersebut yaitu Dompet Dhuafa, PPPA Daarul Qur&amp;rsquo;an,  Global Wakaf, Griya Yatim dan Dhuafa, Inisiatif Wakaf, Yayasan Wakaf  BWI, Baitul Wakaf-BMH, Wakaf Al-Azhar, Rumah Wakaf, Yayasan Wakaf Bangun  Nurani Bangsa-ESQ, Wakaf Daarut Tauhid Bandung, Masjid Salman ITB,  Yayasan Ar-Risalah Padang, Yayasan Puspas Unair Surabaya, dan Yayasan  Umat Mandiri Sejahtera.
&amp;ldquo;CIMB Niaga Syariah senantiasa mendukung kemajuan perekonomian umat  dengan terus berinovasi menyediakan produk dan layanan yang mudah  diakses sesuai kebutuhan para nasabah guna mengoptimalkan besarnya  potensi bisnis perbankan Syariah di Tanah Air,&amp;rdquo; tutup Pandji.</content:encoded></item></channel></rss>
