<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Blockchain Jadi Tren Global Berdampak Besar ke Bisnis</title><description>Kadin Indonesia bekerjasama Blockchain Asia Forum (BAF) menggelar Global Blockchain Investment Summit (GBIS) di Jakarta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/29/320/2085101/blockchain-jadi-tren-global-berdampak-besar-ke-bisnis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/29/320/2085101/blockchain-jadi-tren-global-berdampak-besar-ke-bisnis"/><item><title>Blockchain Jadi Tren Global Berdampak Besar ke Bisnis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/29/320/2085101/blockchain-jadi-tren-global-berdampak-besar-ke-bisnis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/29/320/2085101/blockchain-jadi-tren-global-berdampak-besar-ke-bisnis</guid><pubDate>Senin 29 Juli 2019 21:35 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/29/320/2085101/blockchain-jadi-tren-global-berdampak-besar-ke-bisnis-aKLLtAoJKc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/29/320/2085101/blockchain-jadi-tren-global-berdampak-besar-ke-bisnis-aKLLtAoJKc.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description> 
JAKARTA - Kadin Indonesia bekerjasama Blockchain Asia Forum (BAF) menggelar Global Blockchain Investment Summit (GBIS) di Jakarta. Ajang ini merupakan sarana pertukaran informasi dan pengalaman dari para stakeholder dalam bentuk lokakarya dan seminar, serta  business matching di antara para pimpinan bisnis.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan, acara ini digelar dengan tujuan mengembangkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman terkait konsep teknologi blockchain dan penerapannya dalam berbagai sektor industri.

&quot;Blockchain merupakan tren global yang akan berdampak besar kepada keberlangsungan bisnis ke depan. Dalam ekonomi global, mereka yang dapat memanfaatkan teknologi dan berinovasi dalam seluruh rantai nilai akan mendapatkan posisi terbaik dalam daya saing global,&quot; terang Rosan di Jakarta, Senin (29/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Kepala Bappenas Sebut Blockchain Bisa Optimalkan Dana Desa
Rosan memaparkan, teknologi blockchain telah muncul sebagai salah satu layanan yang paling menjanjikan dalam beberapa tahun terkahir. Teknologi ini memiliki potensi luar biasa untuk melakukan transformasi di sektor finansial dan sektor-sektor lainnya, terutama terkait pembaruan dalam sistem transaksi.

Perusahaan berskala besar  dan sedang yang berkembang di dunia digital ini sedang mendalami maupun mengembangkan layanan teknologi ini agar tetap berperan di pasar yang kompetitif.

&quot;Perusahaan dapat benar-benar maju dengan menghadirkan solusi blockchain pada bidang usaha masing-masing. Tentu saja untuk mencapai target masa depan, strategi padu padan teknologi adalah sesuatu yang kita butuhkan untuk melihat bisnis kita berkembang,&quot; ujar Rosan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kadin Akan Gunakan Teknologi Blockchain untuk Sistem Keuangan hingga LogistikRosan mengungkapkan kepuasannya karena Indonesia termasuk berada di  garda depan inisiatif penerapan teknologi blockchain di kawasan Asia  Tenggara. Beberapa contoh yang bisa disebutkan, antara lain Bank  Indonesia yang telah meluncurkan mata uang digital sendiri yang berbasis  teknologi blockchain. Langkah tersebut lantas diikuti oleh industri  perbankan Tanah Air, seperti BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank Danamon, dan  Bank Permata.

Rosan melanjutkan, menurut data Bank Dunia, Indonesia berada di  posisi ke-14 dunia dalam penerimaan remitansi dari TKI. Peningkatan  transfer dana dari TKI yang bekerja di luar negeri terjadi berkat  hadirnya sistem blockchain. Peran pengantara (intermediary) dihilangkan.  Karena itu blockchain dipandang menghadirkan transfer yang lebih  efisien dan bebas biaya tambahan.

Melihat skala ekonomi nasional yang besar serta potensi penerapan  blockchain yang lintas sektoral, Rosan mengaku optimis pengembangan  teknologi ini dapat mendukung posisi Indonesia sebagai sentra teknologi  (technology hub) regional.

&quot;Indonesia terhitung relatif di tahap awal pengembangan blockchain.  Tapi peluang yang tersedia sangat terbuka, walaupun masih ada sejumlah  tantangan yang signifikan. Untuk itulah Kadin berinisiatif menghadirkan  Blockchain Center of Excellence and Education (BCEE) sebagai wadah yang  bertujuan memfasilitasi pengembangan teknologi ini di berbagai sektor  usaha,&quot; ujar Rosan.
Sementara itu,  Koordinator Penyelenggaraan Global Blockchain   Investment Summit (GBIS) 2019 Rico Rustombi mengatakan, GBIS 2019    menyajikan forum diskusi strategis yang akan menghadirkan pembicara yang   kompeten dari dalam dan luar negeri. Mereka tidak hanya membahas  solusi  yang dihadirkan blockchain untuk pembukuan dan transaksi digital  secara  umum.

Sejumlah pakar dan teknokrat digital juga akan mengulas khusus dan   berbagi pengalaman mengenai langkah-langkah strategis yang perlu   dilakukan oleh suatu perusahaan untuk bertransformasi dalam pengembangan   dan implementasi teknologi blockchain di berbagai sektor bidang usaha   di Indonesia.

Topik-topik yang lebih teknis dan sektoral akan dibahas pada hari   kedua, yang akan diawali dengan keynote speech dari Menteri Komunikasi   dan Informatika RI, Bapak Rudiantara. Selain para pelaku usaha dari   lingkup Kadin Indonesia, sejumlah pemangku kepentingan yang dihadirkan   sebagai pembicara dalam forum ini antara lain dari Bank Indonesia, OJK,   BKPM dan sejumlah lembaga lain.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Kadin Indonesia bekerjasama Blockchain Asia Forum (BAF) menggelar Global Blockchain Investment Summit (GBIS) di Jakarta. Ajang ini merupakan sarana pertukaran informasi dan pengalaman dari para stakeholder dalam bentuk lokakarya dan seminar, serta  business matching di antara para pimpinan bisnis.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan, acara ini digelar dengan tujuan mengembangkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman terkait konsep teknologi blockchain dan penerapannya dalam berbagai sektor industri.

&quot;Blockchain merupakan tren global yang akan berdampak besar kepada keberlangsungan bisnis ke depan. Dalam ekonomi global, mereka yang dapat memanfaatkan teknologi dan berinovasi dalam seluruh rantai nilai akan mendapatkan posisi terbaik dalam daya saing global,&quot; terang Rosan di Jakarta, Senin (29/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Kepala Bappenas Sebut Blockchain Bisa Optimalkan Dana Desa
Rosan memaparkan, teknologi blockchain telah muncul sebagai salah satu layanan yang paling menjanjikan dalam beberapa tahun terkahir. Teknologi ini memiliki potensi luar biasa untuk melakukan transformasi di sektor finansial dan sektor-sektor lainnya, terutama terkait pembaruan dalam sistem transaksi.

Perusahaan berskala besar  dan sedang yang berkembang di dunia digital ini sedang mendalami maupun mengembangkan layanan teknologi ini agar tetap berperan di pasar yang kompetitif.

&quot;Perusahaan dapat benar-benar maju dengan menghadirkan solusi blockchain pada bidang usaha masing-masing. Tentu saja untuk mencapai target masa depan, strategi padu padan teknologi adalah sesuatu yang kita butuhkan untuk melihat bisnis kita berkembang,&quot; ujar Rosan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kadin Akan Gunakan Teknologi Blockchain untuk Sistem Keuangan hingga LogistikRosan mengungkapkan kepuasannya karena Indonesia termasuk berada di  garda depan inisiatif penerapan teknologi blockchain di kawasan Asia  Tenggara. Beberapa contoh yang bisa disebutkan, antara lain Bank  Indonesia yang telah meluncurkan mata uang digital sendiri yang berbasis  teknologi blockchain. Langkah tersebut lantas diikuti oleh industri  perbankan Tanah Air, seperti BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank Danamon, dan  Bank Permata.

Rosan melanjutkan, menurut data Bank Dunia, Indonesia berada di  posisi ke-14 dunia dalam penerimaan remitansi dari TKI. Peningkatan  transfer dana dari TKI yang bekerja di luar negeri terjadi berkat  hadirnya sistem blockchain. Peran pengantara (intermediary) dihilangkan.  Karena itu blockchain dipandang menghadirkan transfer yang lebih  efisien dan bebas biaya tambahan.

Melihat skala ekonomi nasional yang besar serta potensi penerapan  blockchain yang lintas sektoral, Rosan mengaku optimis pengembangan  teknologi ini dapat mendukung posisi Indonesia sebagai sentra teknologi  (technology hub) regional.

&quot;Indonesia terhitung relatif di tahap awal pengembangan blockchain.  Tapi peluang yang tersedia sangat terbuka, walaupun masih ada sejumlah  tantangan yang signifikan. Untuk itulah Kadin berinisiatif menghadirkan  Blockchain Center of Excellence and Education (BCEE) sebagai wadah yang  bertujuan memfasilitasi pengembangan teknologi ini di berbagai sektor  usaha,&quot; ujar Rosan.
Sementara itu,  Koordinator Penyelenggaraan Global Blockchain   Investment Summit (GBIS) 2019 Rico Rustombi mengatakan, GBIS 2019    menyajikan forum diskusi strategis yang akan menghadirkan pembicara yang   kompeten dari dalam dan luar negeri. Mereka tidak hanya membahas  solusi  yang dihadirkan blockchain untuk pembukuan dan transaksi digital  secara  umum.

Sejumlah pakar dan teknokrat digital juga akan mengulas khusus dan   berbagi pengalaman mengenai langkah-langkah strategis yang perlu   dilakukan oleh suatu perusahaan untuk bertransformasi dalam pengembangan   dan implementasi teknologi blockchain di berbagai sektor bidang usaha   di Indonesia.

Topik-topik yang lebih teknis dan sektoral akan dibahas pada hari   kedua, yang akan diawali dengan keynote speech dari Menteri Komunikasi   dan Informatika RI, Bapak Rudiantara. Selain para pelaku usaha dari   lingkup Kadin Indonesia, sejumlah pemangku kepentingan yang dihadirkan   sebagai pembicara dalam forum ini antara lain dari Bank Indonesia, OJK,   BKPM dan sejumlah lembaga lain.</content:encoded></item></channel></rss>
